
di kantor andre sedang mengepalkan tangannya
"praaaak"
gelas di depan dia pun dia lempar Johan hanya memejamkan matanya melihat bosnya sedang murka
kemarahan andre tidak lain tidak bukan adalah karena mayang bertemu zaky
andre sudah menyadari ponsel mayang dan ada orang suruhan andre juga yang mengrimkan foto mayang sedang berpelukan dan zaky di taman
mata andre sangat merah tatapan yang membunuh
"pulang sekarang jo"
andre keluar dari ruangannya Johan mengikuti dari belakang
andre pun sudah keluar dari kantor dan mobil sudah menunggu di lobby Johan membukakan pintu untuk andre
dan mobilpun melaju dengan cepat andre masih dengan emosi yang menguasai dirinya
sementara mayang sedang asyik di dapur menyiapkan makan malam untuk andre
mayang tidak tau petaka apa yang akan terjadi dia masih asyik dengan peralatan masaknya
andre telah melewati gerbang rumahnya yang sangat mewah dan setelah mobil berhenti de depan rumah andre langsung turun dari mobil
andre berjalan dengan gagah terlihat ketampanan dan aura membunuhnya
"pak min dimana mayang"
tanya andre dengan nada tinggi
"non mayang sedang memasak di dapur"
andrepun langsung menuju dapur
mayang menghampiri andre
"mas sudah pulang"
andre menarik mayang dengan kasar
__ADS_1
"ikut aku mayang"
andre menarik tangan mayang dan menaiki tangga menuju kamar mayang meringis kesakitan dan tangan mayang sudah memerah akibat terlalu kuat andre menarik tangan mayang
"mas sakit"
itulah kata-kata yang terucap dari mulut mayang
andre tidak peduli sesampainya di kamar andre melepaskan tangan mayang dan menghempaskan tubuh mayang ke kasur
mayang menangis mayang bingung kesalahan apa yang mayang buat sampai andre se kasar ini
"kau tau apa salah mu"
suara andre andre membuat tubuh mayang gemetar
"aku ti....ti...dak tau ma..mas"
mayang sudah gemetaran
"sadarkah kau sekarang kau adalah istriku mengapa kau bertemu laki-laki itu lagi apa kau sadar telah menyakitiku dan menghilngkan kepercayaan ku"
mayang menangis dan bangun dari tempat tidur
andre mendekati mayang mayang berjalan mundur sampai mentok tembok dan tidak bisa mayang mundur lagi
kedua tangan andre mengunci tubuh mayang
"kenapa kau bertemu laki-laki itu tidak meminta izin padaku apakah kau tidak menganggapku sebagai suamimu"
"jeduuuaaaarrr"
tangan andre menonjok tembok mayang memejamkan matanya
"apa kau sadar kau telah melukai perasaanku apa kau sadar aku sangat marah dengan kelakuan mu"
kembali tangan andre menonjok tembok lagi untuk melampiaskan kekesalannya mayang menutup mulut nya menahan tangis
"mas jangan lukai dirimu lagi"
tangan andre sudah banyak mengeluarkan darah karena andre meluapkan kekesalannya kepada tembok kepada kaca di kamar karena andre tidak mungkin meluapkan kekesalannya untuk memukul mayang andre tidak akan tega mayang adalah perempuan yang andre inginkan dan andre sangat mencintai mayang
__ADS_1
darah segar sudah keluar dari tangan andre mayang meraih tangan andre yang sudah berlumuran darah tampak andre membuang muka mayang memeluk andre tetapi andre melepaskan pelukannya mayang memeluk andre lagi andre hanya diam tidak membalas
"maafkan aku mas aku bertemu dokter zaky hanya untuk meluruskan masalah kemarin yang sebelum kita menikah dan memberi dia pengertian untuk melupakan aku karena aku sudah punya suami"
"lalu mengapa kau diam saja dipeluk olehnya?"
mayang melepaskan pelukannya dan bersimpuh di bawah kaki andre
"maaf mas aku bukan istri yang baik dokter zaky memelukku mungkin terbawa suasana hik hik hik aku tidak lama langsung melepaskan nya"
mayang melihat darah segar dari tangan andre dan sudah banyak menetes ke lantai
mayang kembali meraih tangan andre
"mas aku akan mengobati mu hik hik kenapa kamu melukai dirimu sendiri"
andre melihat mayang
"semua karena ketidakjujuranmu"
mayang kembali menangis dan tertunduk
"mas biarkan aku mengobati luka mas dulu setelah itu kau boleh menghukumku"
mayang menuntun andre duduk andre hanya menurut saja karena rasanya jika sudah berhadapan dengan mayang andre luluh mayang langsung mengambil peralatan medis dia
mayang dengan telaten membersihkan luka andre sambil menangis sesekali mayang mengusap air matanya andre mencuri pandang melihat mayang yang sedang mengobati luakanya
"ini sangat dalam pasti masa sangat sakit"
kembali air mata mayang mengalir dengan derasnya
"maafkan aku mas"
sambil mengobati luka andre mayang tidak berhenti nya meminta maaf dan menangis mayang berfikir semua gara-gara dia karena bertemu zaky tanpa izin andre suaminya dan mayang sangat merasa bersalah atas perbuatannya
di dalam hati andre berfikir mayang perempuan yang sangat sabar
bahkan meskipun andre telah membuat memar pergelangan tangan mayang akibat tadi andre
terlalu kuat menarik tangan mayang
__ADS_1
andre melihat pergelangan tangan mayang yang sudah memar tapi mayang tidak memikirkan tangannya justru mayang sibuk mengobati andre
benar-benar perempuan penyabar