Pengorbanan Seorang Istri

Pengorbanan Seorang Istri
awal pertemuan


__ADS_3

pagi-pagi andre sudah berangkat ke perusahaan ditemanibJohan dan jadwal hari ini banyak jadwal meeting dan bertemu klien


"jo,ayo berangkat"


andre sudah bergegas


"ok bos"


Johan mengikuti dari belakang


"bos sarapan dulu bos papah bos udah nunggu"


andre hanya jalan saja menuju mobil


"udah gampang itu nanti sampai perusahaan pun bisa yang penting kita gak kena macet"


Johan hanya mengaguk dan mengikuti andre


tiba di perusahaan andre langsung menjalani serangkaian jadwal pekerjaannya


jam makan siang sudah tiba andre sudah diruangannya selesai dari ruang meeting


"bos mau makan di luar apa mau aku belikan?"


Johan menawarkan kepada andre


"aku dari pagi blm makan ,aku kangen makan gado-gado jo"


sepertinya andre kangen kuliner Indonesia


"baik bos saya cari"


Johan bergegas pergi


setengah Johan pergi dia kembali dengan membawa pesanan bosny


"gado2 spesial untuk bos cabenya 22 biji"


joha tertawa tanda sedang mengajak andre bercanda


"haha lu gila"

__ADS_1


johan masih tertawa melihat wajah serius bosnya yang nampak sekali kelaparan karna memang dari tadi pagi belum makan


"becanda bos,kan gw tau bos gak suka pedes hahaha "


andre hanya duduk sambil menunggu gado2nya di siapkan oleh Johan


tak lama sekertaris dina masuk membawa piring dan sendok, memang sebelum Johan masuk ,Johan sudah memberi perintah agar dibawakan sendok dan piring


andre duduk di sofa di ruang kerjanya dan melahap gado-gado dengan cepat dan langsung dalam hitungan menit sudah habis


"enak jo ,makasih ya"


Johan tersenyum


"sama2 bos"


andre sibuk dengan pomselnya dan sibuk dengan whatsap masagernya.dan dia sambil memegang gelas tak lama gelas pun tergelincir dari tangannya dan jatuh


andre reflek tangan a langsung memungut pecahan gelasnya


"eh bos gak usah biar nanti panggil ob saja nanti kena tangan belingnya"


belum Johan selesai bicara benar tangan andre sudah berdarah tertusuk pecahan gelas tadi bahkan sampai robek sedikit di dari tengahnya


sambil mengambil tisu mulut Johan masih saja merepet sama bosnya yang juga sepupunya itu


Johan tak lama menelepon seseorang di ponselnya


"cepat kirimkan dokter terbaik ke perusahaan tangan tuan andre terluka"


tak lama Johan kembali melihat tangan andre yg masih berdarah dan tak berenti darah segar terus mengalir dari jarinya padahal sudah di bersihkan tapi darahnya terus mengalir


sbnarnya lukanya kecil tapi dalam karna ketusuk pecahannya


selang 30 menit seorang wanita cantik masuk ke perusahaan dengan satu perawat laki-laki menanyakan ruangan tuan andre


cepat2 wanita itu bergegas masuk dengan jas putihnya rabut terurai panjang hampir sepinggang atas lurus bawah ikal rambutnya,badannya tinggi ,matanya teduh ya dia adalah mayang ,mayang yg ditugaskan untuk memeriksa luka andre


tak lama mayang menanyakan ke sekertaris dimana ruang tuan andre dan sekertaris mengantarkan sampai ruangan andre


"permisi tuan dokternya sudah datang"

__ADS_1


sekertaris itu menunduk dan berlalu keluar ruangan


"selamat siang tuan saya mayang yg ditugaskan rs untuk memeriksa tangan tuan"


andre menatap mayang


"oh iya tolonglah periksa tanganku darahnya keluar terus"


ucap andre sambil menunjukan tangannya yg sedang Johan bersihkan darahnya dengan tisue


tak lama Johan beranjak dari pinggir dari sofa di yang sedari tadi duduk di samping andre dan digantikan oleh mayang yg akan memeriksanya


mayang memeriksa lukanya dan membersihkannya


"jari anda robek tuan untuk menghentikan darahnya kita jahit saja"


andre dengan tegang karna blm pernah merasakan apa namanya itu di jahit pun langsung memasang muka tegang


"tenang bos hanya beberapa jaitan saja supaya darahnya berenti"


andre mengambil nafas dalam-dalam


"baiklah lakukan"


mayang pun langsung melakukannya dengan cepat tanpa andre merasakan sakit yang berlebih


"selesai tuan lukanya sudah di jahit


saya kasih obat supaya lukanya cepat kering nanti 3 hari kemudian saya lihat lagi lukanya"


mayang dan perawat laki-laki yang membantu membereskan semua peralatan medisnya akan pamit kepada andre


andre memperhatikan mayang dan kembali melihat luka a yg sudah dijahit dan rapih di perban


"tuan sementara luka


nya jangan kena air dulu ya biar cepet keringnya"


ucap mayang sambil tersenyum


" terima kasih dok "

__ADS_1


andre memjawab


mayang pun pamit membungkukan badannya dan keluar dari kantor andre


__ADS_2