
Pukul 11 malam Mobil sandy, memasuki garasi aku yang kebetulan saat itu sedang mengambil air, aku tak bisa menghindar saat ku mendengar suara langkah kaki, justru melangkah ke arah dapur.
Di dekat meja dapur kami pun saling berpapasan meskipun begitu tak ana niatku sam sekali menyapanya, meski ku liat wajah sandy yang masih berstatus suamiku wajahnya sangt kelelahan.
Saat aku sedang berjalan aku mlh terjatuh padahl tidak ada yang menghalangiku dan, sialnya segel air yang ku pegang malah terjatuh mengenai wajah si moster.
Byurrr
"Maafkan aku tak sengaja. "ucapku dengan gugup ddanmembwrsihkan wajhny mengunakan jilbabku.
" Dasar gadis bodoh"tekan sandy sambil menatapku sangat tajam.
"Apa matamu tidak berfungsi gadis kampungan"Makinya padaku sambil menarik jilbab yang ku pake, bahkan aku hrus mengimbangi tarikannya , dapat ku rasakan perih di kepalaku akibat tarikan sandy suamiku sendiri.
" Apa kau sedang mencari perhatianku gadis sialan "
PLAK
Rasa perih ku rasakan di pipiku, bukan lagi rasa perih yang berdenyut akibat tarikan sandy yang kuat ya Allah. hanya perkara segelas air yang tak sengaja terkena wajahnya ia malah menyakiti fisik ku.
__ADS_1
BRAK
Tubuhku terhempas akibat dorongan dari tangan besar suamiku, bhkan punggungku terkena kursi mkan, sakit sekali ku rasa ya Allah.
"Ingatlah gadis sialan jangn perna kau mencoba merayu ku dengan cara licik, aku takkan menyentuhmu camkan itu mengerti. "Setelah ia mencaci maki ku dan menyakitiku secara fisik ia langsung pergi ke kemarnya.
Dengan tertatih-tatih aku berusaha supaya berdiri, m3skipun aku merasa pungggunhkun benar-benar sungguh sakit.
'stttt. aw" Aku meringis karena tak sengaja tngan telunjukku menyentuh bibirku , aku berlalu ke kmar tanpa membersihkan pecahan gelas, saat melangkah kakiku perih ketik aku menunduk aku melihat darah mungkin aku terkenal pwchan gelas tadi.
'akhh. dasar bodoh kenapa kau menyakitinya bodoh. . 'sedangkan di kamar sandy sedang mwrutuki dirinya karena telah menyakiti istrinya, bahkan bebrapa kli ia memululi kepalanya sendiri.
Pagi ini Aun tak keluar kamar membuat sandy khawatir dan mendobrak pintu kmrn ya dan mwn guyur Aluna dengan air
" gadis sialan bangun" menyitam alun dengan air
mbo kau bawah wanita sian ini ke rumah sakit dan aku tak mau membayar perawatan ya dan satu lagi jangan pake mobilku.
Di rumh sakit kini Aluna sedang melakukan pemeriksaan oleh pria berjas putih , menyentuh sedikit luluka Aluna, sementara perawat membantu nya memasang infus dan selang.
__ADS_1
Sementara di ruang tunggu rumh sakit seoesang parubay khawatir dengan keadaan Aluna.
" Mbo tenang dulu, berdoa semoga non Aluna baik-baik saja. " ucao mng tono menenangkan wanita yang memakai jilbab instan tersebut.
Setelah hampir 2 jam menunggu, ruang pemeriksaan terbuka, dari dalm terdapat dokter yang menghampiri mbo asih
"Permisi apa ibu ke Laura dari pasien Alun? " tanya dokter mudah tersebut.
"Iya dok, saya keluarganya"jawab mba asih dengn ramah.
"Begini bu pasien mengalami pembentukan di kakiknya, sehingga mengalami sesak nafas jangn khawatir kami telah menanganinya dan untuk lukanya telah kmi beri antibiotik. "penjelasan dokter mudah itu membuat mbo asih sedikit lebih tenang.
"Maksih dok, apa saya sudah boleh msuk" tanya mbo asih
" Setelah perawat memindahkan ke ruang rawat yah bu" sahut dokter tersebut, mbo asih hanya mengiyakan, dan dokter pamit kepada mbo asih
"Aluna kekuatan sedikit lebih baik, meski Aluna merasa sedikit denyut di kaiinya. "
Sampi saat ini tidak menjeknguk istrinya yang sedang sakit memang laki2 tidak punya hati
__ADS_1