PENGULANGAN WAKTU

PENGULANGAN WAKTU
CHAPTER 11


__ADS_3

...***...


Malam masih berlalu, saat itu Arman masuk ke kamarnya. Akan tetapi pada saat itu ia merasakan hawa yang tidak biasa, dan ia menyadari itu adalah sosok hitam yang telah membawanya kepada masa itu.


"Apakah aku harus mengingatkanmu berkali-kali apa tujuanmu datang ke sini?." Sosok hitam itu terlihat sangat menyeramkan ketika memberikan peringatan. "Harusnya kau sendiri mengetahui apa tujuanmu datang ke sini." Saat itu ia memperlihatkan bagaimana kejadian di masa lalu yang dialami oleh Arman.


"Aku hanya ingin memastikan jika dia benar-benar dalam keadaan baik-baik saja." Suasana hatinya sangat sedih ketika mengingat kejadian itu. "Apa aku tidak boleh melakukan itu?." Ya, itulah yang ia rasakan saat itu.


"Kau hanya melakukan itu hanya dalam waktu empat puluh hari." Dengan penuh ketegasan ia berkata seperti itu. "Jika kau tidak bisa melakukan itu adalah empat puluh hari maka kau akan gagal untuk selama-lamanya." Itu bukanlah masalah main-main. "Apakah kau tidak ingin melihat ini?." Saat itu yang benar-benar memperlihatkan apa yang telah terjadi di masa lalu.


Deg!.


Arman terkejut dengan apa yang telah terjadi padanya di masa lalu. Saat itu banyak orang yang mengerumuninya. Ayah dan ibunya menangis sejadi-jadinya melihat kondisinya yang sudah tidak bernyawa lagi.


"Arman. Arman!. Bangun nak!." Teriak keduanya dengan penuh histeris.


"Apa yang terjadi kepadaku di masa depan?." Arman sangat tidak percaya dengan apa yang telah terjadi kepadanya.


"Kau ditemukan dalam keadaan tewas. Kau ditemukan dalam keadaan meninggal setelah membunuh istrimu." Jawab sosok misterius itu. "Maka dalam empat hari setelah kematianmu maka kamu harus bisa mengubah semuanya."


"Jadi di masa depan aku telah mati?." Arman masih saja belum percaya dengan apa yang ia lihat ketika itu?.


"Ya. Apakah kau tidak bisa melihat apa yang terjadi saat itu?." Ada perasaan jenggot yang ia rasakan ketika itu. "Karena itulah kau tidak boleh lengah. Dalam waktu singkat itu kamu harus menyelesaikan semuanya." Berkali-kali ia memberikan peringatan kepada Arman. "Kau tidak boleh lalai dalam menyelesaikan masalah ini. Bukan hanya kehilangan istri yang kau cintai, kau juga akan tewas dalam masalah ini." Bahkan ia berkata seperti sebuah ancaman bagi Arman.

__ADS_1


Deg!.


Tentu saja masalah terkejut dengan ucapan itu, ia tidak ingin kehilangan istri yang sangat ia cintai.


"Jika kegagalan melakukan tugasmu di sini?. Maka sia-sia saja kau kembali ke masa lalu!. Percuma saja kau datang ke masa lalu juga kau tidak bisa mengubah masa depan." Entah kenapa sosok hitam itu terbang suasana ketika berkata seperti itu kepada Arman.


Jantung Arman semakin berdegup kencang ketika mendengarkan kemarahan yang disampaikan oleh sosok hitam itu kepadanya.


"Kau tidak boleh lupa akan tugasmu di dunia ini untuk apa. Kau menyelesaikannya dengan sepenuh hati jika memang ingin menyelamatkan istri yang kau cintai itu." Sosok hitam itu benar-benar sangat marah.


"Ya. Aku harus bisa menyelamatkan amanda. Tujuanku datang ke sini adalah untuk menyelamatkannya." Dalam suasana yang seperti itu tentunya ia harus menyemangati dirinya. "Langkah pertama apa yang harus aku lakukan untuk mengetahui jika mereka selama ini telah melakukan hal yang aneh?." Arman mencoba meminta saran kepada sosok hitam itu.


