Pengorbanan Seorang Istri

Pengorbanan Seorang Istri
kehidupan setelah pernikahan


__ADS_3

sudah seminggu sejak andre dan mayang menikah saatnya mayang beraktivitas seperti biasanya yaitu mulai bekerja di RS lagi


andre masih tertidur pulas dan mayang membangunkannya


"mas bangun subuh kita ibadah shalat subuh dulu"


andre pun dengan malas membuka matanya dan bangun langsung menuju kamar mandi tak lama andre keluar dari kamar mandi dan seperti biasa mayang akan memakaikan baju untuk andre dan mereka pun shalat berjamaah


sebelum menikah dengan mayang andre bukan orang yang taat beribadah tapi setelah nikah dengan mayang apalagi dia mendengar ceramah penghulu waktu dia dan mayang menikah andre sadar menikah bukan hanya mengucapkan ijab dan qobul saja melainkan harus menjadi imam yang baik untuk istri jadi andre sangat bersyukur bisa menikahi mayang karena mayang membawa perubahan besar pada dirinya tentunya perubahan ke arah yang lebih baik


bahkan semenjak menikah dengan mayang andre sudah tak pernah pergi ke club malam lagi


setelah selesai shalat mayang hendak keluar kamar


"kamu mau kemana May"


andre menarik tangan mayang


"aku mau masak buat kamu mas katanya aku boleh bekerja ke RS asalkan selalu melayani semua kebutuhan kamu dan kamu mau aku yang masak untuk kamu setiap hari"


andre tersenyum puas


"kau juga harus mengirimkan makan siang ke kantorku dan harus kau sendiri yang mengirimkannya setiap hari"


mayang pun menarik nafas panjang karena andre hanya memperbolehkan mayang di RS hanya dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang setelah itu waktu mayang hanya boleh di pergunakan untuk mengurus andre


soal urusan di klinik bahkan andre sudah membayar dokter lain untuk menggantikan mayang karena andre tidak mau istri cantiknya ini tidak ada waktu untuk dirinya


"ya kau sudah menikah aku adalah prioritas utama kamu bahkan jika kau sudah mengandung anakku tidak akan ku biarkan kau bekerja,nikmatilah pekerjaan mu di RS meskipun hanya setengah hari setidaknya aku masih berbaik hati mengijinkan mu bekerja"


mayang pun mengagguk pelan mayang tidak berani membantah suaminya ini karena mayang sangat takut dengan ancaman-ancaman yang akan menyerangnya jika membantah

__ADS_1


andrepun kembali tidur dengan masih memegang tangan mayang dia taruh tangan mayang di pipinya mayang perlahan-lahan melepaskan tangannya dan keluar kamar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan


waktu menunjukan pukul 7 pagi


"tidak terasa memang kalau waktu pagi rasanya begitu cepat,bik tolong siapin masakannya semua di meja makan ya aku mau mandi dulu"


mayang berbicara kepada salah satu ART dirumah andre


"baik non"


mayangpun segera ke kamar dan melihat andre masih tertidur pulas


mayang tak membangunkan andre mayang menuju kamar mandi dan setelah selesai mandi mayang sudah rapih dengan pakaian kerjanya


"mas bangun udah siang"


andre menyipitkan matanya


mayang sedang memakai jam tangan


"sudah pukul 7.20 mas"


andre pun memejamkan matanya kembali


"masih pagi may"


mayang membuka selimut yang menutupi seluruh badan andre


"mas bangun harus semangat"


mayang membuka goreng di kamar dan cahaya pun masuk ke dalam kamar

__ADS_1


andre segera pergi ke kamar mandi mayang menyiapkan baju kerja andre dan tak lama andre sudah selesai mandi andre memakai pakaian yang di siapkan mayang


mayang membantu mengancingkan satu persatu baju andre,memakaikan dasi andre


"mas duduk biar aku pakaian sepatunya"


andre pun menurut untuk duduk


mayang memakaikan kaos kaki lalu di lanjut dengan memakaikan sepatu sekarang andre sudah siap berangkat sekolah wkwkwk eh salah berangkat kerja maksudnya


andre beranjak dari duduknya mayang yang akan membuka pintu langsung tertaha karena andre memeluk nya dari belakang dan menciumi leher mayang


"mas jangan mau kerja malu"


karena mayang ingat terakhir kali andre meninggalkan tanda merah banyak sekali di lehernya sampai mayang malu untuk keluar kamar


andre tersenyum dan melepaskan pelukannya


mayang dan andre berdua menuruni tangga masih dengan andre menggenggam tangan mayang


Johan sudah menunggu di bawah


"pemandangan sempurna yang satu dokter cantik yang satu CEO tampan"


kata-kata itu begitu saja lolos dari mulut Johan


"iya den benar-benar serasi ya"


tampak pak min dari belakang menimpali perkataan Johan


akhirnya mereka sarapan bersama,mayang mengajak Johan untuk sarapan bersama dan Johan tidak menolaknya dengan senang hati bahkan Johan sangat ketagihan dengan masakan mayang yang begitu lezat

__ADS_1


__ADS_2