PENGULANGAN WAKTU

PENGULANGAN WAKTU
CHAPTER 21


__ADS_3

****


Arman masih berada di ruang kantor Sanjaya, karena pada saat itu Sanjaya sangat tertarik dengan keberanian yang dimiliki oleh Arman untuk membela dirinya ketika ada seseorang yang mencoba untuk menjatuhkan dirinya.


"Aku sangat kagum dengan orang yang memiliki semangat yang luar biasa. Kamu memiliki semangat dan keberanian yang tidak pernah dimiliki oleh siapapun yang pernah aku temui." Ia benar-benar mengungkapkan bagaimana kekagumannya kepada Arman. "Bahkan pada karyawanku tidak ada sedikitpun dari mereka yang seperti kamu."


"Saya hanya ingin membela diri dari orang-orang yang berniat menjatuhkan saya. Walaupun itu adalah teman saya sendiri."


"Ya. Itulah yang aku sukai darimu. Tapi, apakah kamu memiliki dendam pribadi kepada anakku?."


Arman hanya menanggapinya dengan senyuman. "Dengan jujur saya katakan saya tidak memiliki dendam pribadi apapun dengannya. Hanya saja saya tidak suka dengan caranya yang bermain-main dengan seorang wanita."


"Bermain-main dengan wanita?. Apa maksud kamu berbicara dengan seperti itu?."


"Maaf jika saya kurang sopan dalam penyampaian, tapi saya tidak suka dia mengincar teman saya amanda." Ia sedikit menghela nafasnya. "Maaf, maksud saya adalah pacar saya. Mereka sangat berambisi untuk menjatuhkan saya melalui amanda." Entah kenapa tiba-tiba saja hatinya sangat sakit ketika ia membayangkan apa yang telah terjadi di masa depan?. "Saya tidak akan membiarkan siapapun yang menyakitinya walaupun dia adalah teman saya. Apalagi sebelum saya pacaran, amanda telah menjadi bahan pertarungan mereka." Tanpa sadar Arman meneteskan air matanya. Tentu saja itu membuat Sanjaya sangat terkejut. "Sudah banyak cewek kampus yang menjadi korban mereka. Kali ini mereka mengincar amanda, teman dekat saya yang seharusnya tidak saya pacari. Tapi, demi melindunginya jahat mereka?. Saya terpaksa melakukan itu. Saya tidak rela jika mereka menjadikan Amanda bahan kesenangan sesat mereka untuk menjatuhkan harga diri wanita." Dadanya terasa semakin sesak ketika membayangkan itu semua terjadi jika saja dia tidak bertindak. Hatinya sangat tidak terima dengan semua itu, ia merasakan sesak jika membiarkan itu terjadi begitu saja. Telah mengetahui apa saja tujuan utama mereka, dan alasan mereka mengapa mengincar Amanda selama ini.


"Kamu benar-benar seorang laki-laki yang sangat hebat." Sanjaya benar-benar sangat kagum. "Bukan hanya melindungi diri sendiri tapi kamu juga melindungi orang yang kamu cintai." Ia tepuk pundak Arman dengan pelan. "Itulah alasan kenapa kamu menjadi orang yang hebat dan sangat pemberani. Karena kamu merasa bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi terhadap seseorang yang kamu anggap itu adalah orang yang sangat berarti dalam hidup kamu. Jadilah orang hebat yang dapat melindungi siapa saja, termasuk orang yang kamu cintai."


"Ya. Tentu saja pak. Saya akan melakukan itu." Arman mencoba menghapus air matanya, ia mencoba untuk menguatkan dirinya setelah mengetahui alasan kenapa mereka ingin membunuh Amanda di masa depan dan juga ingin membunuhnya. "Mereka semua pernah gagal untuk mencelakai amanda. Karena malam itu aku datang menyelamatkan amanda dari niat busuk mereka." Dalam hati Arman mendapatkan ingatan itu ketika ia berada di awang-awang ketika pingsan saat mabuk. "Aku tidak akan pernah membiarkan kalian mencelakainya." Dalam hati Arman telah menguatkan dirinya untuk mencegah semua itu terjadi.


Kembali ke masa lalu?.


