PENGULANGAN WAKTU

PENGULANGAN WAKTU
CHAPTER 16


__ADS_3

****


Arman masih terbaring ditempat tidurnya, ia sedang dirawat deh ibunya. Karena tidak mungkin mereka membawa Arman ke rumah sakit dalam keadaan bau alkohol. Apa yang akan mereka katakan tentang anak mereka nantinya?. Bisa gawat jika terjadi kesalahpahaman yang seperti itu. Anaknya akan masuk media jika itu sampai tercium oleh orang-orang yang mungkin sedang mencari nafkah melalui hal yang seperti itu.


"Bagaimana keadaan kamu man? Udah mendingan, kan?. Wajah kamu enggak pucat lagi."


"Alhamdulillah mendingan. Terima kasi karena ibu telah merawat arman."


"Alhamdulillah man, ibu sangat senang dengernya."


"Maaf, kalo arman malah bikin ibu repot." Matanya melihat bagaimana ibunya dengan sangat talenta mengurusnya.


"Kamu ini ngomong apa?. Ibu ngelakuin ini karena kamu adalah anak ibu."


"Terima kasih ibu." Arman sangat lega, ibunya adalah wanita yang sangat baik. "Ibu, apa ayah pergi ke kantor?. Apakah ayah gak marah arman pulang dalam keadaan setengah mabuk?." Ada bentuk perasaan cemas yang ia sampaikan saat itu.


"Ayah kamu kerja di rumah. Ayah sangat cemas saat kamu pulang dalam keadaan setengah mabuk. Tapi ayah enggak marah kok, bahkan ayah juga ikutan ngerawat kamu."


"Maaf, Jika arman telah merepotkan ayah dan ibu."


"Udahlah Jangan banyak berpikir lagi, istirahat saja."


"Baik bu."


Arman hanya mengikuti ucapan ibunya, dari dulu ibunya selalu bersikap baik kepadanya. Arman hanya tidak tega melihat keadaan kedua orang tuanya. di masa depan yang sangat kecewa dengan apa yang telah terjadi padanya.


"Bu?. Jika terjadi sesuatu pada arman nanti?. Baik buruknya arman hanya minta doa yang terbaik darimu ibu."


Untuk sesaat Azira terdiam mendengarkan ucapan anaknya, dari sorot matanya terlihat sangat jelas menyimpan kesedihan. Azira memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang. "kamu adalah anak iby.


Apapun yang akan kamu lakukan pasti ibu dukung. Asalkan jangan Melakukan hal yang bertentangan dengan agama, dan nilai-nilai kemanusiaan.


"Tentu saja arman tidak akan melakukan hal buruk. Arman janji sama ibu." Arman hampir saja menangis dengan ucapannya sendiri. Hatinya sangat bimbang, karena memikirkan cara untuk menyelamatkan Amanda dari tangan jahat Nicola, Barata dan Wanda yang kini mungkin memiliki rencana itu.


"Huam. Kenapa malah jadi dramatis seperti film tetangga sebelah?. Apakah gak ada tampilan sinetron yang lain apa?." Bena malah menguap bosan melihat adegan yang ditampilkan anak dan istrinya.

__ADS_1


Deg!.


Arman dan Azira sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan Bena.


"Ayah enggak kerja?." Arman mendadak canggung dan gugup.


"Ayah lagi istirahat, ayah mau lihat kamu. Eh?. Malah liat adegan yang mirip tetangga sebelah." Ia mendekati anaknya.


"Apaan sih yah?. Jangan bikin malu deh?." Bena malah tertawa melihat anaknya yang merajuk.


"Sudahlah ayah jangan goda arman lagi."


"Enggak kok bu."


Suasana sedikit hangat, mereka mencoba menghilangkan perasaan sedih. Entah kenapa Azira dan Bena merasa ada yang sedang disembunyikan Arman saat itu. Mereka hanya bisa mendukung apapun yang akan dilakukan Arman, selagi itu adalah hal yang baik.


...***...


Nicola dan Barata pada saat itu sedang Videocall, la terlihat sangat bahagia karena telah berhasil mengedit semua Video itu dengan sangat baik.


