
Hujan turun dnwgan deras petir mengema di langit telihat gelap, pentir mwnyambar hingga menembus kaca hingga tubuh ramping seorang wanita yang berada dekapan pria tampan yang merasakan ada pergerakan makin wrat memeluk pinggang sang istri mungilnya tersebut.
Pukul 1 malam huj tak reda lampu padam membuat gadi yang berada di dwkapan Sandy terlonjat menjerit seperti trauma akn kegelapan
"aa.. tolong aku "lirih gadi twrsebut sambil memb3namkan kepalanya ke dalam kedua lututnya, ia sesungguhnya menangis hingga m2mbuat pria yang ada di sampingnya terbangun.
"Hey kamu kenapa ? tenang da aku disini"Dwngan lembut Sandy memeluk erat tubuh dang istri, pri tersebut berusah menenangkan Aluna dengan mengelus lembut rambut panjang snag istri.
" Kamu! kenapa bisa ada di kamarku? "Tanya auna tanpa melepas kedua tanganya yang masih mendekap tubuh kokoh tersebut , ada rasa dami jik ia mencium aroma mint dari tubuh sang suami.
Sandy tertawa geli saat mendengar pertayaan Aluna, rupanya gadis tersebut belum menyadari jika kamar ini milik Sandy.
"Bukan aku yang berada di kamar mu tpi kmu yang berada di dalam kamarku"Ucap Sandy tanpa melepas dekapan ya.
" APA"reflek hadist twrsebut mendorong Sandy hingga mwmbuat pria tersebut terhempas kw lantai dengn posisi telentang untuk Sandy bisa menjaga kepala nya hingga tidak mwmbentur kepala nya
"Aw" Sandy meringis, andai saja saat ini tidak mati lampu, bisa di liat bagaimana wajah Sandy saat ini.
"Maaf aku tidak sengaja, Sandy hey kamu di mana? "Aluna berusaha meraba-raba tanganyatanganya ke segala arah, dan Sandy memanfaatkan keadaan, pria tersebut bergeser manjauh dari kasur dan berdiri tepat dekat nakas.
DUAR
DUAR
DUAR
suara gemuruh petir kembali bersahutan , dengan berbarengan suara melengking Aluna
"Sandy... hiks"
Sandy yang semula ingin mengerjai sang istri malah di buat bingung oleh tangisan Aluna yang keluar.
"Maaf.. cup. cup kamu jngn khawatir aku tidak ke mana-mana kok"
__ADS_1
"Kini sepasang suami istri tersebut merebahkan kembali tubunya ke kasur dengan posisi merek saling berdekatan.
Pagi pun menyapa menggunakan hawa dingin sisa semalam menyambit pagi ini sedangkn di dapur mbok asih sedang sibuk memasak dai heran tdktdk melihat Alun di dapur biasanya subuh dia telah berada di dapur.
"Non Aluna kemana yah kok daritadi enggak ada! apa masih tidur? "wanita itu berguman sesekali matanya melihat ke arah pintu kamar yang biasa Aluna tempati.
'Apa aku bangunan saja Non Aluna'Menolog mbok asih dalam hati.
Wanita parubaya itu pun berjalan enuju ke kamar Aluna dengan hati-hati mbok asih mengetuk pintu kamar Aluna.
TOK
TOK
TOK
"Non bangun sudah siang"Ucap wanita yang mengungkap daster berwarna merah tersebut kau mbok asih memutar onok pintu kamar Aluna.
"Loh kok enggak di kunci"Wanita itupun menimbulkan Kepala nya ke dalam kamar tapi ia mendapati kamar kosong tempat tidur yang rapi seperti tidak di tempati"
Di lantai atas tepatnya di kamar mewah milik Sandy , pri tersebut sudah terbangun sejak tadi , tapi ia asik melihat wajah teduh sang istri ada kebahagiaan melihat pahatan indah wajah istrinya.
