
"Kamu cuman bercanda kan sayang? " Mama mertua mentap wajahku, menuntut agar aku berbicara yang sebenarnya.
Masku dadaku berdebar , tapi aku mencoba bersikap tenang, jangn sampai mama salah pam dengan anaknya. dan jika sansy tahu aku berbicara dengan mama, aku yakin pria moster itu akan semakin menyiksaku.
"Mma tenang saja Alun bekerja disin8 cumn ngisi waktu luang aja ma. Lagian tokoh ini milik temanya sahabt Aluna. "Jawabku sambil mwngengam tangan mama, aku sebisa mungkin mwnyakinkan wanita baik hati tersebut.
Mama Lestari memindai wajahku dalam, Semoga mama Lestari percaya semua ucapanku.
Akhirnya senyum indah terbit dari bibir mama, dia usap sebelah pipiku dan berkata
"Kau memang wanita mandiri, mama hrap kamu dan sandy akan selalu rukun yah, jangn lupa beti mma juga cucu. "Wanita cantik tersebut terkikik krena ucapanya berhasil membuat ku bwrsemu merah.
" Maafkan Aluna yah ma, mungkin suatu saat mama akan kecewa atas perbuatan Aluna. Alun berharap mama takkan perna membenci Aluna."Ucapku dalam hati, sungguh mam Lestari adalah salah satu wanita yang ku kenal, bahkan kehadiran mama mmpu mengobati rasa rinduku kepada sosok mm yang sudah lama meninggalkanku.
"Yah sudah deh, maam pulang duluan , mama ada janji dengan teman mama. kamu jangan pulang kw sorean nanti sandy kesepian. "Mm Lestari mencolek pipiku.
"Siap ma"Ku angkat kedua jempolku tanda menyetujui ucapnya.
Drt.. dert.. D rt.
Suara hpku berbunyi yang berada dalam tas , sepertinya ada panggilan masuk, ku rogoh tas mungilk,twrtara nma si moster
__ADS_1
(Hei gadis bodoh, kamu bilang apa sama mama? sudah bosan hidup rupanya kakau? dasar dungu)Suara makian sandy membuatku terkejut sehingga pinselku ku jauhka dari telingaku rasanya telingaku sakit akibat suaranya yang kerasa itu.
"Maksudmu" Tanyaku santai aku yakin mam telah wn ceritakan pertemuan kami.
(Kau bilang apa tadi sama mama hh? bukanya sudah ku bilang untuk berhenti bekerja, kau membuatku dalam masalah)
Turut..
Belum ku jwab semua jmptan sandy telepon terputus
Pukul 5 sore ku putusin untuk pulang ke rumah krena jika kak Maura masih di San aku takkan bisa menahan emosiku.
"Sudah mau pulang" Tanya kak Aldy kepadaku
"Iya" Jawabku singkat
"Aku antar pulang yah, tapi sebelum itu temani aku makn dulu."Ucap pria berlesung pipi sambil mwngedipkan sebelah matanya.
"Hanya menemani kah" ucapku sambil tersenyum kepadanya.
"kamu ada-ada aja, maksudku kita makan. " ucapnya sambil mencubit lenganku.
__ADS_1
"aww sakit aldy " Pura-pura ku merajuk, sepertinya kehadirannya bisa menjadi sedikit pelipur laraku.
"Maafkan aku, Luna kpan kamu lulus? Tanya aldy memecahkan keheningan karena semenjak tadi aku mantap keluar jendela mobil
"mm 1 tahun lagi aku akan lulu doakn saja mudah-mudahan cept selesai" jawabku mentao kendaraan yang lalu lalang.
Setelah itu kami turun karena telah sampai di restoran si food turut aldy tak lupa mkanan kesukaanku.
Baru saja ku letakkan bokongku di kursi pandanganku melihat pria yang ingin sekali ku hindari
"Kamu kenal Luna daritadi tidak bisa diam. "Pwrtayaan sandy sama sekali tak ku gubris aku mantap sandy dan mura yang menikmati makannya.
Aldy yang merasakan curiga pun melihat arah pandangku
" Luna bukanya itu kakak kamu Maura"Ucap Sandy menyadarkanku.
"i.. iya itu kak Maura"Jawabku gugup
"Apa itu pacarnya? " Lagi-lagi aldy bertanya
"Bukan pria itu suami-
__ADS_1