
Prang.
Bunyi kaca pecah membuat Meylin ketakutan, wanita itu menutup mulutnya tak percaya Reynal akan berubah kasar seperti ini.
Dada Reynal bergemuruh menatap tajam ke arah Meylin yang terlihat ketakutan. Wanita itu meneteskan air matanya yang sedari tadi ia tahan agar tak jatuh.
Meylin memundurkan langkahnya saat Reynal maju. Dia merasa takut dengan tatapan Reynal yang sangat berbeda dari biasanya.
"Aku menyesal, Mey. Karena memilih penghianat sepertimu! Benar kata orang tuaku kalau kamu memang nggak pantas untukku."
Reynal berkata dengan nada rendah, berusaha menekan perkataan nya. seluruh tubuh Meylin bergetar hebat saat mendengar ucapan Reynal yang sangat menyakitkan baginya.
Bagaikan di tusuk ribuan jarum tepat di hatinya. Seumur hidup baru kali ini Meylin merasa terhina karena yang berkata seperti itu adalah pria yang ia cintai.
"Ka-kamu menyesal memilihku?" Meylin mengulangi ucapan Reynal.
Wanita itu menatap tak percaya ke arah Reynal yang memandang rendah dirinya. Hati wanita itu merasa tersakiti dengan tatapan Reynal.
Tatapan yang dulunya penuh kagum dan cinta kini berubah menjadi tatapan menakutkan dan menjijikkan.
"Iya, aku menyesal memilih mu, bahkan aku juga menyesal karena telah mengenalmu. Kamu itu tidak lebih dari petaka yang membuat rumah tangga ku hancur!"
Reynal meluapkan uneg-uneg nya yang dia pendam dalam hati. Tak sadar dia telah menyakiti hati wanita yang pernah ia cintai itu.
Meylin yang mendengarnya pun tertawa miris, dia menertawakan nasib nya yang sangat buruk. Kisah percintaan dirinya dan Reynal sedari dulu memang tak berjalan mulus.
Karena selalu ada hambatan di tengah jalan saat keduanya ingin serius. Semua itu karena kesalahan Meylin sendiri. Wanita itu menyalahkan dirinya karena sudah jatuh cinta pada orang yang salah.
__ADS_1
Kesalahan pertama dia jatuh cinta pada pria kaya yang kastanya jauh berbeda dengan dirinya. Kesalahan kedua adalah dia mau menjadi duri dalam pernikahan Reynal karena termakan janji manis yang pria itu janjikan untuknya.
Lalu sekarang pria itu dengan santainya menyalahkan Meylin atas segala masalah yang menimpa rumah tangganya.
"HAHAHA." Meylin tertawa cekikikan dengan bola mata yang memerah berair.
Wanita cantik itu menatap getir Reynal dengan tatapan penuh luka dan kesedihan.
"Kamu ini lucu ya, Rey. Dulu kamu yang ngemis minta aku untuk tetap menjadi kekasihmu, meski kamu tahu kalau kamu sudah menikah!"
"Padahal aku sudah pernah bilang kalau aku tidak mau karena tidak ingin menyakiti Istrimu. Tapi, kamu meyakinkan aku kalau Bella dan kamu itu tidak saling cinta, jadi Bella tidak akan merasa tersakiti."
"Lalu sekarang saat Bella sadar kalau cintanya padamu telah membuatnya terluka dan dia pun memilih meninggalkan mu."
"Lalu …"
"Lalu dengan mudahnya kamu menyalahkan ku karena telah menjadi duri dalam rumah tangga mu. Dengan enaknya kamu tinggalin aku dengan alasan kamu tidak mau berhubungan dengan wanita yang sudah pernah tidur dengan pria lain."
"Apa kamu nggak mikir kalau setiap tuduhan dan makian mu itu melukai perasaan ku! Bagaimanapun aku ini wanita yang pernah kamu puja dan dambakan untuk menjadi istrimu, Rey!"
Meylin menangis seraya memukul dada bidang Reynal meluapkan emosinya yang tertahan sedari tadi.
Dua tahun dia tidak bertemu dengan Reynal karena mengurus ibunya yang di rawat di rumah sakit. Namun, Allah berkehendak lain dengan memanggil ibu Meylin pulang.
Sejak saat itu Meylin berhenti menjadi partner ranjang pria asing itu karena dia tak lagi membutuhkan uang lagi.
Lalu Meylin terbang ke Jakarta dengan harapan Reynal dan dirinya bisa menjadi pasangan seperti dulu. Apalagi saat dia tahu kalau Reynal dan Bella telah bercerai.
__ADS_1
"Perasaan kamu itu bukan lagi prioritas ku, Mey. Aku nggak peduli lagi mau kamu sakit hati atau tidak, aku nggak peduli lagi, Mey."
"Aku benci sama kamu?! Aku benci sama diri aku sendiri karena aku harus kehilangan, Bella. Gara-gara aku ingin lamar kamu, Mey!"
"Jadi, jangan merasa paling tersakiti karena dalam hal ini aku juga korban keegoisan ku sendiri, Mey."
"Aku kehilangan istri dan anak aku, Mey. Hubungan aku dan orang tua juga renggang karena perceraian ku dengan Bella. Sedangkan kamu? Apa kerugian yang kamu dapat? Tidak ada, 'kan?"
Reynal bersuara seperti orang kerasukan karena emosi nya yang meluap-luap. Pria itu juga menahan air matanya agar tak tumpah.
Berdebat dengan Meylin membuat emosi Reynal meledak-ledak.
"Waktu?! Aku kehilangan waktu aku! Bertahun-tahun aku menghabiskan waktu menjadi kekasih bayanganmu apa itu namanya kalau bukan buang-buang waktu!" jerit Meylin menggelegar.
*
*
Ceritanya karakter Meylin memang baik, ya. Dia nggak jahat hanya saja dia buta karena janji manis yang di janjikan oleh Reynal.
Sebagai wanita, realita nya ada sebagian wanita yang memang kalau udah cinta pasti akan sangat mudah termakan bujuk rayu pria. Benarkan? Meski tidak bisa dipukul rata juga karena ada sebagian yang masih bisa berpikir jernih tanpa melibatkan perasaan.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
__ADS_1