"Pertama-tama kau harus mencari tahu apa yang dilakukan oleh nicola andra. Dialah orang yang sangat membenci kau selama ini." Itulah jawaban yang ia berikan kepada Arman.


"Kalau begitu cari tahu apa yang ganjal darinya." Sosok hitam kemudian memberikan kalung berwarna hitam kepada Arman.


"Aku tidak bisa keluar dari rumah ini. Karena itulah gunakan kalung ini." Ia terlihat sedih.


Apakah Arman bisa melakukan itu semua dengan baik?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.


...***...


Sementara itu di masa depan.

__ADS_1


Barata Jaya dan Nicola Andra tertawa penuh kemenangan ketika mendapatkan berita itu. Bahkan berita itu sampai disiarkan di dalam televisi, sehingga keduanya dengan penuh kebahagiaan menertawakan kematian Arman yang sangat mengenaskan.


"Aku rasa ini adalah kabar berita yang sangat luar biasa. Kita harus merayakan kemenangan ini dengan pesta yang sangat meriah." Nicola Andra tidak menduga akan hal itu akan terjadi.


"Ya. Tentu saja kita akan memeriahkan kemenangan ini. Tapi sebelum itu kita kirim Yasin untuknya, supaya dia tenang di alam sana. Supaya dia tidak menghantui kita?. Maka kita bacakan Yasin supaya dia tidak bisa mendekati kita." Barata Jaya dengan suasana hati yang sangat bergembira malah berkata seperti itu.


"Hahaha!. Memangnya lu pandai mengaji?. Sehingga dengan senang hati lu membacakan Yasin untuknya?." Nicola Andra malah mengejek temannya itu.


"Ahahaha!. Enggak sih!. Suruh anak nanti saja yang membacakan Yasin untuknya biar makin diterima amal ibadahnya." Jawabnya dengan ada bercanda.


Akan tetapi pada saat itu keduanya benar-benar tertawa dengan terbahak-bahak sehingga mereka hampir saja tersedak.


...***...


Berbeda lagi dengan Wanda, tentu saja ia sangat berduka cita atas apa yang telah menimpa Arman. Sebenarnya hatinya sangat mencintai Arman, akan tetapi karena dendam yang sangat membara ia malah ikut andil dalam kasus yang menimpa Arman.


"Sial!. Kenapa hatiku malah sakit ketika aku mendengar kabar arman meninggal?!." Saat itu ia tetap foto Arman dengan penuh amarah yang bergejolak. "Kenapa kau harus meninggalkan aku?. Andai saja kau tidak mencintai wanita buruk rupa itu?. Tentu saja kau tidak akan kehilangan nyawamu seperti itu!." Hatinya sangat sakit dengan apa yang telah terjadi. Kemarahan yang ada di dalam hatinya saat itu bercampur dengan rasa penyesalan atas apa yang telah ia lakukan terhadap Arman. "Apakah aku harus melakukan pengulangan waktu supaya aku bisa menyelamatkanmu dari mereka?. Juga menyelamatkanmu dari perasaan benci ku?. Apakah kamu tidak bisa menyadari bagaimana perasaan cintaku yang sangat dalam terhadapmu?!." Teriaknya sambil menangis pilu.


Sebenarnya seperti apa perasaan yang dimiliki oleh Wanda terhadap Arman?. Apakah hanya itu saja?. Apakah benar-benar hanya sekedar kekaguman saja?. Bagaimana mungkin iya bisa merasakan penyesalan setelah ikut andil untuk menyiksa perasaan Arman yang kehilangan Amanda?.


"Amanda brengsek!. Amanda sialan!. Kenapa hanya karena kau?!. Arman jadi kena getahnya?!. Harusnya kau tidak hadir dalam hidupnya!. Akulah yang seharusnya berada di dekatnya!." Suasana mentalnya saat itu benar-benar sangat terganggu. Mentalnya benar-benar telah bermasalah setelah apa yang ia rasakan saat itu. Apakah yang akan terjadi kepada Wanda?. Simak terus ceritanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2