Pengorbanan Seorang Istri

Pengorbanan Seorang Istri
dokter rena


__ADS_3

saat andre kembali ke kamar mayang masih rebah di sofa posisi tadi belum bergerak sama sekali


andre mendekati mayang


"kau lapar sayang?"


mayang mengangguk


andre pun memanggil pak min untuk membawakan makanannya ke dalam kamar karena andre tidak tega melihat tubuh mungil mayang yang sangat tidak berdaya sehabis dia terkam semalam wkwkwk


tidak lama pak min membawa makan ke dalam kamar


"tok...tok"


"masuk"


jawab andre


"tuan silahkan makanannya "


pak min meletakkan makanannya di meja depan sofa


"terima kasih banyak pak min"


mayang tersenyum ke pak min


"sama-sama nyonya"


pak min pun pamit keluar dari kamar


andre mengambil makanan yang di bawa pak min dan mulai menyuapi mayang


mayang pun tidak menolaknya dia menerima nya


"mas kamu juga makan"


andre sedang mengelap mulut mayang tampak telaten mengurus mayang (ya gimana gak telaten udah dapet jatah wkwkwk)


"nanti setelah selesai nyuapin kamu makan aku akan makan yang terpenting kamu dulu"


mayang mengambil sendok dan piring yang sedang andre pegang dan mayang berbalik menyuapi andre


oh tentu saja andre sangat bahagia melihat perhatian mayang pada dirinya


"sayang boleh aku minta lagi"


andre bertanya dengan santai muka mayang merah dan malu sekali

__ADS_1


"ini saja aku masih sakit mas"


mayang memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari andre


andre tersenyum


"aku hanya becanda"


mereka menghabiskan semua makanan yang di bawa pak min hari itu mereka hanya di kamar saja seharian


tapi andre seperti anak kecil selalu bermanja dengan mayang


mayang merasa kondisinya sudah lebih baik dan dia hendak bangun turun dari tempat tidur


saat bergeser mayang merasa sangat perih dan sakit jika bergeser ingin duduk atau ingin berdiri


"aaahhkkkhhh"


kata-kata itulah yang keluar dari mulut mayang


menahan sakit


andre langsung bangun mendengar mayang kembali merintih kesakitan


"sepertinya harus memanggil dokter"


tiba-tiba tangan mayang menahannya


"jangan mas"


andre tidak mendengarkan mayang akhirnya andre menelpon seseorang untuk segera datang kerumahnya


"datang cepetan lo kerumah gue istri gue sakit gak pake lama 10 menit harus udah sampai"


andre langsung mematikan telponnya


mayang melihat ke arah andre betapa kasar dan dinginnya suaminya ini berbeda sekali jika sedang bersama mayang manja seperti anak kecil


tidak lama menunggu akhirnya seseorang mengetuk pintu


"tok....tok"


andre menyuruhnya masuk yang datang ternyata pak min di susul dengan dokter rena di belakangnya


mayang kaget karena ternyata yang di telpon andre dokter rena


"kakak"

__ADS_1


mayang membulatkan matanya tanda tidak percaya


"mayang"


rena berjalan ke arah mayang dan langsung memeluk mayang


"kamu sakit apa hmmm?"


rena sambil memeriksa bagian tubuh mayang muka,kening tapi rena merasa aneh mayang tidak demam


"apa yang tuan muda lakukan kepadamu tuan muda dingin sedingin es balok"


sambil rena melihat ke arah andre


"tidak ada kak"


mayang menunduk malu rena heran dan kembali menatap andre


"mayang sakit apa ndre"


rena bertanya kepada andre dengan bingung


"aku semalam melakukannya kepada mayang dan itu yang pertama kali bagi mayang aku tidak tega melihat istriku kesakitan terus"


mayang tampak menunduk malu andre berjalan dan duduk di samping mayang dan membelai rambut mayang


mayang sangat malu andre melakukannya depan rena


"May buka celana bu biar aku periksa"


mayang tampak mengigit bibir bawahnya dan menunduk malu


"ayo may tidak usah malu tidur dulu biar aku periksa"


mayang tidak juga membuka celananya


"biar aku saja yang membukanya"


andre akan membuka celana mayang tapi mayang menahannya


"jangan mas"


tolak mayang dengan lembut


"aku suamimu aku sudah melihat semua yang ada pada tubuhmu akupun sudah melakukannya kau istriku kenapa merasa harus malu"


rena pun ter heran-heran ternyata seorang andre sangat penyayang jika menyangkut wanita yang di cintainya dan masih tidak berubah selalu berbuat seenaknya

__ADS_1


tapi rena dari situ baru sangat yakin bahwa andre tidak main-main kepada mayang andre sangat mencintai mayang bagaimana andre bersikap dan memperlakukan mayang tidak bisa diragukan lagi bahwa andre memang tergila-gila dengan mayang


__ADS_2