Penyesalan Mantan Suami

Penyesalan Mantan Suami
Salting nya Bella


__ADS_3

Dika tersenyum cerah, dia melirik ke arah Bella yang tampak senyam-senyum menatap ke arah luar jendela mobil. Wanita yang ia cintai itu tampak begitu manis dengan rona merah di pipinya.


"Kamu cantik!" puji Dika tanpa basa-basi membuat wajah Bella semakin bersemu merah. Ia menundukkan kepalanya tak berani menatap ke arah Dika yang sedari tadi mencuri-curi pandang ke arahnya.


"Memang dari lahir!" balas Bella malu-malu membuat Dika menarik sudut bibirnya berbentuk senyuman manis.


"Apa rahasianya? Kenapa bisa cantik dari lahir?" tanya Dika membuat Bella menoleh ke arahnya.


"Rahasia nya adalah DNA kedua orang tuaku. Wajah papa ku yang tampan dan mama ku imut, terus mereka bercocok tanam, hingga launching lah aku sebagai anak mereka!" jelas Bella bercanda membuat Dika tertawa lepas.


Pria tampan itu tak menyangka kalau Bella akan menjawab ceplas-ceplos. Wanita bertubuh mungil di samping nya ini memang sangat pintar menjawab segala pertanyaan.


"Bener juga ya! Papa dan mama kamu menikah, terus tak lama setelahnya kamu launching. Berarti sama seperti kita, dong." Dika membalas perkataan Bella ambigu membuat wanita itu mengernyitkan dahinya.


"Sama seperti kita? Maksudnya?"


"Ya sama … nanti setelah kita menikah bakal launching Bella dan Dika junior. Adiknya Kenzo!" jelas Dika santai membuat Bella hampir tersedak ludah.


Wanita itu segera membuang wajahnya ke arah jendela tak berani menatap Dika. Dia percaya bahwa saat ini wajahnya sedang merah merona bak kepiting rebus.


Dalam hati ia mengumpat kesal mengapa melontarkan perkataan yang mampu membuat Dika meng-ulti nya langsung.


Dika yang melihat Bella malu-malu pun tersenyum kecil. Dia semakin gencar mengganggu calon istrinya itu.


"Kira-kira Kenzo bakal suka adik cowok atau cewek? Atau mungkin adik kembar!"

__ADS_1


Bella melebarkan matanya terkejut, dia menjaguhkan rahang nya tak menyangka Dika akan bertanya hal demikian.


Boro-boro punya anak, menikah pun mereka belum. Lalu Dika sudah merencanakan pembuatan adik untuk Kenzo.


"Ih, Kakak. Apa-apaan sih? Belum juga kita nikah, udah ngomongin begituan! Bikin aku malu aja!" Bella mendengus kesal membuat Dika tertawa lepas.


Dia merasa gemas dengan tingkah calon istrinya itu. Seperti anak perawan yang masih lugu, padahal Bella sudah punya anak dan paham betul akan topik yang di bahas oleh Dika.


Namun, tetap saja wanita beranak satu itu merasa malu.


"Iya-iya, aku nggak bakal ngomongin itu lagi! Karena nanti setelah kita menikah, aku bakal langsung praktekin ke kamu!" ujar Dika membuat Bella kesal karena pria yang menjadi pengganti mantan suaminya itu sedari tadi terus menerus membahas perihal memalukan.


Plak.


Bella memukul lengan Dika karena merasa kesal. Dika meringis pelan membuat Bella sadar akan apa yang ia lakukan.


"Maaf-maaf, Kak. Aku nggak sengaja! Tadi itu refleks!" mohon Bella merasa bersalah pada Dika.


"Iya enggak apa-apa. Tapi, lain kali nggak boleh kasar sama calon suami okay! Nanti kualat kamu baru tahu rasa!" tegas Dika dengan wajah datar, meski dalam hati ia tertawa karena gemas melihat raut wajah cantik Bella.


Wanita itu menganggukkan kepalanya. Setelah satu jam perjalanan menuju perusahaan Reynal. Mereka pun tiba, Bella meminta izin pada Dika untuk menjemput anaknya.


"Jangan lama-lama, okay. Kalau ada apa-apa hubungi aku!" ujar Dika membuat Bella menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya, pria tampan itu ingin sekali menyusul Bella. Hanya saja dia paham betul kalau Reynal tak nyaman bila dia berdekatan dengan Bella.

__ADS_1


"Huff … nggak apa-apa, Dik. Kalian juga belum nikah! Nanti setelah menikah baru kamu berjalan di samping Bella untuk menemui Reynal!" gumam Dika pelan berusaha menenangkan hatinya yang cemburu.


Dia menatap punggung Bella yang perlahan menjauh dari jangkauan pandangannya.


***


Bella masuk ke dalam ruangan Reynal. Suasana nya begitu sepi, berbagai macam mainan berserakan di lantai menunjukkan Kenzo yang hiperaktif dalam bermain.


"Huff … Ken … Ken! Kamu sudah menganggu papa kamu bekerja! Kalau mama dulu yang serakin ruang kerja Papa mu, sudah pasti Mama di maki habis-habisan. Untung kamu tidak karena Papa kamu sayang sama kamu!" gumam Bella pelan.


Dia melangkahkan kakinya me unu ruangan pribadi Reynal. Perlahan ia membuka pintu tersebut.


Deggg.


*


*


Assalamu'alaikum.


Maaf telat up! Doakan author semoga di beri kesehatan dan kelancaran ide agar bisa up tiap hari.


Seperti novel author yang lalu.


Terima kasih buat semua yang udah mau nungguin kisah Bella. Kalau mau baca cerita Lala anak Arka cs ada di F I Z * 0. Judulnya Misteri Gadis Kupu-kupu Malam.

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️


__ADS_2