
...***...
Arman baru saja sampai di di rumahnya, namun saat itu ia mendapatkan sebuah pesan yang cukup mengejutkan dari Wanda yang setuju dengan pertemuan mereka?.
"Aku harap dengan ini semuanya ajan aman." Dalam hati Arman merasa aman dan lega, karena ia sangat takut dengan ancaman yang disebutkan oleh ayah Amanda saat itu. "Aku harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat." Dalam hati Arman tidak bisa main-main lagi.
"Kau memang harus bisa menyingkirkan mereka semua dari sisi amanda, atau kau dan amanda yang akan disingkirkan oleh mereka dalam dua belas hari jika gagal melakukannya." Sosok hitam yang terus memberikan dorongan pada Arman agar tidak lupa dengan tujuan utamanya kembali ke masa lalu.
"Aku juga berharap dekat dengan wanda akan membongkar keburukan-keburukan yang mereka lakukan selama ini, sehingga aku bisa menyingkirkan mereka dari kota ini, dan aku jadi pemenangnya." Saat itu ada hasrat yang tidak baik yang ingin ia lakukan demi melindungi Amanda dari marabahaya yang diberikan Nicola dan Barata.
"Kau harus bisa melakukan itu dengan benar, jangan sampai kau kehilangan kesempatan yang hanya kau dapatkan satu kali."
"Ya, tentu saja aku akan melakukannya dengan sangat baik kak." Arman telah berjanji akan menyelesaikan masalah itu dengan sisa waktu 12 hari lagi, ia tidak boleh menyerah begitu saja demi menyelamatkan Amanda di masa depan.
...***...
Sementara itu Amanda tidak menduga sama sekali akan menjalani semua permintaan dari Arman yang menurutnya sangat aneh, dan membuat ia merasa sangat jengkal.
"Tapi tunggu dulu, kepalaku agak panas mendengarkan penjelasan darinya." Amanda masih bingung mau menjalankannya seperti apa nantinya. "Aku harus mengubah penampilanku menjadi cewek culun?. Itu poin pertama yang aku tangkap saat itu." Dalam hatinya masih ingat dengan pembicaraan mereka saat itu?.
Kembali ke masa itu?.
Arman benar-benar berniat untuk menyelesaikan masalah itu, dan pertama kali yang harus ia lakukan adalah menjelaskan pada Amanda rencananya tanpa harus mengatakan pada Amanda bahwa ia adalah suaminya di masa depan yang akan menyelamatkan dirinya.
"Kenapa ini malah jadi suasana yang sangat tegang?." Dalam hati Amanda sama sekali tidak suka dengan situasi yang ia hadapi saat itu. "Memangnya apa yang ingin kamu katakan padaku?. Jangan sampai membuang-buang waktu dengan sia-sia hanya mendengarkan candaan kamu yang hanya ingin mengatakan cuma ingin berduaan aja dengan aku." Amanda terlihat kesal untuk menghilangkan perasaan yang sangat gugup, karena ia tidak mengerti dengan apa yang akan dijelaskan Arman padanya.
"Pertama-tama aku ingin menjauhkan kamu dulu dari incaran nicola, barata terlebih dahulu."
"Caranya?."
__ADS_1
"Kamu harus mengubah penampilan."
"Kenapa harus mengubah penampilan?."
"Sebab nicola, barata suka mengincar wanita cantik."
"Hanya karena itu?." Amanda sangat bingung, alasan kenapa ia menjadi incaran Nicola dan Barata hanya karena alasan wanita cantik?. "Apakah menurutmu?. Menurut pandanganmu aku cantik?." Amanda saat itu seakan-akan hendak menguji kesabaran yang ada pada Arman.
Arman menghela nafasnya dengan pelan, rasanya ia lelah ketika mendengarkan ucapan Amanda. "Turuti saja apa yang aku katakan. Jangan banyak nanya."
Deg!.
