
***
Pukul 15.40.
Arman dan Amanda baru saja dari kelas, karena itu adalah mata kuliah terakhir yang mereka ikuti hari itu. Akan tetapi pada saat itu ia melihat Nicola dan Barata yang seakan-akan sedang menunggu kedatangannya?.
Deg!.
"Aku sangat yakin mereka akan melibatkan aku dalam masalah yang telah mereka hadapi." Dalam hatinya sangat yakin dengan itu. Apakah firasatnya salah?. Tapi sosok hitam yang selalu bersamanya berkata padanya.
"Sebaiknya kamu suruh amanda untuk pulang duluan." Ia terlihat sangat cemas. "Sepertinya mereka memiliki niat yang sangat jahat. Untuk sementara waktu kau harus menjauhkan amanda dari mereka."
"Ada apa man?." Amanda merasa ada yang aneh dengan sikap Arman yang diam mendadak.
"Amanda. Kamu pulang duluan aja. kamu pakai mobil aku, tapi besok kamu yang jemput aku ke rumah."
"Loh? kenapa?."
"Nanti aku jelasin semuanya lewat telepon malam nanti."
"Apaan sih?. Gak jelas banget!."
"Amanda!."
"Serah lah!." Dengan perasaan yang sangat jengkel Amanda merampas kunci mobil dari tangan Arman setelah itu ia pergi begitu saja.
"Kau harus menyelesaikan masalah itu dengan cepat." Sosok hitam kembali mengingatkan Arman.
"Bismillahirrahmanirrahim." Dalam hati Arman mencoba untuk menguatkan hatinya untuk segera bertindak.
"Hai bro!. Lu punya urusan sama kami."
__ADS_1
"Urusan apa?. "
"Lu jangan pura-pura enggak tahu bro."
"Mendingan lu ikutan sama kami. Lu gak akan gue ampuni."
Arman hanya ikut saja, ia juga merasa penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan padanya. "Kalian lah yang tidak akan aku ampuni, karena kalian telah membunuh amanda hanya karena sifat iri hati kalian itu." Dalam hati Arman sedang berusaha untuk menahan amarahnya.
"Tenang saja. Aku akan selalu bersamamu." Bisik sosok hitam. Sosok hitam juga sepertinya sedang menahan amarah yang ia rasakan saat itu.
"Terima kasih mba." Dalam hati Arman masih bingung siapa sosok hitam yang telah membantunya.
Sementara itu Amanda yang baru saja meninggalkan halaman kampus?. Sejujurnya ia sangat heran dengan apa yang dilakukan Arman.
"Sebenarnya arman memiliki masalah apa sama barata juga nicola?. Dia sangat ketakutan kalau aku didekati mereka. Bahkan sudah dua kali dia mengusir aku supaya aku tidak dekatan sama mereka. "
Tentunya itu menjadi tanda tanya bagi Amanda. Entah kenapa begitu banyak rahasia yang seakan-akan menarik rasa ingin tahunya. "Apakah aku tidak boleh terlibat dalam masalah yang sedang dia hadapi?. Kenapa aku tidak boleh tahu, masalah apa yang sedang dia hadapi?." Amanda merasa bodoh hanya karena Arman yang selalu saja marah jika Barata dan Nicola mendekati mereka. "Apakah dia mencoba untuk jadi pahlawan kesiangan dengan melindungi aku dari jarak jauh?." Amanda benar-benar sangat benci dengan perasaan tidak tahuannya tentang Arman yang sangat aneh menurutnya itu?. "Nanti akan aku kasih tahu sama ibunya, biar ibunya yang kasih nasehat pada anaknya yang bandel itu. Supaya tidak terlibat dengan hal-hal yang berbahaya. Bikin kesal aja!." Amanda benar- benar sangat kesal, sehingga pada saat itu ia malah berpikiran untuk mengadu pada ibunya Arman. "Apakah dia itu enggak tahu?. Aku tu juga sangat cemas sama dia. Apalagi setelah melihat video barata sama nicola yang suka mabuk-mabukan. Apakah dia tidak bisa, memilih teman yang lebih baik apa?." Dalam hatinya semakin kesal. Apakah ia tidak bisa melakukan sesuatu pada kekasihnya yang cemas terlalu berlebihan padanya?. Seakan-akan ia adalah wanita yang tidak mampu melakukan apapun sehingga ia harus dilindungi seperti itu?.
