
"Pa, Maura mohon beri Maura satu kesempatan lagi pa untuk merebut Sandy dari tangan Aluna. apa papah tidak ingin hutang papah lunas? dan kita bisa hidup ky seperti dulu. "Maura merayu PP yng kini hnya bisa terdiam.
Handoko hanya perpikir ap yang di katakan Maura benar, karena beberapa bulan ini usah konveksi nya mulai mengundurkan karena harus mw nyicil hutangnya kepada keluarga Wijaya .
Handoko menarik nafas dalam-dalam sebelum, akhirnya berkata .
"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, tapi papa mohon jngan sakiti aluna, biar bagaimanapun dia tidak bersalah. "
Mendengar suaminya berkata demikian Heni memutar matanya malas lalu menimpa li suaminya
"Hei pa, ingat aluna anak telahir dari wanita
******, dia tidak ada sama seksi hubungan dengan kita, jika papa msih mengakui dia sebagian anak lebih baik papa tinggalka rumah, ingat p semua harta yang kau miliki atas namaku.
" Iya papa tahu tapi jangan salahkan aluna karena biar bagimnpun dia darah daging ku biar dia lahir ats kesalahan ku. "Handoko berkaca-kaca mengingat masa lalunya.
" Sudah ma, pa kenapa kalian mlah berdebat. aura mencegah perdebatan mereka.
"Mira nnti siang mu ke kantor sandy menjelaskan masalah Maura berdoa saja dia memaafkan Maura. " gadis cantik yang memiliki tubuh sintal terseyum penuh arti.
__ADS_1
Siang hari di perusahaan sandy sedang berkutat dengan komputer dan berkas- berkas yang menumpuk
Tok, tok, tok
ketukan pintu tersebut mengalihkan perhatian sandy
"Masuk" jawabnya malas karena ,mood cwo hari ini sedang tidak baik-baik saja entah apa yang sedang ia pikirkan
"Permisi tuan di luar ada non maura" ucap wanita yang memakai bleser hitam tersebut surat membungkukkan tubuhnya sedikit desi sekretaris sandy selama 5 tahun terakhir ini.
"Tuan jik anda tidak mengizinkan non Maura masuk saya akan memanggil kan satpam untuk mengusir nya. " ucap sekretaris sandy
"Biarkan dia masuk" dengan memasang wang datar dinginya.
" Baik tuan"
Setelah desi keluar ia mempersilahkan Maura masuk ke dalam ruangan sandy
"Sayang aku ke sini menjelaskan kejadian kemarin. "Maura menunduk sambil mereka kedua tanganya , rasa gugup meliputi gadis cantik bersambut merah tersebut.
__ADS_1
" Apa yang ingqin kamu jelaskan? apa kamu yakin aku akan percaya? "Kini pria itu bangun dati kurainya perlahan berjalan ke arah Maura yang masih menunduk.
"Apa salam ibi kmu tak mencintaiku? Atau selam ini kmu hanya menipuku katakan! Sandy mengangkat dari amarah agar menghadap nya
" aku di jenk saat itu, hingga sekarang aku tak tahu siapa yang menjebak ku dan bahkan mereka menyiksaku. " air mta yang sudah ia persiapan pun kini sudah jatuhjatuh mengaliti pipinya yang mulus.
"Aku bisa bebas karena aku melarikan diri, jik ku tak percaya kau bisa lihat punggung ku msih ada bekas siksaan mereka. Ucap Maura yakin sandiwara nya akan berjalan mulus.
" Apa yang mereka lakukan padamu" terlihat wajah sandy menahan geram
"Hiks... hiks mereka berusaha melecehkan ku. " Tangis maura langsung pecah begitu saja melihat sang pujaan hati menangis sandy menarik Maura ke pelukan ya.
Di pelukan sandy justru Maura tersenyum gembira tanpa di ketahui sandy
"Maafkan aku, meski ku tahu kamu membenciku saat ini. "lirih Maura yang msih di dekon sandy
" Sudahlah lupakan semuanyasemuanya, aku sudah memaafkan kamu. "sandy terus mengusap punggung maura yang bergetar
" Apakah msih ada kesempatan bagi kita teto bersama ? aku sangat mencintaimu. "ucap mura yang makin mendekp ke pelukan sandy.
__ADS_1
" Hmm , kita liat saja nanti. " jawab sandy yang mulai bersikap lembut
JANGAN LUPA LIKE SHARE KOMEN DAN KUNJUNGILAH PROFILNKU