Pengorbanan Seorang Istri

Pengorbanan Seorang Istri
apartemen mayang


__ADS_3

mayang sangat kaget kenapa tuan andre bisa tau tempat tinggalku apakah dia mengikutiku,atau dia memata-matai ku itulah pertanyaan-pertanyaan sekarang ada di fikiran mayang


sambil menyiapkan minum mayang yang keliatan masih bingung langsung tersadar dari lamunan dan segera membawakan minum ke depan untuk tuan andre


"silahkan diminum tuan"


mayang meletakkan minuman yang dia bawa tadi dari dapur, dia meletakkan dengan sangat hati-hati dan gemetar andre tersenyum kecil melihat itu,rupanya memang kedatangan andre sebuah kejutan untuk mayang


baru aku melihatmu sangat tegang biasanya kau akan bersikap penuh rasa hormat dan sepertinya saja terkesan dingin dan menjaga jarak


hari ini aku bisa melihat ketenangan di wajah yang biasa aku lihat tak nampak lagi malam ini begitulah andre berbicara dalam hatinya


andre meminum minuman yang di suguhkan mayang


nampak mayang masih resah dilihat dari wajahnya


kembali mayang bertanya


"tuan ada perlu apa datang kesini ?"


andre melirik mayang memandang wajah mayang


"tidak ada aku hanya mampir saja,karna jika di RS bertemu aku kamu terlalu formal kepadaku ,aku hanya ingin kau lebih santai berbicara terhadap ku "


mayang hanya mengigit bibir bawahnya dalam hati mayang bingung apa yang harus aku lakukan gak mungkinkan aku mengusirnya,ya tuhan aku harus bagaimana


andre duduk dengan santai tak banyak bicara hanya banyak memerhatikan mayang saja


itulah yang membuat mayang risih dan tak tau harus bagaimana sekarang


"kau tinggal sendri disini ?"

__ADS_1


itulah kata yg keluar dari mulut andre memecahkan keheningan dari tadi


"iya tu...tuan"


bicara mayang masih terbata-bata dan tegang


"sepertinya aku datang di saat yg tidak tepat aku pamit pulang"


andre beranjak dari duduknya,mayang bergegas mengikuti andre yg sudah berdiri


"maaf tuan"


itulah kata yg mayang ucapkan


"kenapa minta maaf kau tak salah"


andre berjalan keluar meninggalkan apartemen mayang


mayang menutup pintu dan langsung bersandar di belakang pintu sampai menjatuhkan tubuhnya ke lantai


mayang masih tak habis fikir ada apa dengan tuan andre itu datang tiba-tiba aku rasa diriku dan dirinya tidak punya urusan lagi setelah luka dia sembuh


mayangpun masuk ke dalam kamar dan mengeringkan rambutnya


dia pun baru sadar klo rambutnya masih dibungkus handuk mayang setengah menjerit


"agrrrhhhhhh"


mayang baru sadar penampilan dia tadi di depan andre dengan handuk masih di kepalanya


bodoh-bodoh habislah harga diriku mayang pun menggerutu sendiri

__ADS_1


sementara andre di mobil hanya tersenyum-senyum sendiri dia sedang mengingat-ingat expresi mayang pas tadi dia datang ke apartemennya sungguh lucu dan menggemaskan


bahkan mayang seperti anak kecil ,seperti bocah SMA akhirnya andre bisa melihat sisi lain diri mayang yg hidupnya terlalu serius


eh tapi sebenarnya andre dan mayang sama saja dua orang itu sama - sama terlalu serius menjalani hidupnya


Johan di mobil hanya diam-diam melirik bosnya diam-diam


dan kini Johan mengerti sepertinya andre benar-benar tertarik dengan mayang karna sejauh Johan kenal dari mereka kecil karna mereka sepupuan Johan baru melihat sisi andre yang ini


mendatangi rumah perempuan tiba-tiba dan menyuruh Johan mencari informasi tentang perempuan itu.


Johan sepanjang kenal andre tak pernah andre seperti ini yang ada perempuan semua mengejar dia andre mana peduli sama perempuan-perempuan itu dia cuek


tapi berbeda dengan mayang bahkan andre sendri yang mendatanginya


hebat kau mayang bisa buat seorang andre yang pemarah, dingin ,selalu seenaknya saja mulut pedas tapi malam ini dia mau datang ke apartemen perempuan dengan gentlenya


Johan masih penasaran apa yang sebenarnya membuat andre tertarik dengan mayang


mobil pun sudah memasuki gerbang utama rumah tak lama sampai depan rumah sopir membukakan pintu untuk andre


Johan turun duluan dan membawa tas kerja andre


"gak usah anterin gw ,langsung istirahat aja lu "


andre mengambil tas kerja dari tangan Johan dan berlalu menuju kamar


"jangan penasaran masalah gue sama mayang lu cukup menuruti apa yang gue perintahkan saja"


andrepun berlalu ,Johan menggaruk kepala dari mana dia tau klo sedari tadi di mobil Johan sedang menebak-nebak andre dan mayang

__ADS_1


johan pun merinding bahkan dia tak bersuarapun andre bisa membaca fikirannya


Johan pun berlalu menuju rumahnya di belakang


__ADS_2