"Kenapa aku begitu bodoh tidak menyadari jika istriku lebih cantik dari Maura. ya aku mohon Tuhan biarkan kami bahagia" ucap Sandy dalam hatinya.
Tubuh rampung itu mengeliak mengucek matanya saat membuka matanya ia melihat wajah tampan milik suaminya ia terperangah dan memindai sekitar teruata dia berada di dalam kmar snag suami.
"Maaf aku kesiangan"ucap Aluna kikuk, Sandy semakin gwmas mwlihat wajah imut sang istri walaupun ia baru bangun pesannya tetap terlihat.
Aluna memilih untuk beranjak dari tempat tidur emput tersebut sebelum kakinya turun ke lantai Sandy terlebih dahulu memeluk sang istri dari belakang.
DEG
aluna merasakan ketegangan, rasanya terbesar seolah ada sesuatu dalam tubuhnya. ia ingin rasanya berteriak saking bahagia dalam dekapan sang suami.
__ADS_1
"Kamu" Ucap Aluna yang sedang berusaha melepaskan peykan sang suami dari tubuhnya.
"Aku mohon biarkan kita selalu begini" Balas Sandy Lembut, sedangkan Aluna hanya bisa pasrah toh ini bukan salah, tapi tidak di oungkiri ada rasa ketakutan di hati Aluna jika suatu saat Sandy akn berpaling dan kembali kepada Maura.
"Lepaskan aku dulu Sandy, aku ingin ke kamar mandi dulu"ucap Aluna sejujurnya ia malu mengatakan hal itu.
Sandy tak melepaskan dekapan ya justru ia mengendong sang ist4i ke wc yang berada dalam kamarnya
" Hey Sandy lepaskan aku bisa sendiri ke wc " ucap alun berusaha melepaskan diri dari justru Sandyenciumnya, hal ini membuat Aluna ingin rasanya menghilang detik itu
"Kamu bikin aku tambah gemas sama kamu rasanya udah sana" ucap Sandy menurunkn alun dalam wc Sandy bukanya keuar saat menurunkan Alyna tapi pria tersebut tetap berada di situ
"Klau kamu masih disini bagaimana aku mu pipis" ucap aluna kesal dengan Sandy
"Memngnya kenapa kalau aku disini, tidak ada yanng melarang, toh kami istriku, tidak ada yang bisa melarang ku melihatnya"ucapnya santai sambil tertawa melihat wahh aluna yang kesal.
"Keluar atau kau ku siram Sandy "Aluna sudah beraiap dengan satu tanganya memegang gayung yng berisi air .
" Baiklah istriku jngan mrah-marah nanti cantikmu hilang"Ucap Sandy terkekeh keuar dari keluar dari wc.
Sandy mbuka leptop nya untuk mengecek pekerjaan kemarin yang tidak sempat ia cek krena tingkah konyol Maura.
Alun melangkg dengan pelan ke arah pintu ke luar , ia memutuskan mandi di kamarnya , bisa bahaya jika ia mandi disini.
"Mau kemana? "Sura bariton sany menghentikannya.
" aku mau ke dapur mau membantu mbok asih pasti sibuk" ucap Aluna memutar knop pintu kmar Sandy, tanpa ia ketahui twryata pintu kmr Sandy hanya bisa terbuk dengan remot yang di pegang Sandy dia sengaja ingin berlama-lama bersama AlunaAluna di dalam kamar.
"Buka saja kalau kamu bisa"Ucap Sansy tersenyum penuh arti , dan perlahan Sandy bwrjlan menuju ke depan Aluna dan berbisik
" Beri aku sesuatu baru aku buka pintu ini"....
'Terimakasih para pemabaca yang setia pada cerita yang ku apload aku tunggu yah ulasanya like dan bintangnya aku tak mungkin bisa menulis sejauh ini tampa semangat dari kalian semua.
__ADS_1
Salm sayng dari aku buat kalian dan sehat selalu yah menjalani sekolah ataupun pekerjaan kalian dukung terus semua karyaku yah