
Setelah puas bermain, Dika mengajak Bella dan Kenzo untuk makan siang di restoran favoritnya, Bella merasa sangat nyaman berada di sisi Dika, karena bagaimana pun sikap Dika yang penyayang dan ramah, berbeda saat pertama kali mereka berdua bertemu membuat Bella merasa Bahagia.
Kenzo yang kelelahan bermain pun terlelap dalam pelukan Bella. Keduanya terdiam beberapa saat karena baru saja menghabiskan makanan siang mereka. Bella mengelap bibirnya dengan tisu lalu menatap wajah tampan Dika, yang berubah menjadin hangat.
Berbeda dengan tatapan Dika dulu yang amat dingin terasa menusuk ke ulu hati bila pria tampan itu menatap dirinya.
“Aku mau tanya sesuatu apa boleh?” tanya Bella ragu membuat Dika mengernyitkan dahinya.
“Tentu saja boleh, silakan tanya apa yang kamu ingin tanyakan!” ujar Dika santai dengan lugas menatap serius wajah cantik Bella.
“Apa bapak --,” Dika segera memotong ucapan Bella.
“Jangan panggil aku bapak, karena aku merasa akan sangat tua dan suasana menjadi kaku … kamu bukan lagi anak didik ku, jadi jangan panggil saya bapak!” potong Dika cepat membuat Bella menjadi salah tingkah, Wanita itu menggaruk pipinya yang tak gatal karena merasa bingung ingin memanggil Dika dengan panggilan apa.
“Emang bapak mau saya panggil apa?” tanya Bella balik membuat Dika mendengus kesal karena merasa tak nyaman di panggil bapak oleh Bella.
“Terserah kamu aja mau panggil aku apa … panggil Dika saja pun boleh, asalkan jangan panggil, Pak. Aku tidak suka mendengarnya!” ujar Dika santai membuat Bella menganggukkan kepalanya.
“Kak Dika aja bagaimana?” tanya Bella membuat Dika setuju karena dia menyukainya.
__ADS_1
“Boleh!” balas Dika dengan bibir berkedut menahan senyuman.
“Kamu mau tanya apa emangnya?” lanjut Dika penasaran dengan pertanyaan yang akan di tanyakan oleh Bella.
“Apa kak Dika udah punya pasangan … maksudnya, Kak Dika, mengajak ku dan Kenzo jalan-jalan, takutnya kalau nanti kakak sudah punya pasangan, bisa-bisa pasangan kakak nanti akan salah paham melihat kita bertiga jalan Bersama!”
Bella menundukkan wajahnya tak berani menatap Dika karena dia merasa malu, dia hanya tak ingin bila nanti hubungan Dika dan kekasihnya menjadi buruk karena salah paham. Semua itu juga karena Bella tak ingin berharap banyak pada Dika, dan dia juga tak ingin dekat dengan pria yang sudah memiliki kekasih.
Dia tak ingin ada Wanita yang merasakan bagaimana getirnya berada di posisi Bella dulu.
“Emang kenapa kalau saya ssudah punya pasangan?” Dika bukan menjawab melainkan bertanya membuat Bella merasa was-was sebab hatinya menolak kalau sampai Dika memiliki pasangan. Dia tak ingin Kembali terluka karena hatinya yang sudah mulai nyaman dengan Dika.
Sebagai seorang Wanita, Bella merasa sangat senang dan nyaman karena bisa melihat Kenzo dekat dengan pria asing yang memang terlihat sangat baik pada mereka berdua, tak ingin munafik pada diri sendiri, Bella sangat ingin merasakan kebahagiaan Bersama dengan pria yang menyayangi dirinya juga anaknya.
Bella menjawab dengan lugas karena Wanita itu merasa tak ada lagi yang harus dia tutupi, dia harus belajar menjadi pribadi yang terbuka agar tak Kembali sakit seperti dahulu. Dika yang mendengarnya pun mengerti apa yang di maksud Bella.
“Aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini … tenang saja, aku adalah pria yang setia, aku tidak akan membiarkan Wanita ku menangis karena aku tertarik pada Wanita lain!” balas Dika ambigu membuat Bella mendongak menatap serius wajah Dika.
“jadi, kakak udah punya pasangan?” tanya Bella dengan hati yang berdebar.
__ADS_1
Belum juga Dika menjawab seseorang lebih dulu hadir menepuk Pundak Bella membuat Wanita itu menoleh ke belakang. Matanya membulat sempurna di kala melihat siaapa yang menepuk bahunya.
“Ka-kamu …”
Maaf telat up ya kakak … nanti insya Allah up lagi.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar vote dan beri rating lima.
Salem Aneuk Nanggro Aceh