
Reynal terkejut ketika melihat sosok Om Yogi tiba-tiba datang dengan wajah nya yang ngarang, pria paruh baya itu menatap bengis Reynal.
Pria muda itu lupa bahwa Om Yogi selalu ada di sekitaran Bella, pria paruh baya itu juga yang paling cepat tanggap tentang keadaan Bella.
‘mati aku,’ batin Reynal ketakutan.
“Memang Bodrex kamu! Selalu buat Bella overdosis kalau dekat-dekat dengan kamu!” bentak Om Yogi langsung meninju wajah tampan Reynal dengan keras.
Membuat Reynal tersungkur karena pukulan yang di berikan oleh Om Yogi sangatlah besar. Bau amis darah menyeruak indra penciuman Reynal. Karena cairan kental berwarna merah keluar dari sudut bibir Reynal.
Om Yogi ingin meninju Reynal lagi, namun dokter dan para perawat yang ada langsung melerai.
“Tolong jangan buat keributan di rumah sakit, Pak! Meski Anda berdua adalah orang kaya, tapi yang namanya peraturan tetap peraturan kalau tidak boleh ada keributan di rumah sakit, karena akan mengganggu kenyamanan pasien kami!”
Dokter itu berkata dengan nada tegas membuat Om Yogi terpaksa mengurungkan niatnya itu untuk memukul wajah Reynal. Pria paruh baya itu merasa enek melihat pria muda yang pernah menjadi suami keponakannya.
“Kamu selamat kali ini!” desis Om Yogi dengan nada yang dingin membuat Reynal menelan ludahnya.
Reynal tahu betul siapa Om Yogi, pria paruh baya yang keahlian otak dan otot nya sebanding dengan sepuluh orang pria ahli karate.
‘seharusnya aku bisa l;ebih hati-hati … Ahh … pasti setelah ini untuk bertemu dengan Bella’ batin Reynal gelisah merasa menyesal.
“Bagaimana keadaan keponakan saya, Dok?” tanya Om Yogi dengan nada dingin dan ekspresi datar.
“Keadaan pasien baik-baik saja, tidak ada yang harus dikhawatirkan, tapi sebelum itu satya ingin bertanya, apakah pasien pernah mengalami penyakit kanker otak sebelumnya? Dan apakah Pasien juga mengalami hilang ingatan?”” tanya Dokter tersebut dengan penasaran.
Om Yogi dan Reynal menjadi khawatir saat mendengar pertanyaan dokter tersebut.
“Pernah, Dok. Ada apa? Apakah penyakitnya kambuh lagi?” tanya Om Yogi tak bisa tenang karena merasa sangat khawatir.
“Bukan, Pak. Tapi, sepertinya saat ini pasien telah mengingat ingatan yang hilang dulu! Itu hanya perkiraan kami semata. Kita akan tahu setelah pasien sadar! Saat ini jangan ganggu pasien dulu, biarkan pasien beristirahat di sini dulu.”
__ADS_1
“Setelah pasien sadar barulah bisa dibawa pulang!” jelas dokter itu panjang lebar membuat Om Yogi bernafas lega. Tetapi, pria paruh baya itu merasa takut bila kejadian buruk terjadi pada Bella.
Apalagi tentang ingatan kejahatan Reynal padanya, pasti Bella akan merasa sangat sedih, pikirnya.
Sedangkan Reynal merasa sangat senang karena dia mendapatkan secercah harapan,l dia yakin bahwa bila Bella mengingat semuanya pasti istrinya itu mau memaafkan dirinya.
Sebab Reynal tahu bahwa Bella sangat mencintainya, sama seperti sebelumnya Bella selalu memaafkan kesalahannya.
Reynal terlalu percaya diri akan hal itu. Dia lupa bahwa semua orang bisa berubah.
“Terima kasih, Dokter!” Reynal tersenyum senang membuat Om Yogi merasa muak, pria paruh baya itu yakin bahwa saat ini Reynal sangat bahagia.
‘Cih … jangan pernah berharap kalau Bella mau lagi sama mu, akan aku pastikan kalau Bella benci padamu,’ batin Om Yogi berdecak kesal.
“kalau begitu saya permisi.”
Selepas kepergian Dokter Om Yogi langsung menarik kerah baju Reynal, lalu mendorong Reynal ke dinding.
Gleg.
Reynal menelan ludahnya karena merasa sangat takut melihat tatapan Om Yogi yang sangat mematikan. Meski sudah tua, wibawa dan aura Om Yogi masih saja seperti pembunuh bayaran berdarah dingin.
“Jawab, sialan!” ujar Om Yogi dengan nada yang sangat rendah.
“A-aku menciumnya!” jawab Reynal jujur tak berani berbohong karena tak ingin membuat Om Yogi semakin marah.
Mendengar hal itu membuat darah Om Yogi berdesir, dia merasa murka karena Reynal berani menyentuh keponakan nya itu.
Bugh.
Reynal kembali tersungkur ke lantai karena bogeman mentah yang diberikan oleh Om Yogi, pria itu tak berani membalas nya karena pasti tenaga nya kalah jauh dari Om Yogi.
__ADS_1
“Jangan pernah menyentuh Bella lagi, walau hanya seujung jari saja, karena kalau sampai aku tahu, aku pastikan kamu membusuk di penjara atas kasus pelecehan!” tegas Om Yogi mengancam Reynal membuat pria tampan itu terkejut.
Reynal merasa heran dan kaget dengan ancaman Om Yogi yang berniat melaporkannya pada pihak berwajib atas laporan pelecehan.
Gila? Bukankah hal yang wajar suami mencium istri.
“Apa maksud, Om? Pelecehan? Apa Om lupa kalau aku dan Bella suami istri? Lalu di mananya pelecehan?”
“Pelecehan itu kalau aku cium istri orang bukan istri aku sendiri.” Reynal berkata dengan nada yang berubah menjadi tegas.
Pria tampan itu tak terima dengan ancaman Om Yogi yang tak masuk akal baginya. Entah apa yang terjadi, sekarang Om Yogi menyeringai penuh arti menatap remeh dirinya.
“Kamu dan Bella bukan lagi suami istri, kalian berdua sudah resmi bercerai!” ujar Om Yogi tersenyum puas.
Duaarr.
“Tidak mu-mungkin,’ lirih Reynal.
*
*
*
Wkwkwk … emang enak, Rey? Itu gak sebanding dengan apa yang Bella rasakan?
Oke, insya Allah hari ini bakal Crazy up, jadi pantengin terus dan perbanyak komentar nya, dan doakan semoga karya ini cepat di kontrak ya kakak.
Bersambung.
Jangan lupa like, komentar, vote dan rate 5 yah kakak.
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh.