
"Maksudmu suami kakak kamu Maura" Tanya aldy yang memotong ucapanku.
Aku makin tergagap mendengar Pertayaan Aldy, apa aku hrus jujur mengatakan bahwa itu suamiku, ah bagaimana jika Aldy tak percaya padaku.
"Bu.bukan itu suami temanya, aetahuku begitu sih. "jwabku sekenanya. Biarlah aldy yang menilai bagaimana kak Maura , tak peduli ku, toh kak Maura tak perna menganggapku.
'
Selesai kami menikmati makan aku pamit kw aldy ke toilet, kerena kantung kemihku terasa penuh.
Di dalm toilet aku mendengar suara kak Maura yang sedang melakukan panggilan telpon
"Aku juga kangen sam kamu, lusa kita ketemuan di tempat biasa. See tau muach. " Ucapa kak Maura mengakhiri telpon ya.
Aku sengaja berlam-lama di toilet , aku tak ingin jika keluar aku kepergik kak Maura. Setelah merasakan cukup aman aku keluar dari ruangan yang mulai pengap itu, ku liat dulu pwnampilanku di cermin.
Baru saja keluar tanganku di cekal
"Sandy"Mataku berjalan melihat twryata sandy yang mencekam tanganku.
" ngapain kamu di sisin8? apa kamu mwngikutiku hmm? "Tatapan manik hitamnya yang tajam menuntut penjelasanku.
__ADS_1
" Percaya diri sekali kamu. "jawabku menipis tangan sandy.
" Kurng ajar kamu" Sandy mwnekan kedua rahangku dengan kuat.
Bruk
Tiba-tiba aldy sudah berada di antara aku dengan sandy bahkan aldy memukul sandy tepat di mukanya, spontar sandy melepaskan cekramanya dari rahangku karena tubuhnya terdorong ke belakang kibat phkulan dari aldy.
"Cih dasar wanita murahan, sudah bersuami tami masih jan dengan pria lain, sekali ulang tetap ******. "jwab sandy sambil membung ludanya di depan kami, aldy milirikku aku tahu pasti aldy kebingungan.
"Ap maksudmu wanita bersuami? " Tanya aldy kepada aldy karena penasaran.
"Apa kamu tidak tahu wanita di sampingmu itu sudah memiliki suami? "Sahut sandy menyeringai
"Kau tak jauh berbeda denganku wajar lah klau aku slingkuh aku seorang pria, kamu kan tahu jauh tentang agama hmm, " Sandy mwngibaskan tanganya, dan dapat ku liat sorot tajam matanya menatap ku.
"Bwah aku dari sini" Lirihku kepada aldy , memang ku sadar aku salah jalan dengan berduaan dengan aldy tanpa sadar statusku seorang istri.
saat ini mereka sedang berada di dalam mobil menuju rumah
"Apa kmu tidak mu menjelaskan sesuatu dengan
__ADS_1
nku" Ucap aldy terdengr dingin aku tahu pasti pria ini kecewa dengn ku karena membohongi nya.
"Tak perlu ku jelaskan, maaf karena tidak jujur denganmu"
"Apa kau mencintainya"Suara aldy terdengr lirih bahkan tatapan matanya sedikit sendu.
" Pa ku pernah melihtku jatuh cinta? hidupku hanya ku ku abdikan pada keluarga PP kandungku. "Jawabku yang kini terisak
" Apa ku di jodohkan denganya. "Lagi-lagi sandy bertanya tentang sandy.
Aku hanya mengeengkan kepalaku dan rasanya ingin sekali aku teriak dan mengungkapkan rsa lelahku.
" Aku hanya membantu papa supaya tidak mlu arema kak Maura melarikn diri dari acara pernikahannya dengan sandy, aku tak punya pilihan lain selain menerimanya krena saat itu papah ada hutang dengan keluarga sandy. "aku menjelaskan secara detail.
" Maaf " jawabnya lirih
" lupakan saja, seharusnya aku yang minta maaf krena membohongimu dan melibatkanmu dalam urasa n rumh tangga ku yang rumit ini"
Sepanjang perjalanan m. nuju rumah sandy tidak ada lagi obrolan kmi berdua, hanya suara mesin mobil yang lalu lalang. setelah itu kami telah sampi dan aldy pamit pulang duluan.
Dengan langkah sedikit ragu aku melangkah memasuki rumah mewah itu, ku liat gerasi mobil sudah terparkir, mungkin pria itu sedang menungguku seperti biasa menghina dan mencaci maki ku.
__ADS_1
Belum juga membuka pintu kmr suara bariton yang mengelegar mengagetkanku
"Punya nyali juga kamu pulang hahh!.