
...***...
Sementara itu Arman merasakan hawa yang berbeda saat itu, ia mencoba membuka matanya ketika ia teringat sesuatu. Kepalanya terasa sangat sakit, ketika lembaran potongan ingatannya mengingatkan, akan kejadian yang sangat menyakitkan hatinya.
"Amanda." Kalimat pertama yang ia ucapkan ketika hatinya sakit setelah apa yang ia alami. "Amanda." Dengan perasaan sedih yang sangat memuncak ia terus menyebut nama istrinya. "Bagaimana mungkin mereka membunuh kamu amanda?. Padahal mereka memiliki dendam kepadaku, tapi kenapa mereka malah membunuhmu?." Hatinya sangat hancur mengingat perkataan mereka.
Namun saat itu ia merasakan dekapan yang sangat hangat dari arah belakangnya. Saat itu ia merasakan pelukan yang sangat ia inginkan di dalam hidupnya.
"Kamu tidak perlu menangis. Kuatkanlah dirimu, karena kau adalah laki-laki yang sangat kuat. Aku percaya kamu mampu melewati ini semua dengan kekuatan yang kamu miliki." Bisik sosok hitam yang sedang memeluk Arman dari belakang.
"Amanda." Entah kenapa bisikan itu seperti bisikan dari istrinya. Kalimat itu adalah kalimat yang diucapkan oleh Amanda ketika ia tidak memiliki semangat hidup. Amandala yang selalu menguatkan dirinya untuk tetap bertahan di situasi yang sangat menjepit kehidupannya yang sulit.
"Semua yang telah terjadi biarkanlah terjadi. Akan tetapi kamu tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan ini." Kembali sosok itu memberikan semangat untuk Arman yang mungkin saat itu tidak bisa melangkah lagi. Karena baginya Amanda adalah wanita yang sangat ia cintai. Wanita yang memberikan kekuatan hidup kepadanya selama ini.
Saat itu ia belum menyadari hal yang aneh yang ia rasakan saat itu. Itu semua karena kesedihan yang berlarut-larut di dalam dirinya sehingga ia tidak menyadari sesuatu hal yang aneh terjadi pada dirinya.
Dua hari telah berlalu.
__ADS_1
Pada saat itu Arman berada di dalam hutan yang sangat lebat. Tentunya pada saat itu ia sedang melarikan diri dari getaran kepolisian. Kini ia berstatus sebagai buronan. Setiap media telah membicarakan tentang dirinya, betapa kejamnya ia sebagai seorang suami yang tega membunuh istrinya karena ketahuan selingkuh?. Mungkin seperti itulah berita yang beredar di kalangan masyarakat saat ini tentang dirinya.
Di saat yang bersamaan.
Orang tua dari Arman dan orang tua dari Amanda sangat terkejut mendengarkan berita itu. Bagi mereka itu adalah hal yang sangat mustahil dilakukan oleh Arman yang selama ini sangat mencintai istrinya dengan sepenuh hatinya.
"Pa?. Bagaimana mungkin anak kita melakukan itu?. Tidak mungkin rasanya karena kita melakukan kejahatan itu pa." Dengan tangisan yang penuh keperluan sebagai seorang ibu?. Tentu saja ia sangat tidak terima dengan apa yang telah terjadi pada anaknya.
"Kita harus ke rumahnya untuk memastikan itu semua. Papa sangat takut jika memang itu benar-benar terjadi." Ia tidak bisa membayangkan bagaimana sikap anaknya yang selama ini sangat baik?. Tidak mungkin rasanya anak itu melakukan kejahatan yang sangat tidak manusiawi terhadap seseorang.
"Ya. Mama juga ingin memastikan, jika anak kita tidak terlibat dalam kasus pembunuhan. Apalagi dia dengan teganya membunuh istrinya sendiri." Siapakah seorang ibu tentunya ia sangat mengerti dengan sikap anaknya. Baginya itu adalah hal yang sangat mustahil, yang pernah dilakukan oleh anaknya di dalam hidupnya.
