
Reynal yang mengetahui fakta sang anak masih hidup pun tak bisa tinggal diam lebih lama lagi, dia ingin berjumpa dengan anaknya karena Reynal sedari dulu memang sangat menyayangi kandungan Bella.
Dia mengetahui dari informan yang memata-matai Bella bahwa wanita itu keluar bersama dengan seorang pria membawa putranya. Ada rasa marah dan cemburu dalam hati, tetapi, Reynal tak bisa meluapkan nya.
Reynal paham bahwa saat ini dia hanyalah orang asing bagi Bella. Pria itu ingin memperjuangkan Bella, tetapi dia tersiksa melihat sorot mata Bella yang menatapnya penuh kebencian dan kesedihan.
"Meski kita telah berpisah, Bell. Kamu sudah menjadi mantan istriku dan sebaliknya aku sudah menjadi mantan mu … tapi, masih ada anak yang mengikat kita berdua. Tidak ada mantan ayah, Bell. Apapun yang terjadi aku tetap akan berjuang untuk bisa bertemu dengan baby Boy!"
"Aku adalah ayahnya, aku berhak bertemu dan bermain dengannya. Terlepas dari kamu yang ingin menikah lagi, aku tidak peduli … karena yang aku inginkan adalah baby boy tetap menganggap ku ayahnya!"
Reynal bergumam dalam hati, memacu kendaraan nya lebih cepat agar segera tiba ke Mall tempat Bella dan anaknya berada. Dia merasa hatinya berdebar-debar tak karuan karena tak sabar bertemu dengan sang buah hati.
Dia naik ke lantai atas tempat zona permainan anak-anak, Reynal mencari-cari Bella dan dia melihat Bella sedang makan siang bersama dengan dosen nya.
"Bella," gumam ya pelan dengan hati yang sesak dan Cemburu melihat Bella dekat dengan pria lain.
'sudahlah, Rey. Ikhlaskan saja … jangan menyakitinya terlalu dalam lagi. Dia merasa tersiksa bila berdekatan dengan mu. Bila memang kamu mencintainya, maka lepaskan dia. Biarkan dia bahagia dengan caranya sendiri,' batin Reynal menasihati raga pria itu yang masih saja merindukan Bella.
Bagaikan pungguk merindukan bulan, itulah perumpamaan Reynal yang merindukan Bella kembali padanya. Sangat mustahil itu terjadi, karena dia yakin saat ini Bella tak lagi mencintainya.
'Tuhan … kuatkan hatiku,' batin Reynal berdoa karena hatinya terasa panas melihat wanita yang ia cintai bersama dengan pria lain.
Reynal berjalan mendekati Bella lalu menepuk pundak wanita itu.
"Bella," panggil Reynal lembut membuat Bella tersentak lalu berbalik menatapnya.
"Kamu," gumam Bella pelan dengan mata yang melebar terkejut.
Reynal tersenyum getir karena sekarang Bella tak lagi memanggilnya dengan embel-embel kakak.
Dia benar-benar seperti orang asing sekarang karena Bella tak lagi menganggap Reynal orang penting baginya.
__ADS_1
"Sedang apa kamu di sini?" Bella bertanya pelan agar anaknya tak bangun.
Tetapi, Kenzo merasa terusik karena pergerakan Bella membuat bocah balita itu merengek membuka matanya pelan.
"Ma ma!" Suara imut itu terdengar parau seperti bocah yang baru bangun tidur pada umumnya.
Reynal membeku saat melihat Kenzo bangun menjauhkan wajahnya dari dada Bella. Bocah balita itu mendongak menatap wajah sang ibu yang tak melihat ke arahnya.
Alhasil Kenzo menoleh ke samping mengikuti arah pandang Bella. Dia melihat seorang pria dewasa yang tampan menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
Tes.
Reynal meneteskan air matanya saat melihat wajah Kenzo yang mirip dengan wajahnya dan Bella. Dadanya terasa sesak karena selama dua tahun lebih baru kali ini dia bertemu dengan putranya.
Dia tak melihat pertumbuhan putranya, membuat Reynal merasa menyesal dan marah.
"Oom … Napa nanis?" Kenzo bertanya dengan suara cadelnya saat melihat Reynal menangis.
"Bell, boleh aku menggendong baby Boy ku?" Reynal bertanya dengan suara serak, berusaha menahan dirinya yang sudah tak sabar ingin memeluk erat putranya.
Masih terbayang bagaimana dia dulu membuatkan nasi goreng untuk Bella yang sedang mengidam. Padahal nasi goreng buatannya sangat asin dan terlalu banyak bawang merah.
Tetapi, Bella tetap menghabiskannya dengan lahap karena dia sangat menyukainya.
Bella memejamkan matanya perlahan, berusaha menepis ego dalam dirinya yang memberontak untuk menguasai Bella.
Dia berusaha mengingat masa lalunya yang bahagia saat bersama dengan Reynal. Masa-masa bahagia itu hanya ada saat Bella mengandung.
Masih terbayang jelas bagaimana perlakuan Reynal yang dulunya kasar tapi berubah menjadi lembut dan perhatian saat Bella mengandung.
Pria itu tidak mencintai Bella kala itu, tetapi Reynal mencintai kandungannya. Mungkin Reynal suami yang buruk,akan tetapi dia adalah ayah yang baik. Meski kala itu Reynal pergi meninggalkan nya menjelang melahirkan.
__ADS_1
Bella bukanlah sosok yang egois, sikap Kemal (ayahnya) yang baik menurun padanya. Dia tidak akan melupakan kebaikan Reynal selama dia mengandung hanya karena satu kesalahan besar, sebab meninggalkan Bella kala itu.
Reynal berhak atas Kenzo, karena bagaimanapun pria itu adalah ayah kandungnya.
Mungkin bila Bella menuruni sikap Bilqis (ibunya) dia akan menjadi sosok pendendam.
"Se-bejat apapun kamu tetap ayahnya!" Bella bergumam pelan membuat Kenzo bingung karena tak mengerti maksud ibunya.
"Sayang, kamu hibur oom ini biar gak nangis lagi ya!" bisik Bella pelan buat Kenzo mengangguk polos.
Kenzo merentangkan tangannya lalu dengan sigap Reynal menggendong putranya. Pria itu tersenyum lebar dengan mata yang berair.
Rasa bahagia membuncah dalam hati Reynal. Dia mendekap erat tubuh mungil Kenzo lalu menciumi wajah Kenzo berkali-kali.
"Jagoan papa udah besar rupanya!" ujar Reynal pelan seraya menggesekkan hidungnya dengan hidung kecil Kenzo.
"Papa?" beo Kenzo polos menatap bingung Reynal dan Bella.
*
*
*
Pusing gak tuh si Kenzo punya banyak emak dan bapak wkwkwkwk.
Btw kalau di sekitar author, banyak cucu pertama yang memang memanggil kakek dan neneknya Mak dan Ayah. Karena cucu pertama mampu menggerakan anak bungsu wkwkwkwk 🤣🤣
Bersambung
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh