
mayang masih terpaku menyaksikan kedatangan andre ke klinik
"tu...tuan tau dari mana saya disini?"
"tak perlu kau tau aku tau dari siapa ,apakah pekerjaanmu sudah selesai ayo ikut denganku"
mayang meminta andre menunggu sebentar dan dia kembali dengan membawa tasnya segera menghampiri andre yg sudah menunggu
mayang sudah membuka pintu mobilnya mata andre melotot kepada mayang
"apakah kau akan mengendarai mobil sendiri "
mayang tak jadi membuka pintu mobilnya dan tertunduk
"ikut mobilku"
andre meminta mayang untuk satu mobil dengan andre
kembali mayang mengikuti apa yg andre katakan mayang tak ada pilihan lain selain menurutinya
mereka berdua sudah di dalam mobil mayang tampak gugup dan serba salah mungkin memang saat ini mayang duduk di samping andre tapi fikiran mayang entah sudah kemana
andre sesekali melihat ke arah mayang,mayang hanya memandang kedepan dengan tatapan kosong
"mayang"
mayang masih terdiam di saat andre menyebut namanya
"mayang"
__ADS_1
andre memanggil dengan nada sedikit keras,mayang terperanjat dan langsung sadar dari lamunannya
"ma...maaf tuan ada apa?"
mayang melirik andre dan menunduk kembali
"kau pasti belum makan siang, kita makan siang dulu"
andrepun berhenti di sebuah restoran mewah yang pemiliknya tak lain adalah dia sendiri
mayang dan andre turun dari mobil,mayang masih salah tingkah ,bahkan dari tadi di klinik sampai sekarang mau makan pun mayang masih menggunakan blazer putih dan di blazer putih itu ada nama (dr.mayangsari wardhani .sp.pd )
"kau tak melepas blazermu"
mayang terperanjat
"apa maksud tuan"
"lihatlah dirimu bahkan dari tadi kau tak melepaskan blazer putihmu"
andre melirik mayang dari atas sampai bawah ,mayang segera membuka bajunya
hari ini mayang menggunakan rok hitam sepan di bawah lutut ,memakai sepatu dengan hak tidak tinggi dengan rambutnya terurai dia atas pinggang dengan rambut ikal dibawah
pokoknya sangat sederhana dan cantik andre meraih tangan mayang dan mereka berpegangan tangan
mayang hanya menggerutu di hati ,apa ini kenapa dia memegang tanganku ,aku harus bagaimana banyak fikiran dalam hati mayang yang semakin bingung dengan tingkah andre
sesampainya di meja andre melepaskan tangan mayang dan mempersilahkan mayang duduk
__ADS_1
"kamu suka makan apa"
andre sedang memilih-milih menu
"terserah tuan saja"
mayang masih malu-malu
"baiklah percuma berbicara kepadamu semuanya terserah aku ,bahkan jika aku memberimu racun mungkin kau akan makan juga"
andre pun meletakkan buku menu dan sudah memesan makananya ,andre masih memperhatikan mayang yg masih menunduk dan banyak kebingungan di wajahnya
mayang dan andre makan siang berdua ,memang makanan itu semua rasanya sangat enak dan sempurna
hanya mengapa lidah mayang tak merasakan kenikmatan itu mungkin saking mayang grogi dari tadi jadi tidak bisa menikmati makanan yang dihidangkan di depan mayang
mereka sudah selesai makan dan andre beranjak dari tempat duduk mayang pun mengikuti andre kembali andre memegang tangan mayang lagi semua mata karyawan tertuju pada mereka mayang menunduk malu ,karna siapa yg tidak tau bahwa andre adalah pemilik restoran itu ...
mayang bingung dan aneh dengan sikap andre yg tidak dia mengerti,di dalam mobil mayang memberanikan diri untuk bertanya
"tuan maaf sebelumnya sebenarnya ada apa tuan ada keperluan apa dengan saya"
itulah kata- kata yang terlontar dari mulut mayang
andre dengan santai menjawab
"tidak ada aku hanya ingin bersamamu"
mayangpun kaget dan seperti rasanya kepalanya pusing ingin rasanya dia pingsan dan setelah bangun mayang berharap ini cuman mimpi,tapi sayangnya ini bukan mimpi ini kenyataan
__ADS_1
mayang menelan salivanya dan kembali menunduk bingung harus jawab apa tak ada kata-kata lagi yang mau mayang tanyakan ini saja sudah membuatnya syok berat dengan jawaban andre yang seperti itu