
setelah perjalanan yang melelahkan akhirnya mereka sampai
mayang masih tidur mungkin karna kebanyakan menangis dan lelah
andre membawa mayang kerumahnya,andrepun menggendong mayang karna tidak tega wanita yang sangat dia inginkan ini jika harus di bangunkan
Johan mengikuti andre dari belakang,rasanya tubuh Johan sangat remuk,belum lagi untuk acara pernikahan andre besok
andre menuju tangga dengan mayang masih dalam gendongannya
andre akan menaiki tangga,Johan tiba-tiba memanggil
"bos ngapain cape-cape pake tangga pake lift aja,andrepun mengikuti saran Johan,Johan membantu memencet tombol liftnya
"ting"
pintu lift terbuka
didalam lift mayang masih tertidur andre memandangi wajah mayang,Johan hanya melihatnya saja
dalam hati Johan
(emang beneran bos gue udah menemukan wanita yang dia mau )
"ting"
pintu lift pun terbuka memecah keheningan
andrepun langsung masuk kamar merebahkan mayang di tempat tidurnya,Johan meletakkan tas andre
Johan pamit untuk ke kamarnya di belakang rumah andre,karna ada rumah Johan dibelakang yang nyambung dengan rumah andre sengaja andre buatkan biar andre kalo butuh Johan tak menunggu lama
"jo tunggu"
andre memanggil Johan
Johan berbalik badan
"iya bos"
__ADS_1
"masalah zaky tolong urus,tidak usah di apa-apa kan selagi dia masih ok dan tidak mengganggu dan tolong urus untuk acara pernikahan gue besok sama mayang.pagi-pagi lu urus berkas ke KUA dan sisanya lu serahin ke yang lain tapi untuk berkas dan penghulu gue gak mau tau lu yang harus urus"
Johan mengangguk
"baik bos"
Johan akan keluar dari kamar andre tiba-tiba Johan berbalik badan lagi
"bos"
"hmmm"
"tuan adiyaksa kasih tau??"
andre menjawab
"urusan gue itu"
Johan pun pamit dan keluar dari kamar andre
andre yang berkeringat pun sudah tidak nyaman melepaskan pakaiannya ke sembarang arah dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri
30 menit kemudian andre keluar dari kamar mandi dan sudah rapih menggunakan pakaian santai
tak lama andrepun terpejam
sekitar jam 5 subuh andre terbangun karna mendengar mayang kembali menangis
andre membuka matanya yang masih berat
"kenapa?"
andre bertanya dan berjalan ke tempat tidur karna andre tidur d sofa
"aku dimana?"
andre memegang tangan mayang
"dirumah ku"
__ADS_1
mayang melepaskan pegangan tangan andre
"kenapa tuan bawa aku kesini?aku ingin pulang"
mayang beranjak dari tempat tidur dan andre menahannya
"menurutlah sebentar lagi kau akan menjadi istriku"
mayang menangis
"kenapa kau memaksa apa tidak ada wanita lain yang mau menikah denganmu,kurasa banyak tuan"
"aku menginginkan mu"
itulah jawaban yang lolos dari mulut andre
mayang mencari-cari sesuatu tas selempang kecil yang di bawa mayang yang tak lepas dari mayang saat andre membawanya paksa tidak pernah lepas ada dompet dan handphone mayang disitu
"dimana tas ku"
andre mengambilnya di meja depan sofa kamar andre
"ini....kau tidur ya aku lepaskan tasmu, memangnya mau kamu pake sambil tidur"
mayang meraihnya
"kTP mu aku pinjam untuk mendaftarkan pernikahan kita ke KUA"
sontak mata mayang menbelalak
"apa-apaan tuan tidak minta izin aku"
mayang menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan kembali terisak
"tidak bisakah tuan kau tidak memaksa seperti ini"
rasanya mayang seperti tersambar petir
"aku akan menikahimu bukan menjadikanmu wanita simpananku atau wanita pemuas nafsuku, apa kurang aku menghormatimu dengan keputusanku untuk menikahimu,kalau aku laki-laki yang jahat aku bisa saja hanya meniduri dirimu malam ini dan menjadi pemuas nafsuku untuk sesaat tapi aku tidak seperti itu kepadamu"
__ADS_1
mayang hanya diam ucapan andre ada benarnya bahkan meskipun itu adalah rumahnya,andre rela tidur di sofa dan tidak berani menyentuh mayang
hanya memang cara andre yang pemaksa yang membuat mayang kesal dan semua ini masih seperti mimpi bagi mayang