"Kita harus segera ke rumah sakit pa. Tidak mungkin anak kita dibunuh oleh suaminya sendiri. Sedangkan pada saat itu arman tidak menunjukkan gerakan yang aneh kepada kita pa." Pada saat itu hatinya benar-benar sangat hancur menerima kenyataan pahit itu.
"Kita harus segera ke sana ma. Papa tidak terima begitu saja atas apa yang telah dilakukan oleh arman terhadap anak kita." Tangisan kesedihan yang melanda hatinya pada saat itu membuat ia semakin ketakutan.
Setelah itu mereka bergegas pergi ke rumah sakit yang diperlihatkan oleh video berita yang beredar itu. Tentunya mereka ingin memastikan apakah wanita itu benar-benar anak mereka atau tidak. Tentunya sebagai seorang ibu?. Seorang ayah?. Tentunya keduanya ingin memastikan apakah benar kabar yang diberitakan itu?.
__ADS_1
Berbeda lagi dengan ketika orang yang memiliki hati batu itu?. Pada saat itu mereka sedang merencanakan sesuatu untuk menangkap Arman. Rasanya mereka belum puas jika Arman tertangkap oleh kepolisian atas tuduhan kasus pembunuhan berencana terhadap istri yang ketahuan selingkuh.
"Ini sudah dua hari berlalu. Tapi kita masih belum bisa menangkapnya. Apakah benar jika arman?. Ternyata selama ini mempelajari ilmu yang sesat?. Sehingga dengan mudahnya ia melarikan diri dan kita tidak bisa menangkapnya?." Entah kenapa pada saat itu pikirannya sangat jahat mengenai Arman. "Jika orang normal tidak akan mungkin di dalam hutan. Pasti ada kalanya dia akan keluar karena membutuhkan makanan yang sangat banyak. Aku yakin dia masih berada di dalam hutan itu. Tentunya dia tidak akan selamat jika ia normal. Namun akan berbeda lagi kasusnya jika memang selama ini ia telah mempelajari ilmu yang sesat untuk mengelabui kita semua." Wanda malah merinding membayangkan apa yang sebenarnya terjadi pada arman. "Seketika aku menyesal dengan perasaanku yang berlebihan terhadapnya jika memang dia seperti itu." Tentu saja ia tidak mau.
"Kalau begitu kita cari orang pintar untuk menemukan keberadaannya. Karena hanya orang pintar saja yang mengetahui Di mana letak atau di mana dia bersembunyi saat ini." Nicola Andra mencoba memberikan masukan yang bagus terhadap kedua orang yang juga sama-sama membenci Arman.
"Kalau masalah orang pintar?. Aku telah mengetahui siapa yang pantas untuk mencari keberadaan arman jika saat itu ia mencoba untuk melarikan diri dari kejaran kita semuanya." Wanda sepertinya memikirkan hal yang sangat bagus, untuk ia lakukan terhadap Arman yang pada saat itu seharusnya tidak bisa melarikan diri dari kepungan 20 orang kepolisian.
Saat itu mereka masih belum puas juga jika mereka belum menangkap Arman untuk segera diberikan hukuman mati?.
"Apakah semuanya akan bisa berjalan dengan lancar kali ini?." Wanda terlihat sangat mengejek orang yang mencobanya untuk melakukan persiapannya lebih matang lagi.
Sepertinya mereka masih berambisi untuk menyingkirkan Arman dan Amanda di dalam kehidupan mereka?. Sebenarnya apa yang ingin mereka lakukan saat?.
"Mari kita temukan keberadaannya. Aku sangat yakin jika kita masih bisa menemukan keberadaannya." Entah itu rasa bentuk simpati atau bahan yang diterima oleh orang-orang sekitarnya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka mampu melewati hari yang sangat suram itu?. Lalu bagaimana dengan kabar Arman yang ketika itu?. Apakah masih bisa hidup bersama?. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...