
seorang laki-laki sedang menelepon sebelum naik pesawat
"baiklah ayah aku sudah mau naik pesawat ,tidak usah jemput aku suruh supir dan bodyguard ayah saja yang jemput ke bandara,aku malas nanti ada media yg membesar-besarkan kepulanganku"
di ujung telepon adiyaksa sedang berbicara dengan putranya yang akan pulang dari luar negri
adiyaksa ayah yg sangat santai sekalipun anak laki-laki nya itu sering menolak permintaannya dia tidak ambil pusing dia membebaskan apa yang anak laki-lakinya suka
toh dia pun pernah muda,dia dan anak laki-lakinya sangat dekat seperti teman
sayangnya anak laki-lakinya anak yang baik tapi anak yang berambisi jadi apapun yabg dia sukai harus dia miliki sekalipun jalannya salah
kadang adiyaksa sangat takut jika suatu saat anaknya berbuat sesuatu yang merugikan orang lain sejauh ini masih aman dan terkendali oleh campur tangan adiyaksa .
"pah,,,,papah aku sudah sampai "
pemuda itu memanggil papahnya masuk ke rumah yang mewah dan megah ya itu rumah adiyaksa tidak lain adalah ayah dari andre
ya andre wardhana adinata nama anak adiyaksa yg baru saja pulang dari luar negri setelah bertahun-tahun hidup disana
adiyaksa menuruni lift dirumahnya dan menuju ruang depan
adiyaksa menatap sang putra, tampak pria gagah ,tinggi, senyum yang mengembang, gigi putih berjejer rapih semua
bohong banget banget kalau para wanita tidak tertarik padanya
__ADS_1
"Hai broo"
ucap adiyaksa sambil memeluk anak mahkotanya
ya memang mereka seperti teman
"papah aku masih betah di Amerika suruh pulang"
ucap andre dengan nada kesal
"ya papah kesepian gak ada kamu gak ada teman berantem,lagian kamu udah lama juga ndre udah 4 tahun gak pulang wajar papah suruh kamu pulang
"andre hanya diam dan menyuruh pak min membawa semua baran-barangnya untuk dibawa ke kamar"
"pah andre mandi dulu ya"
tuang adiyaksa menjawab
"ok mandi dulu nanti papa tunggu kamu di bawah untuk makan malam bersama "
"ok pah "
andre berlalu ke naik ke atas dan menuju kamarnya
andre masuk dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya,memang sudah 4 tahun dia tak tidur dikamar miliknya ini
__ADS_1
tak lama dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai dia turun ke bawah untuk makan malam bersama ayahnya tuan adiyaksa
tuan adiyaksa sudah menunggu andre di bawah dan mereka makan malam bersama
"ndre,seminggu lagi acara peringatan kematian ibumu "
andre pun menjawab
"ya pah andre sudah tau itu sebabnya papah suruh andre pulang"
mereka mengobrol di meja makan sampai andrepun mengantuk
"pah andre ke atas duluan ya mata andre sudah berat"
adiyaksa mempersilahkan andre untuk istirahat,sementara andre sudah naik ke atas dan berlalu
tuan adiyaksa masih di bawah dan terduduk diam,terlintas kenangan bersama istri cantiknya yg telah dulu pergi meninggalkannya
bahkan dulu tuan adiyaksa adalah pemuda biasa saja dan orang tak punya
karna dia didukung oleh istrinya dan istrinya anak konglomerat mau menerima adiyaksa dengan segala kekurangannya sehingga adiyaksa mampu menunjukkan dirinya bisa merintis usaha dari nol di bantu modal oleh mertuanya
sehingga sekarang dengan bantuan mertuanya adiyaksa bisa sukses
melihat ke sekeliling rumah yang mewah namun sepi dan dia pun beranjak dari duduknya berlalu ke kamarnya untuk merebahkan dirinya beristirahat
__ADS_1