"Ya, baik pak." Amanda sedikit merinding dengan tatapan tajam dari Arman, hingga ia terlihat manyun, dan terpaksa ia mengikuti apa yang telah dikatakan oleh Arman. "Terus bagaimana caranya aku menghindari wanda?."
"Untuk wanda. Selama seminggu ini kita kasih jarak dulu. Kita berpura-pura sedang berjauhan, seakan-akan kita sedang ada masalah."
"Apa?. Hanya dengan cara itu saja?. Memangnya enggak ada cara lain apa?."
"Kamu jangan percaya diri dulu!. Aku tidak pernah berpikiran untuk bersama kamu!. Kamu yang maksa aku untuk sama aku!."
"Hehehe. Tapi kamu mau, kan?."
"Berisik!." Amanda benar-benar sangat kesal dengan apa yang telah dikatakan Arman, namun perasaan cinta itu memang ada di dalam hatinya.
Kembali ke masa ini?.
Amanda tidak bisa membayangkan bagaimana caranya mendalami peran itu, dan ia sangat gugup dengan apa yang akan ia lakukan nantinya.
"Tapi, sebisa mungkin aku harus melakukan itu dengan sangat baik, supaya aku tidak mengecewakan arman yang telah berusaha untuk melindungi aku dari ancaman hawa nafsu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana masa depan yang akan aku hadapi jika saat itu aku benar-benar termakan jebakan yang dilakukan nicola, dan teman bejatnya barata." Seketika tubuhnya merinding ketika membayangkan itu. "Andai saja arman tidak datang menarik aku dari kuburan dosa?. Maka aku benar-benar kehilangan semuanya. Karena itulah sebisa mungkin aku harus mendukung apa yang akan ia lakukan sekarang. Kami sama-sama dalam masalah yang sangat besar untuk mengatasi masalah orang-orang jahat yang sedang mengincar kami." Dalam hatinya harus waspada dengan itu.
__ADS_1
...****...
Di sebuah tempat.
Nicola dan Barata saat itu sedang berada di ruangan yang berisikan miras, mereka seperti sedang dikuasai oleh kemarahan, hanya karena mereka belum juga menemukan cara yang tepat untuk mengalahkan Arman?. Sehingga mereka memutuskan untuk berpesta miras hanya berdua saja, supaya tidak ada yang merekam ataupun ikut campur dengan apa yang akan mereka lakukan setelah itu.
"Pertama-tama kita pancing arman untuk masuk ke dalam jebakan kita terlebih dahulu. Kita sandra amanda untuk mengancam arman."
"Memangnya cara itu akan lebih efektif?."
"Tentu saja akan efektif. Karena mengancam itu lebih enak dilakukan, apa lagi kalau kita memegang kartu yang paling ampuh untuk menekan lawan agar bertekuk lutut karena takut kehilangan orang-orang yang paling ia cintai."
Nicola sedang memikirkan apa yang telah dikatakan Barata. "Apakah cara itu dapat dipercaya?."
"Cara itu memang dapat dipercaya, dan aku sering melihatnya di serial televisi."
"Hahaha!. Lu ini ngelawak atau mau main drama film?. Kita ini sedang menghancurkan lawan yang sedang menghambat kita untuk mendapatkan kesenangan!. Bukannya melawan musuh dalam drama kolot yang gak jelas."
Dalam keadaan setengah mabuk mereka masih saja bisa merencanakan hal-hal yang sangat aneh?. Bayangkan saja jika mereka memikirkan itu dalam keadaan waras?.
"Kita coba saja walaupun itu hanyalah dalam mimpi sekalipun. Jadi kita harus melakukan itu supaya kita bisa menyingkirkan orang miskin yang tidak tahu diri itu."
"Ya, kita harus melakukan itu dengan cara apapun untuk melakukannya."
"Sip!. Kalau begitu kita nikmati saja malam ini dengan minum yang sepuas-puasnya sebelum kita melakukan hal yang menyenangkan besoknya."
"Siap tuan muda."
Mereka malah tertawa aneh dengan candaan itu, mereka benar-benar menikmati hari itu.
__ADS_1
Next.
...****...