"Sangat maksimal, lu tenang aja. Gua tu dah sangat pro banget masalah yang kek ginian."


"Sip. kalau udah selesai lu sebarin ke semua media. Kita buat dia malu seumur hidup." Raut Wajahnya terlihat sangat senang. "Apakah tidak bisa dipercepat?. Rasanya agua gak sabar liat dia hancur."


Barata malah tertawa mendengarkan ucapan itu. "Lu itu bernafsu banget ya bro?. Mau menghancurkan arman dengan sangat cepat. Nikmatin dulu kek prosesnya."


"Lu juga kayak gitu anjing. Gue tahu lu juga mau cepat-cepat hancurin si arman dongok itu."


"Dah lah. Kita sama-sama anjing yang pengen dia hancur."


Kembali keduanya tertawa dengan ucapan itu, mereka yang merasa puas dengan apa yang telah menjadi tujuan mereka selama ini.


"Emangnya tu mau ngapain kalau seandainya arman hancur?."


"Gue mau boyong amanda, bakalan gue nikahin dia."

__ADS_1


"Ah!. Lu emang brengsek!. Lu bilang gak akan mengharapkan amanda lagi?. ****** emang lu ya?."


"Serah gue lah. Gue mah bebas."


Terjadi perdebatan antara keduanya walaupun melalui jarak jauh, akan tetapi pada saat itu kemarahan itu Memang terasa sangat dekat.


...***...


Arman pada saat itu kembali berdiskusi dengan sosok hitam untuk membahas bagaimana caranya melindungi Amanda dari mereka yang telah melakukan hal yang jahat pada Amanda.


"Untuk sementara waktu saya akan mendekati wanda, saya akan lihat sejauh mana dra kenal dengan saya?."


"Aku sangat yakın, sebenarnya diam-diam dia suka kamu. Tapi karena ada amanda yang kini jadi pacar kamu?. Makanya dia berniat ingin menyingkirkan amanda karena dia merasa terganggu karena amanda."


"Itu akan menjadi masalah yang sangat parah. Terus kita harus apa?."


"Kalau begitu katakan pada amanda agar terus menjaga penampilannya. Jangan sampai menarik perhatian nicola dan barata."


"Apakah karena amanda cantik?. Makanya barata dan nicola mengincar amanda."


"Bisa jadi seperti itu."


Banyak hal yang mereka bahas saat itu, tentu saja tujuannya untuk melindungi Amanda agar bisa hidup dimasa depan. "Kita harus memastikan itu semua dengan benar."


Setelah itu mereka kembali memikirkan cara yang terbaik untuk itu semua. "Kita harus bisa menjaga itu semua dengan benar."


"Tentu saja." Arman akan sungguh-sungguh dengan itu semua.


...**...


Beda lagi dengan Amanda yang sedang memikirkan hal yang aneh dengan minggunya kali ini. Ada yang dengan minggunya kali ini. Apakah itu?.


"Rasanya ada yang kurang, tapi apa ya?." Setidaknya itulah yang ada di dalam pikirannya itu. "Rasanya sangat sepi banget. Biasanya arman sibuk banget chat aku. Biasanya dia akan sibuk nelpon aku, tapi kok sekarang enggak ya?." Amanda menghela nafasnya. "Apakah mulai bosan pacaran sama aku ya?." Dalam hatinya masih bingung dengan sikap Arman yang sangat sulit ia tebak. "Apakah otaknya sedang dalam masalah yang sangat sulit?. Sehingga melakukan di luar nalar daku?." Amanda masih bingung dengan sikap Arman yang seperti itu. "Apakah ada sikapnya yang belum aku ketahui sama sekali. Emangnya aku ini kenapa ya?. Tiba-tiba aja jodi over, sekarang malah aneh banget." Amanda masih tidak percaya. "Apakah aku harus mengetahui bagaimana arman yang sebenarnya?. Pasti sangat rumit banget deh." Amanda kembali menghela nafasnya yang terasa sangat lelah memikirkan sikap Arman yang sangat aneh menurutnya saat itu. Tapi apakah semuanya akan baik-baik saja?. Hanya waktu yang akan menjawab itu semua.


Next halaman.

__ADS_1


...***...


__ADS_2