...***...
Nicola yang berada di kanter almarhum Arman merasa sangat gelisah, seakan-akan ada yang sedang mengawasi mereka dari jarak jauh. Sehingga mereka tampak sangat waspada akan serangan balasan yang mungkin akan mereka dapatkan.
"Sial!." Umpat Nicolo dengan sangat kesalnya, hampir saja ia membanting apa saja yang ada di dekatnya.
"Lu kenapa sih?. Gak jelas banget. Marah-marah kenapa lu?." Barata sangat heran dengan sikap Nicola yang Sangat aneh menurutnya saat itu.
"Gue kesal aja. Padahal kita itu berhasil membunuh arman, membunuh amanda. Tapi kenapa aku merasa kalau mereka itu masih hidup?. Bahkan sangat dekat dari apa yang gue bayangin."
"Itu cuma perasaan lu aja. Tenang dikit napa?. Kita udah dapetin semuanya dari mereka." "Tapi gue ngerasa ada ancaman yang bakalan kita dapetin."
"Udahlah bro!. Sekarang kita nikmati aja yang ada." Barata sangat santai. "Perusahaan yang didirikan arman ternyata memiliki keuntungan yang sangat luar biasa. Jadi nikmati yang ada sekarang.'
__ADS_1
"Lu benar. Ngapain gue mikirin orang-orang yang udah mampus?. Gak ada gunanya."
"Kalau gitu kita lanjutkan lagi rencana kita."
Seakan-akan tidak memiliki Perasaan bersalah?. Mereka yang telah mengambil alih perusahaan yang telah dikelola Arman selama ini.
...***...
Sementara itu di rumah Arman.
Kedua orang tua Arman dan Amanda sedang berkumpul untuk membahas apa yang telah terjadi pada anak mereka.
"Arman dulu pernah mengatakan kepada saya, jika ada temannya yang terlihat baik di depannya. Namun di belakangnya mereka perlahan-lahan menusuknya." Hati Azira sangat sedih mengingat ucapan anaknya. "Tapi saya mengatakan pada barman agar tidak menaruh perasaan curiga yang berlebihan pada orang lain. Saya sangat menyesal rasanya telah berkata seperti itu padanya."
"Jangan menangis mba. Semuanya telah terjadi, kita sama-sama kehilangan anak. Perusahaan Arman juga diambil alih sama orang jahat."
"Sebagai orang tua, kita harus mengambil kembali hak arman. mencari bukti yang sangat kuat, bahwa mereka lah yang telah membunuh anak kita." Ada kobaran api kebencian yang diperlihatkan oleh Bena. Hatinya sangat tidak terima karena ada yang coba-coba mempermainkan keluarganya.
"Saya sangat setuju mas. Saya sangat tidak terima dengan kematian anak saya. Kita harus mengusut dengan baik penyebab kematian anak kita." Ernando sangat tidak terima.
"Saya mulanya berpikir jika arman yang telah melakukan perbuatan keji itu. Tapi setelah saya mendengar kan cerita itu?. Saya sangat percaya jika dua orang itu yang telah membunuh anak kita." Suasana hatinya sedang dikuasai oleh kemarahan yang sangat luar biasa.
"Kalau begitu kita harus bekerja sama untuk itu. Saya mohon bantuan kalian untuk menyelesaikan apa yang telah terjadi. Kita harus mengungkapkan kematian arman dan amanda dengan cara yang benar."
"Tentu saja kami akan membantu. Mereka harus membayar nyawa anak kita dengan darah mereka."
"Ok. Kita telah sepakat untuk itu."
Mereka tidak akan membiarkan orang-orang yang berbuat jahat, menikmati hasil yang selama ini telah diraih dengan susah payah oleh Arman dan Amanda. Apakah yang akan mereka lakukan?. Simak terus ceritanya.
...***...
__ADS_1