
...***...
Arman baru saja dijemput Amanda dengan menggunakan mobil. Namun entah kenapa tiba-tiba suasana saat itu menjadi tidka enak sama sekali.
"Maaf, karena telah membaut kamu kesal dengan tindakan aku." Arman terlihat sangat sedih.
"Kalau begitu coba jelaskan padaku apa yang telah kamu sembunyikan dariku?." Amanda tentunya ingin mengetahui semuanya, bukan?.
"Tapi aku akan mengatakannya setengahnya saja. Jika aku telah berhasil melakukan itu, maka aku akan menceritakan semuanya pada kamu dengan suasana yang berbeda." Arman terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang ada di dalam hatinya saat itu.
"Memangnya kamu sedang merencanakan apa?. Sehingga kamu melakukan itu semua diam-diam tanpa memberitahukan kepadaku apa yang terjadi sebenarnya."
"tentu saja aku ingin melindungi kamu dari nicola, barata, dan wanda yang ingin membunuh kamu."
Deg!.
Amanda sangat terkejut dengan ucapan itu?. Apakah tadi ia tidak salah dengar?.
"TApi apa salahku sehingga mereka ingin membunuh aku?. Kesalahan apa yang telah aku lakukan pada mereka sehingga mereka ingin aku mati?." Perasaan Amanda mulai sudah tidak tenang, dan ia membayangkan hal yang mengerikan itu terjadi padanya.
"Apakah kamu masih ingat dengan apa yang telah terjadi waktu itu?." Amanda terlihat sangat sedih ketika bertanya seperti itu. "Ketika aku memaksa kamu keluar dair acara kencan buta itu?."
"Ya, aku ingat dengan itu. Aku ingin bertanya sejak lama kenapa kamu melakukan itu?."
"Karena mereka ingin menodai kamu. Mereka ingin menodai kamu seperti yang mereka lakukan terhadap wanita yang selama ini mereka dapatkan melalui kencan buta." Hatinya sangat sakit mengingat itu semua.
Deg!.
Amanda semakin terkejut mendengarkan ucapan Arman?. "Jadi karena alasan itu dia membawa paksa aku keluar dari acara itu?." Dalam hati Amanda sangat sakit. "Jika saja aku tidak mengikuti apa yang telah dikatakan arman saat itu?. Mungkin masa depan aku udah hancur karena perbuatan bejad mereka." Dalam hatinya todak bisa membayangkan jika itu menimpa dirinya.
__ADS_1
"Aku bersyukur karena aku masih bisa menyelamatkan kamu dari mereka. Karena itulah kamu jangan dekat-dekat lagi dengan mereka ya?." Tanpa sadar arman menangis ketika mengucapkan kalimat itu.
"Ya." Amanda sedikit mengerti kenapa Arman melakukan itu. "Berkat itu juga kita malah jadian. Padahal kita ini sebelumnya cuma teman. Kamu ini emang beda ya?." Amanda mencoba untuk mencairkan suasana.
"Ya." Arman merasa sedikit lega. "Kalau begitu kita hari ini minta izin saja."
"Loh?. Kenapa?."
"Ada sebuah rencana yang akan aku katakan sama kamu. Aku enggak punya waktu banyak lagi main-main, karena aku hanya punya waktu lima belas hari lagi untuk menyelesaikan masalah ini."
Deg!.
Amanda merasakan firasat yang tidak enak sama sekali mendengarkan apa yang telah dikatakan Arman.
"Kamu harus bisa melakukan itu, atau kamu akan kehilangan semuanya arman." Sosok hitam yang selalu bersama Arman, sosok hitam yang seakan-akan menjadi alarm untuk Arman agar mengingatkannya agar segera bertindak.
...***...
Sementara itu Nicola dan Barata masih saja belum menyerah untuk menyingkirkan Arman. Walaupun mereka telah kalah telak sebelumnya dari Arman yang ternyata telah mengetahui apa yang mereka rencanakan.
