Penyesalan Mantan Suami

Penyesalan Mantan Suami
Panggil Mama


__ADS_3

Saat tiba di Mall, Dika mengambil alih gendongan Kenzo karena melihat Bella yang kesulitan menggendong Kenzo, sebab tubuhnya yang mungil. 


"Eh." Bella terkejut saat Dika mengambil Kenzo.


"Biarin aku aja yang gendong!" Dika berkata santai membuat Bella tersenyum kecil. Mereka terlihat seperti sepasang suami istri. Tubuh Dika yang kekar membuat Bella suka.


Apalagi saat ini penampilan Dika sangat modis seperti anak muda dan pria itu juga tak lagi memakai kacamata.


Dika yang menyadari Bella sedari tadi curi-curi pandang ke arahnya pun bertanya.


"Apa ada yang salah di wajahku?" Dika bertanya membuat Bella salah tingkah.


"Tidak ada," jawab Bella cepat lalu kembali menatap ke arah depan. Wanita itu merasa sangat gugup, perasaan yang sama persis saat bersama dengan Reynal dulu.


'tidak, Bell. Kamu nggak boleh gampang jatuh cinta, ingat! Dulu kamu sempat sakit karena cinta, hatimu pernah patah dan harapanmu sering pupus hanya karena makhluk yang bernama cinta,' batin Bella menasehati dirinya yang merasa sudah timbul benih-benih cinta.


Dia tak ingin lagi kecewa dan patah hati, Bella tak ingin mengulangi kisah lama lagi. Dia terlalu lelah untuk kembali di sakiti, wanita itu berharap dia bisa di cintai, bukan hanya mencintai.


Ternyata menikah dengan orang yang kita cintai tetapi dia tidak mencintai kita amatlah terasa sakit. 


Kalimat lebih baik di cintai daripada mencintai ternyata itu benar, karena Bella adalah korban dari mencintai.


Seseorang yang mencintai pasangan nya akan senantiasa mencoba memberikan yang terbaik. Begitu banyak keuntungan saat seorang insan menikah dengan orang yang mencintainya apa adanya.


"Waaa … da bola, tak. Tatak ada bola!" pekik Kenzo saat mereka tiba di tempat mandi bola.


Kenzo belum terbiasa memanggil Bella mama dan Bilqis Oma. 

__ADS_1


Timbul sebuah ide dalam kepala Bella membuat wanita itu tersenyum senang.


"Kenzo mau main bola?" Bella bertanya dengan nada lembut membuat bocah kecil itu segera menganggukkan kepalanya.


"He'um, Ken nak main bola!" Kenzo membalas dengan aksen cadel nya.


"Kenzo boleh main bola asalkan Kenzo mau manggil kakak dengan panggilan mama!" ujar Bella membuat Kenzo bingung.


"Ma ma!" beo Kenzo polos membuat mata Bella berbinar.


"Iya, mama … kalau Kenzo mau mama, nanti Kenzo boleh main sepuasnya di sini. Ada bola, ada mobil-mobilan, ada cewek –,"


"Huss … jangan ngomongin cewek di depan Kenzo yang masih kecil, Bell!" terus Dika membuat Bella tertawa cengengesan.


"Hehe … pokoknya nanti Kenzo bebas mau main apa aja di sini kalau Kenzo mau panggil kakak dengan panggilan mama mulai sekarang!" ujar Bella berusaha membujuk sang anak.


Tentu saja Kenzo merasa tergiur dan senang dengan tawaran Bella. Kenzo masih anak-anak yang sangat menyukai mainan. Dia tak tahu apa salah Dan benar karena otaknya yang masih polos.


Dia sangat merindukan panggilan itu keluar dari bibir mungil sang anak. Bella meneteskan air matanya karena terharu. Sudah lama dia mengajar kan Kenzo memanggilnya mama, namun bocah itu menolak.


Kalau tahu begini Bella sudah dari dulu menyogok Kenzo dengan mainan agar dia bisa mendengar suara imut Kenzo memanggilnya mama.


"Sekali lagi, Sayang. Panggil mama!" Bella mengeluarkan ponselnya lalu merekam Kenzo yang berada dalam gendongan Dika.


Dia ingin mengabadikan momen berharga tersebut. Agar bisa di lihatnya berulangkali nantinya.


"Mama!" Kenzo mengulanginya berkali-kali membuat Dika ikut tersenyum dan merasa senang melihat Bella bahagia.

__ADS_1


"Bola … Zo, main bola!" ujar Kenzo cadel membuat Dika dan Bella segera melepaskan Kenzo bebas bermain.


Mereka hanya memantau dari arah jauh, membiarkan Kenzo bermain karena bocah itu sudah lancar berjalan. Ada banyak anak balita yang ikut bergabung bermain. 


Untungnya Kenzo menuruni sikap Bella yang memang sangat mudah bergaul dan ramah senyum. Bocah itu menebar senyum manisnya seraya tidur telentang dalam kolam bola.


Suara tawa Kenzo dengan anak kecil lainnya membuat hati Bella bergetar.


"Mama sangat menyayangimu, Sayang!" gumam Bella pelan.


Dika menggenggam tangan Bella membuat wanita itu tersentak.


"Mau menangis di dalam pelukanku?" tawar Dika serius membuat Bella segera ingin memeluk wanita itu, namun Dika segera mendorongnya pelan.


"Bukan muhrim!" kelakar Dika tertawa kecil membuat Bella yang tadinya ingin menangis pun merasa kesal.


"Dasar pria, sukanya PHP in anak gadis orang!" sungut Bella membuat Dika tertawa lepas.


*


*


*


Wkwkwkwk … Bella korban PHP 🤣🤣


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like komentar vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2