Penyesalan Mantan Suami

Penyesalan Mantan Suami
Sahabat Lama


__ADS_3

Sesudah mengobati Bella, Dito mengajak Kemal untuk berbicara serius. Sedangkan Bilqis berusaha menidurkan Bella yang sudah kelihatan lelah karena terlalu banyak menangis.


Saat ini Kemal dan Dito berada di taman halaman depan rumah Kemal. Mereka berdua duduk di sana, Kemal mengeluarkan sebatang cerutu dari saku nya.


Lalu memantik api pada ujung cerutu dan menghis*ap nya, kemudian dia mengepulkan asap keluar dari mulutnya.


Kemal hanya akan merokok bila sedang merasa tertekan. Dito menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


“Sepertinya Bella harus segera di tangani oleh psikiater,” ujar Dito membuka obrolan membuat Kemal tersentak.


“Apa maksud kamu? Anak ku tidak gila!” Kemal segera melebarkan matanya menatap tajam wajah Dito yang sudah tak lagi muda.


“Tenang dulu! Jangan main tensi, Mal. Kamu udah tua, bisa-bisa stroke!”


“Kamu kira psikiater itu hanya untuk orang gila aja. Psikiater juga berguna untuk orang-orang yang mengalami tekanan mental yang berat. Seperti Bella contohnya, dengan pergi berkonsultasi dengan psikiater, dia bisa kembali seperti Bella yang dulu.”


“Bella yang ceria. Terkadang kita sebagai orang tua, tidak bisa mengerti sepenuhnya kondisi anak kita sendiri. Jangan egois! Ini demi anak kamu juga!”


Dito menjelaskan panjang lebar maksud perkataan nya. Pria itu merasa sedih ketika melihat kondisi anak sahabatnya yang sedang down.


Kemal berusaha mencerna semua saran dan masukan yang di berikan oleh Dito. Pria itu membenarkan apa yang Dito katakan, karena kenyataan nya saat ini Bella merasa sangat tertekan.


“Kamu benar, Dit. Kondisi putriku sangat buruk semenjak mengenal Reynal. Aku menyesal karena telah m,enikahkan mereka berdua tanpa berbicara dengan Reynal dari hati ke hati. Aku kira apa yang aku lakukan benar.”


“Sebab aku tahu kalau Bella sudah lama menyukai Reynal, dan Reynal juga kelihatannya pria yang baik dan cocok dengan Bella!”

__ADS_1


“Tapi … ya seperti itu!” Kemal merasa bersalah karena telah menjodohkan Reynal dan Bella tanpa bertanya pada Reynal apakah dia sudah memiliki kekasih atau belum.


“Jangan menyalahkan diri sendiri, ini bisa menjadi pengalaman untuk kamu dan kita semua sebagai orang tua!”


“Terkadang kita sebagai orang tua sangatlah egois. Kita sering kali mengambil suatu keputusan pada hidup anak kita dengan dalih kita sebagai orang tua paling tahu apa yang terbaik untuk anak kita.”


“Tugas kita sebagai orang tua hanya meluruskan apa yang bengkok dari anak kita. Bukan memaksa mereka harus menjadi seperti apa yang kita inginkan.”


“Kalau memang pilihan anak kita itu baik, ya kita dukung. Kalau salah ya kita arahkan ke jalan yang benar!”


Kemal mendengarkan petuah sahabatnya itu dengan cermat, dia merasa sangat tertampar dengan apa yang di katakan oleh Dito.


Sebagai orang tua Kemal sangat ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.


“Bukankah itu lirik lagu Fatin?” potong Dito membuat Kemal cengengesan.


“Ha ha … aku lupa! Rasanya aku mau karaoke biar kepala ku sedikit tenang!” ujar Kemal membuat Dito tertawa.


“Ingat umur, Mal. Kita udah bau tanah! Apa kamu gak takut kalau waktu kita karaoke tiba-tiba malaikat maut datang!” canda Dito membuat Kemal ikut tertawa.


“Jangan dulu, aku masih mau lihat Baby menikah dan Bella bahagia!” balas Kemal yang belum siap mati.


Keduanya mengobrol sesaat mengenang masa muda mereka. Hingga tiba-tiba Kemal teringat pada obrolan awal mereka.


“Apa kamu punya rekomendasi psikiater yang harus Bella datangi?” tanya Kemal.

__ADS_1


“Ada yang cocok dan aku yakin Bella bisa sembuh. Tapi, dia bukan dokter.”


“Lalu kalau bukan dokter, apa pekerjaannya?” tanya Kemal heran.


“Dosen, dia anak kenalan ku dan aku yakin Bella nyaman sama dia, sebab ilmu psikolog nya sudah tinggi.”


Kemal mengangguk setuju dengan apa yang Dito tawarkan. Saat sedang mengobrol, seorang pelayan datang menghampiri mereka.


“Tuan besar, ada Tuan muda Reynal di depan ingin bertemu dengan nona Bella!” lapor pelayan tersebut membuat rahang Kemal mengetat.


*


*


*


Hehe … tahan bentar ya. Kita main drama dulu, nanti setelah Bella dan Dika bersama baru kita mulai komedi nya wkwkwk.


Alhamdulillah, novelnya udah kontrak 🥰🥰🥰


Bersambung.


jangan lupa like komentar vote dan rate 5 yah kakak.


Salem Aneuk Nanggro Aceh.

__ADS_1


__ADS_2