
"Sayang maaf yah aku baru sempat ke sini karena banyak sekali kerjaan di kantor, yang tak bisa ku tinggalkan" Sandy masuk dan mencium kening ku tanpa merasa bersalah kepdaku akhirat perbuatan ya aku masuk ke rumah sakit.
DEG
aku sedikit tersentak atas sandiwara Sandy, dengan lembut Sandy menyuapi ku makana yang baru saja perawat bawakan untukku, bahkan pria itu tak segan mengelap bibirku dengan tissu
"Kakak lagi tidak bersandiwara kan hmm? "Tanya Melani memincingkan mata kepada sandy, mungkin gadis cantik itu merasa belum percaya dengn sandy.
Desi yang mendegarnya saat Melani mengajukan pertanyaan konyo, ia yakin sandy menyayangi Aluna apalagi wanita itu cantik, mustahil jika sandy tak menyukai istrinya.
"Maksud kamu kakak cuman mu modus gitu! Tanya sandy menuntut jawaban dari sang adek.
"Apaah Aluna menghubungimi untu mneemanimu. " Ucao sandy penuh selidik.
__ADS_1
'Hilih man ada kak Aluna ksih tahu, aku saja bru thu , kakak yang aneh tahu tidak ksih tahu kabar kepada orang rumah. "Jawab Melani yang semakin membuat sandy terpojok kak
" Bukan kaka tidak mau ksih tau mama, papa, krena alun yang melarang kakak ktanya ia tak ingin merepotkan mama, pap, bukankah begitu sayang. "Sandy mentap sang istri yang serba salah.
Setelah perdebatan kecil dengan sang kakak Melani dan desi pamit untuk mengjenguk temanya yang sedang sakit.
" Apa kamu sedang tidak berbohong? Melanin kenpa bisa tahu kamu sedang da disini? " Sederetan Pertayaan yangtidak msuk akal membuatku semakin bingung.
"Apa ku mendengar perkataan Melani tadi bukan mengjenguk ku? ia sedang mencari ruangan temanya yang sakit. jawabku ats Pertayaan Sandy .
" Aku besok ke lur kota aku hrap kamu sudah pulang hri ini, aku tak mau aku yang di salahkan mama dan papa. " ketika sandy duduk di sebelahlu sambil mengyilangkam kakinya.
Ketika HP yang berada di saku celananya bergetar, sepertinya ada panggilan masuk, pria tersebut pun langsung merogoh saku celananya, senyum sumringah dapat ku lait dan aku bisa menebak pasti kk Maura yang menelpon.
__ADS_1
Wntah apa yang mereka obrolan mereka di blik telpon yang jelas yang aku dengar sandy bilang sedang miting. dasar pendusta dan tak punya hati, bahkan tanpa rasa malu sandy dengan entengnya mengatakan jika dirinya sedang merindukan Maura.
"Kenapa kau menatapku seperti itu, apa kamu cemburu? " tanya sandy tanpa malunya prian tersebut tersenyum sambil mengejekku.
"apa aku ada hak cemburu? kamu bukan siapa-siapa bagiku, jadi jangan mimpi jika aku kan cemburu padamu,bahkan jika kau menikah kakakku, aku bahkan takkan pernah cemburu. "Balasku membalas pertuaan konyol pria teraebut, knek sandu keliatan marah atas ucaoanku barusan.
"Perwmpuan bodoh apa maksudmu? apa ku ingin babar-benar menikahi kakakmu? ap kamu siap menjadikan kakakmu sebagai dik madunmadumu. " Sandy menyerigsi lebar sepertinya dia puas membalas ucapanku
" Aku juga tak sudi jika berlama-lama di sini. Aku hanya meminta untuk ku pulang nanti sore, admnistrasi mu sudah ku bayarin jangan lupa byr untangmu kepadaku. " tanya sandy tanpa perasaan walau swbntnya uang itu biayanya krena sakit dan menggalang Aluna harus kembalikan itu uang
"Memalukan kaya harta, tapi miskin hati" Balasku tak kalah sengit
"Diam atau...
__ADS_1
Ap yang kan terjadi apakah berdekatan kerja tetap berjalan atau tidak