Di tempat tongkrongan


Arman sebenarnya mas nongkrong seperti kebanyakan pemuda lainnya jika saja tidak dipaksa oleh Nicola dan Barata yang Selalu mengincar cewek-cewek cantik di kampus demi kesenangan mereka semata.


"Eh?. Lu man?. Gak ada niat utk ikutan dengan kami?!."


"Enggak deh!. Burung gue cuma buat dimasukin satu Sangkar aja. Burung gue enggak dimasukin ke banyak sangkar, dan sembarangan tempat."

__ADS_1


Nicola dan Barata malah tertawa ngakak mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Arman yg terlalu polos menurut mereka.


"Anjing lu. Ngerti juga lu masalah burung masuk dalam sangkar."


"Tapi ucapan lu bikin ngakak anjir."


"Udahlah. Kalian enggak takut penyakitan apa gonta-ganti sangkar?. Belum tahu mereka tu punya, ih!."


Nicola dan Barata semakin tertawa mendengarkan ucapan Arman. Entah kenapa itu terdengar lucu bagi mereka.


"Coba lu liat ni siapa?." Nicola pada saat itu menunjukkan foto cewek cantik pada Arman.


Deg!.


Arman sangat terkejut dengan apa yang ia lihat?. Hatinya tiba-tiba sja bergetar sakit dengan apa yang ia lihat?.


"Amanda?."


"Jangan bilang lu mau menargetkan amanda untuk korban lu selanjutnya?.'


Nicola terlihat senang?. "Tebakan lu benar. Dia yang akan menjadi target kmi berikutnya."


Deg!.


Jantungnya benar-benar berdetak dengan sangat kencang. Hatinya merasa sangat sakit dengan apa yang telah dikatakan Nicola.


"Aku tidak akan membiarkan kalian mengincar amanda." Dalam hati Arman sangat tidak rela jika Amanda menjadi incaran mereka.


"Tapi, bukannya amanda itu teman sekelas lu man?. Beruntung banget lu punya teman cantik kek dia."

__ADS_1


"Dia emang teman sekelas aku."


"Tapi lu kok gak punya gairah apa liat dia?."


"Gue bukan lu berdua." Arman benar-benar sangat kesal dengan ucapan mereka yang seperti itu tentang Amanda?.


"He?. Lu itu gak punya selera yang bagus tentang wanita ya man?." Nicola seperti sangat bernafsu melihat wajah cantik Amanda yang menggugah selera duniawi.


"Tenanglah arman. Jangan sampai mengundang curiga bagi mereka nantinya." Dalam hati Arman mencoba untuk menahan dirinya agr tidak lepas kendali karena Amanda menjadi incaran mereka?.


...**...


Sementara itu Amanda yang berada di rumahnya sedang bersiap-siap untuk pergi ke sebuah acara pertemuan yang katanya kencan buta ala-ala orang jepang yang pengen punya pacar tapi belum laku-laku juga?.


"Cuma iseng aja sih." Dalam hatinya merasa deg-degan. "Ok. Sebelum jam delapan mau siap-siap dulu." Ia keluar kamarnya.


"Anak ayah kelihatan ceria banget. Ada apa?." "Ayah?." Amanda sedikit terkejut dengan penampilan ayahnya?.


"Ayah kenapa malah pake maskeran?." Amanda hampir saja berteriak ketakutan.


"Hehehe. Nanti ibu mau datang. Jadi ayah harus tampil glowing." Ernando malah cengengesan dengan ucapannya sendiri.


Amanda hanya menghela nafasnya dengan sangat lelah. "Mau sampai kapan ayah bucin sama ibu?."


"Ayah akan bucin terus sama ibu, soalnya ibu kamu itu cinta pertama dan terakhir ibu." Tanpa perasaan malu i berkat seperti itu pada anaknya?.


"Terserah ayah aja deh." Amanda merasa lelah sendiri.


"Hehehe." Ernanda hanya tertawa kecil melihat anaknya yang tidak suka dengan sikapnya?. "Nanti kamu akan merasakan apa yang ayah rasakan. Jadi jangan ngejek ayah sekarang, ya?."

__ADS_1


"Gak akan." Amanda memang tidak akan merasakan perasaan itu?. Apakah benar itu yang kan terjadi?. Next.


...***...


__ADS_2