"Kita harus menyusun kembali rencana lain untuk membunuh arman. Gue benci banget sama orang kek dia." Suasana hatinya sat itu sedang berapi-api. "Gue juga gak akan membiarkan dia terus-menerus mempermalukan aku." Hatinya saat itu hanya diisi oleh kebencian yang sangat dalam pda Arman.
"Berani sekali orang miskin seperti dia mempermalukan kita?. Berani sekali orang miskin seperti dia merebut apa yang seharusnya dapat kita nikmati!." Barata juga mulai merasakan kebencian yang sangat dalam pada Arman. "Gue kira dia akan menjadi teman yang akan mendukung apapun yang kita dapatkan dari kesenangan kita inginkan?. Tapi kenapa pada saat kita menargetkan amanda dia malah menghalangi kita untuk mendapatkan itu?." Hatinya sangat panas mengingat kejadian itu.
"Harusnya malam itu kita mendapatkan amanda. Tapi kenapa malah dia yang mengambilnya dari kita?." Nicola masih dendam dengan kejadian itu. "Tentu saja kita harus segera menyingkirkannya sebelum dia mengambil lebih dari apa yang kita inginkan selama ini."
"Ya, gue dah muak dengan sikapnya yang sok polos itu."
Bagi mereka saat itu Arman adalah halangan terbesar bagi mereka untuk mendapatkan Amanda. Lalu apa yang akan meraka lakukan pada Arman dan Amanda setelah itu?. Simak dengan baik bagaimana kisahnya.
__ADS_1
...***...
Sementara itu Wanda yang saat itu?. Ia telah mendapatkan informasi alasan kenapa Nicola dan Barata sangat dendam pada Arman dan juga Amanda.
"Jadi ini asalan kenapa mereka sampai mengincar amanda dan arman?." Ia tersenyum kecil setelah mengetahui itu semua. "Jadi?. Arman melindungi wanita jelek itu karena menjadi incaran nicola dan barata untuk kesenangan duniawi?. Sungguh baik sekali suami aku." Ia malah merasa kagum dengan apa yang telah dilakukan Arman?. "Karena itulah aku harus segera memisahkan mereka supaya arman tidak lagi mendapatkan ancaman dari mereka." Setelah berkata sepert itu ia segera meninggalkan ruangan itu untuk menemui Arman.
...****...
Di sisi lainnya saat itu Amanda dan Arman telah mendapatkan tempat yang cocok untuk mengobrol hal yang sangat penting.
"Aku mau kamu mengikuti apa yang aku katakan, dan ini semua untuk menyelamatkan kita dari incaran mereka semua."
"Tapi aku masih belum mengerti alasan kenapa wanda ingin aku mati?."
"Wanda itu sangat cinta mati sama aku, sehingga dia ingin menyingkirkan kamu. Dia menganggap kamu hanyalah beban untuk aku, makanya dia ingin menyingkirkan kamu dari sisi aku."
Deg!.
Amanda sangat terkejut dengan ucapan itu, hatinya sangat sakit mendengarkan ucapan yang sangat menusuk itu. "Apakah menurut kamu aku adalah beban untuk kamu?." Amanda hanya ingin memastikan itu dengan benar.
"Mana mungkin kamu beban bagi aku?. Kamu itu adalah wanita yang harus aku lindungi dari siapapun." Dengan penuh ketegasan Arman menjawabnya. "Aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi begitu saja dari sisi aku. Kamu adalah wanita yang harus aku lindungi, karena kamu adalah cinta pertama dan terakhir yang sangat aku cintai."
Amanda seperti ingin menangis mendengarkan ucapan Arman, hatinya sangat lega mendengarkan itu. "Terima kasih karena kamu mencintai aku dengan sepenuh hati."
Deg!.
Kali ini rasanya Arman seperti melihat dua sosok yang sedang tersenyum padanya saat itu. "Aku pasti akan melindungimu dengan segenap hatiku." Arman saat itu benar-benar bucin pada Amanda sehingga ia tidak bisa membiarkan Amanda pergi darinya.
...***...
__ADS_1