
Seperti biasa setelah pulang kampus aluna pergi ke kios bunga milik tante Hesti, yah memang aku memanggilnya tante. karena mmang keinginan wanita yang berisi 32 tahun tersebut, tante Hesti adalah seorang single mom, ia janda akibt di tinggal selingkuh oleh suaminya, ia hanya tinggal berdua dengan putra semata wayangnya.
Tante Hesti sama sepertiku menikah mudah
"Luna tante beli nasi padang untukmu a
sebaiknya kamu makan dulu, tante tahu kamu pasti lapar? "Ucap wanita cantik berambut panjang tersebut
" Tante tahu aja, Kalau aluna lapar "Aku tgk perna menunda mengisi perutku tadi pagi, Akibt perdebatan tadi pagi
Kini aku sibuk merangki bunga mawar pesanan salah satu sosalitas sahabat tante Hesti. sambil di temani oleh minuman boba yang lagi viral.
" Permisi "Sapa seorang pembeli yang teruata seorang pria
"Iya tuan, Ada yang bisa di bantu? " Ucapku ramah,karena seperti akrab tante Hesiti, jika seorang penjual itu harus ramah kepada seorang constumer.
"Hmm, mba saya sedang mencari mawar hitam apakah ada? "Ucap pria yang kini melihat-lihat bunga yang terpajang di rak
"Ada tuan tapi tidak begitu banyak" Jawabku yang paham bahwa mawar hitam adalah mawar yang langkah , bahkan sekitar tokoh bunga sekitar sini cuman cuman tokoh tante Hesti yang menjual bunga jenis tersebut.
"Apakah ada jika 12 tangkai? "Tanya pemudah berwajah oriental tersebut
__ADS_1
" Sebentar saya cek dulu" ucapku sambil ke belakang taman bunga yang dimiliki oleh tante Hesti, Berbagai mcam bunga tersedia disini, dari yang jenis pasaran dan jenis paing langkah.
"Maaf tuan hany tersedia 9 tangkai, itupun beum mekar"Ucapku menjelaskan pada pria yang sedang duduk di bangku tamu yang berada dalam kios
"Hmm padahal aku butuh 12 tangkai"ucapnya yang kini menatapku dari pangkal kaki hingga kepala. Sungguh aku risih ditatp seperti itu.
" Hmm apakah selain sebgai penjual bunga,kmu juga menjijikan tubuhmu? " Ucap suara pria yang begitu ku kenali
"Sandy " Lirih ku
"Hmm, pants saja kamu betah bekerja sebagai pelayan, karena yang beli disini kebayakan laki-laki yah? "ucap sandy tersenyum mengejek
Bahkan pria yang sebelumnya memesan mawar kini menatap aneh Sandy
"Tentu, dia ini seorang ******, yang rela dinikahi oleh calon suami kakanya hanya demi rupiah" ucap enteng sandy
Tak ku sangka seorang pria yang berstatus suamiku mempermalukan ku di depan umum
"Maaf tian Sand Wijaya , kita tidak mengenamengenal, jadi ku temanku jangan memangilku wanita murahan, emang kita perna tidur bareng hmm? apakah kau pern merasakn kehangatan tubuhku? tidak kan jdi jangn sembarang bicara.
Sandy mengeratkan rahangnya, ku liat wajahnya memerah akibat menahan emosi yang akan meledak
__ADS_1
"Diam atau aku akan merobeknya" ucap sandi menekan kedua pipiku
Prok
prok
prok
Suara tepukan tangan dari lantai atas menyambut ku yang bru saja memasuki rumh mewah itu
"Hebat yh setelah bersenang-senang di luar sana dengan kedok bekerja, rupny kau punya nyali pulang rumah ini" Ucap sandy menatapku nyalang
Ku tahan nafasku sejenak dan menarik nafas banyak-banyak sebelum di mulai perdebatan
"Maaf tuan sandy, aku sedang
sandy turun menghampiriku
" Sadar diri ulang rumahku ini bukan panti sosial yang menampung orang tak berguna seperti mu"Ucap sandy mwndorong kepalaku dengan telunjuknya
"STOP" teriak Aluna
__ADS_1
"Apa kesalahanku pda kalian semua , justru aku lh korban keehoisan kalian semua" ucapku berapi-api
"Salahmu karen menerima pernikahan ini ******. .! "