Pengorbanan Seorang Istri

Pengorbanan Seorang Istri
malam pertama


__ADS_3

setelah selesai video call dengan tuan adiyaksa mayang kembali diam,mayang bingung apa yang harus dia lakukan


andre mendekati mayang


"ayo makan kau belum makan"


andre pun sudah lapar dari tadi,mayang mengagguk dan mengikuti andre menuju meja makan,masih dengan pakaian kebaya dan andre dengan jasnya


mereka makan berdua di meja makan tak ada obrolan hanya fokus pada makanan masing-masing hanya sendok dan piring saja yang beradu mengeluarkan suara


setelah selesai makan andre mengajak mayang untuk menuju kamar andre,karna sekarang mereka sudah sah jadi suami istri baik secara agama maupun hukum jadi tak ada alasan mayang untuk menolak


andre memegang tangan mayang menuju kamar. tampak Johan memperhatikan mereka yang sedang menaiki tangga,mayang hanya diam saja dan menunduk malu tangannya masih andre pegang


tapi mau menolak bagaimana andre sekarang adalah suaminya,dan bagi mayang menikah sekali seumur hidup


diam-diam Johan mengabadikan moment andre dan mayang yang sedang menaiki tangga dan mereka masih dengan andre yang memakai kemeja putih,jas hitam,peci hitam dan mayang mengenakan kebaya,Johan diam-diam memotret mayang dan andre,dan johan langsung update di sosial media.tapi tak nampak muka andre dan mayang sehingga sosial media Johan di banjiri dengan pertanyaan-pertanyaan nitizen


Johan memang iseng bikin penasaran aja


"ceklek"


pintu kamar terbuka


andre masuk ke kamar dengan andre masih setia masih genggaman tangan mayang


"may boleh aku minta tolong "


mayang dengan ragu menjawab

__ADS_1


"ya tuan"


andre memandang mayang


"jangan panggil aku tuan aku sekarang suamimu panggil aku mas"


mayang tampak masih ada keraguan untuk mengucapkan itu


tapi mau tak mau mayang harus menurut


"mau di bantu apa mas"


"tolong lepaskan pakaian ku dan sepatuku aku"


andre dengan santainya mengatakan itu


sontak mayang sangat kaget bukan main


mayang yang dari tadi irit ngomong akhirnya lolos juga suara mayang lantang sekali


"kenapa begitu kaget May ?aku dari kecil tak bisa untuk mengikat tali sepatu atau membukanya rasanya jijik dan kancing-kancing kemeja ini juga aku tidak bisa melepas nya sendri,dasi ini juga aku tidak bisa melepaskan nya sendri,itu sudah penyakitku dari kecil"


andre mencoba menjelaskan kepada istrinya itu kekurangannya dia


"maaf tuan saya tidak tau"


mayang pun mengerti dan menghampiri andre yang berada di depan cermin


"mas duduk dulu aku akan melepaska sepatu mas"

__ADS_1


andrepun menurut,mayang berjongkok dan melepaskan sepatu andre sekalian dengan kaus kakinya


"mas berdiriri"


titah mayang


andre pun mengikuti perintah mayang,dengan kaki yang berjinjit memang andre berperawakan besar dan tinggi sehingga mayang harus berjinjit saat akan melepaskan dasi andre


mayang melepaskan dasi andre,dan membukakan kancing kemeja yang andre kenakan


setelah selesai mayangpun mundur satu langkah ke belakang


"sudah mas"


"terima kasih"


andre menuju kamar mandi untuk membersihkan dir ,badannya sudah sangat lengket sekali


sementara mayang sedang melepaskan sanggulnya


tak lama andre keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian santainya


mayang sedang duduk di depan meja rias,mayang sedang kesusahan melepaskan sanggulnya dan manik-manik yang ada di kepalanya


andre mendekat ke arah mayang


"sini biar ku bantu"


mayang hanya diam saja ,andre melepaskan satu persatu dengan hati-hati

__ADS_1


mayang hanya diam saja tak ada sepatu katapun keluar dari mulut mayang


ya pasti mayang sangat kaget dan belum terbiasa dengan ini semua yang seperti mimpi,jika boleh mayang meminta mayang ingin ini semua hanya mimpi .....


__ADS_2