
Aku menatap swndu kepada kedua orang yang manatap ku remeh, bahkan sandy merangkul mesra kak Maura ke dalam rumah kami.
"Non" Usapan lembut tangan mbo asih membuyarkan ku padanganku kepada sepasang kekasih.
"Aku baik-baik aja mbo" jawabku kepada wanita yang menatapku iba.
"Hai Aluna apa kabrmu adikku? apa kamu bhgia hmm?. " Tanya Maura sambil berjalan mendekatiku.
Aku berusaha menutup wajahku sebisa mungkinaku berusaha setenng mungkin, meskipin aku tahu akan sia-sia.
"Kabrku baik kak, oh tadi mm kesini menceritakan semua tentang kepulangan kakakdan mm juga menyuruhku melepas sandy. "Ucapku menatap pria yang sedang memasukkan kedua tanganya ke saku celana nyanya, dapat ku liat wajah terkejut dari pria tampan tersebut.
"Bagus dong kamu jadi sekrang aku akan sering kw rumah calon suamiku, benar kn sayang".Bersikap sedikit manja aku tahu dia ingin membuatku cemburu
"Maaf kak jika ingin bercumbu, jangan di rumah ini, jangan membuat rumah ini menjadi suram, karen menjadukn rumah ini tempat berzina, bukan begitu mas. "Ucapku berani entah darimana keberanianku berbicara begitu dengan mereka
"Diam kamu berhak mengurisi kami,jngan ikut campur mulai sekarang Maura kemabli menjdi kekasihku."Sahut Sandy enteng
Swtelah kedua mnuaia tak punya hati berdebat dengan ku mereka naik ke ats, ku tebak pasti mereka ke kamar Sandy, terserah ap yang mau mereka lakukan, aku tak mau mengurusi mereka hidup ku berharga jik hanya memikirkan mereka.
__ADS_1
"Non sabar yah, semoga dwn sandy segera mencintai Non Aluna"mbo asih berkata menguatkanku
"mbo tenag ku punya cara sendiri membalas klakuan bejat mereka.
Setelah itu aku memasuki kamarku bersiap-siap untuk ke tokoh bunga tante Hesti
seperti biasa aku menutup jarku karena aku takut sewaktu-waktu sandy masuk ke kamarku.
"Mau kemana kau ******" Suara berito dari arah belakangku teryata sandy suamiku yang sedang memiliki penampipanku.
"aku mau ke tokoh bungmn, kan seperti biasa aku mu mencari uang, meskipun aku seorang istri konglomerat"Sengaja tekanku agar dia berpikir aku tak pernah bergantung padanya.
" Bilang saja kamu ingin mwnjajakan tubuhmu ke orang lain, jangan menyalahkan orang lain", tertawa mengejek
"KAU" Wajahnya memerah mendengar perkataanku wajhny sangat mutka krena perkataan ku membahagiakan wanita selingkuhan ya.
"Pergi dan jangan kembali"makinya menunjuk ku
"Tak masalah"
__ADS_1
Ku tinggalkan saja pria yang msih saja memakiku aku tak peduli, semoga saja keluarganya mengetahui kebusukan mereka.
Dwngn mwnaiki ojek langgananku kini aku telah tiba di tokoh bunga milik tante Hesti, sepertinya kios hari ini cukup ramai kh liat mobil bejejer di depan kios, tapi tunggu sepertinta aku mwngenalu salah satu mobil mewah berwarna merah menyala itu bukannya itu mobil milik mma lestari
"Aluna untung kmu datang tante kewalahan banget hari ini sayang" ucap wanita cantik itu ramah dia adalah tante Hesti pemilik tokoh bunga
"Iya tante kebutuhan hari ini Aluna libur kuliah, mkanya bisa datang lebih awal"aku letakkan tas kecilku di meja kasir.
Aku menengok kiri kann mencari keberadaan mama Lestari aku yakin, jika mertua nku melihatku bekerja sebagai pelayan disini pasti dia memarahiku.
saat aku melayani tamu aku mendengar suara tak asing.
"Sayang kok kamu disini"Tanya mama lestari kepadaku.
"Mama" ku salim tangan mam mertuaku kemudian mencium kedua pipiku sambil tersenyum.
"kamu belum menjawab pertanyaan mamamama, sedang apa kamu disini sayang? kamu juga membilkn bunga untuk sandy?"Tanya mam meledek ku.
Sebelum aku menjawab pertayaan mama mertuaku, aku berusaha menetralisir dwguman jantungku. semoga saja mama mau mengerti.
__ADS_1
"Aku berkerja disini ma"
"Apa! "