
Seperti biasa, pagi ini aku bangun lebih pagi untuk sholat setelah sholat aku membersihkan rumah, Aku tak ingin saat monster itu yang bernama sandy saat bangun lantai masih basah bisa-bisa dia mengamuk
Jam 6 pagi aku sudah menghidangkn makanan di meja makan dan hanya menghidangkan ndi goreng dengan isinya telur mata sapi dan sosis karena kebutuhan kulkas isinya kosong
Singa jantan ini tidak perna memberi uang untuk berbelanja makanan yang ku olah memang dari kulkas mungkin ini mknn sisa sebwkum aku di ajak pindah oleh si pemarah itu, Bahkan coklat hangat yang ku hidangkan ini coklat terakhir, Biarlah makan siang atau besok pgi aku tidak kan hidangkan, karena tidak ada lagi yang bisa ku olah, Setelah serapan telah siap aku berlalu untuk bersiap mandi karena hari ini aku da kuliah jam pagi.Aku tak mau terlambat msuk harus hari ini
Setelah memakai pakaian dan jilbab persegi, Tak lupa aku, Tak lupa aku poles wajahku dengan bedak padat dan lips glow agar bibirku tidak keliatab kering
"Semangat Aluna" ku ucap memandang cermin untuk semangat
Aku keur kamar bertepatan dengan orang yang berstatus suamiku yang selesai d2ngn sarapan ya, wajahnya sangat tampan bahkan di tas rata-rata di tambah dengn kameja hitam yang membalut tubuhnya
"Hai gadis bodoh ngapain bengong"Ucapan moster yang mengejutkan ku, Aku merutuki diriku bisa-bisa nya aku berkhayal pagi-pagi
" Memangnya kenapa"ucapku ketus
"Jangan pulang malam, Ingat biar bagaimanapun starusmu seorang istri"Ucapnya Sandy tegas
" Aku kuliah pagi, pulang siang, dan langsung ke tokoh"Akupun menjawab dengan acuh
Sandy menghiraukan aku dan berjalan ke arah luar , aku tahu suamiku akan berangkat kerja
Setelah pria bermata tajam itu menaiki kendaraanya tersebut akupun segera bergegas ke depan gerbang karena ku liat ojol langananku sudah di depan
__ADS_1
"Pagi pak Tono"sapaku kepada pak Tono krena aku meiat dia siap membuka gerbang, karena mobil milik mainnya siap keluar
" dan ingat jangan sebarangan berbonceng-boncengan yang bukan mahram mu"Dia menatpku dengan sebuah arti yang tidak bisa dijelaskan
"Belum juga menjawab sandy sudah menutup kaca mobilnya
" Sabar non sebenarnya non tuan sandy orangya baik tetapi keras kepala"ucap pak Tono, aku tahu mungkin pria yang berusia 46 tahun ini kasian denganku
"Aluna baik kok pak, Aluna pamit takut telat ke kampus"Pria parubya itu hnya mengangguk
Sedangkan di perusahaan sandy, pria tersebut sedang sibuk dengan tumpukan kertas di meja kerjanya,Laptop di depanya menyala
"Keruangan ku sekarang"pada seseorang melalui telpon gengamnya
"Ada apa tuan memanggil saya"Tanya jordi tanpa basa-basi
" Hubungi anak buahmu untuk awasi Aluna, dan pantau terus gerak-geriknya mulai dari kampus sampai pulang jangan ada terlewat kan
"Aluna? Maksudku istrimu"Tanya jordy dengan santai atas perintah sang atasan
"Apa menurutmu ada nama lin selain Aluna si pembawa sial itu"Sinis Sandy mentap tidak suka
"Hm memang ada apa mengawasi istrimu? apa jangan-jangan kamu mulai jtuh cinta denganya" Tebak jordi sambil meledak sang atasan
__ADS_1
"Kamu jalankan saja perintah ku brengsek" Jngkp Sandy sambil mwngusir jordy dari ruangan yang
"Baik bos, aku harap kamu tidak menjilat ludahmu sendiri"Jordy lari dari amukan sang atasan
" Kamu darimana"Suara berikan hampir membuatku tersedak
"Aku" Tunjuk ku pada diriku sendiri
"Aku kuliah dan lanjut kerja" Jawabku singkat krena ku tahu pasti dia mau berdebat denganku
"Apakah karena banyak pria, jadi kmu betah berlama-lama dan mengumbar senyumanmu , sungguh menjijikan" ucapan Sandy terdengar sinis
"Apa begini caramu di didik sopan santun, oh aku lupa kamu kan tidak da ibu jadi kamu tidak ada yang mendidik"Ucap Sandy tertawa sinis
"
Jngan perna menghina ibuku, jadi waar aku tdk perna di ajar karena memang ibuku telah meninggal, Apadah ibumu todal mengajarami sopan santun sehingga kamu begini"
PLAK
PLAK
PLAK
__ADS_1
DUKUNG TERUS NOVEL KU DAN KOMEN LIKE DAN SHARE