Penyesalan Mantan Suami

Penyesalan Mantan Suami
Berusaha Menerima Takdir


__ADS_3

Sudah dua bulan berlalu semenjak pertemuan Reynal bertemu dengan Kenzo. Semenjak hari itu mereka kerap bertemu karena Reynal sudah bertemu dengan keluarga Bella untuk meminta maaf. Meski pasalnya keluarga Bella masih bersikap dingin, akan tetap mereka tak melarang Reynal untuk bermain atau bertemu dengan Kenzo.


Kedekatan Dika dan Bella pun semakin besar. Hal itu membuat Reynal semakin sadar diri bahwa peluang dirinya untuk bersama dengan Bella tidak ada lagi.


Bella mengantarkan Kenzo ke kantor Reynal karena sang anak merengek meminta bertemu dengan Reynal. Di tambah Bella harus bertemu dengan Dika karena pria itu ingin berbicara hal serius dengan Bella.


"Papa!" Kenzo merentangkan tangannya ingin di gendong oleh Reynal.


"Uh anak papa minta di gendong!" Reynal tersenyum lebar lalu menggendong tubuh mungil sang anak yang semakin hari semakin berisi.


Dia mengecup pipi chubby milik Kenzo membuat bocah balita itu tertawa geli karena pipinya terkena brewok Reynal yang memang sengaja di pelihara.


"Aku titip Kenzo! Nanti sore aku akan membawanya pulang." Bella berkata dengan nada pelan. Ekspresi nya datar tak menunjukkan ekspresi apapun.


"Kamu akan pergi lagi dengannya?" Reynal menatap lekat wajah cantik Bella yang tampak berseri-seri.


"Iya." Bella menarik sudut bibirnya berbentuk senyuman tipis.


Reynal berusaha menahan raut wajahnya agar terlihat baik-baik saja, hatinya terasa sakit bak di tusuk sembilu tajam mendengar ibu dari anaknya telah berhasil move on darinya.


Sekarang Reynal sadar bahwa dirinya telah tertinggal jauh dari Bella. Istrinya yang dulu ia sakiti kini telah berhasil bangkit dari keterpurukan. Sedangkan dirinya tenggelam dalam lautan penyesalan.


Jutaan kata maaf pun tak mampu mengembalikan dirinya ke masa lampau guna mengubah nada depan.

__ADS_1


"Oh … sepertinya dia mencintaimu dan menurutku dia pria yang baik. Karena dia menyayangi Kenzo! Dia cocok menjadi stepfather untuk Kenzo!" ujar Reynal dengan wajah tenang nya.


Degg.


Reynal yang berkata akan tetapi dirinya pula yang merasa sakit. Dia tak menyangka akan mampu mengucapkan kalimat itu.


Bella tersenyum lebar. Dia menganggukkan kepalanya tenang.


"Benar. Dia pria yang cocok untuk menjadi papa kedua Kenzo!" balas Bella santai membuat Reynal semakin tenggelam dalam jurang penyesalan.


"Pergilah, nanti kamu terlambat. Have a nice day!" Reynal berbalik arah membawa Kenzo masuk ke dalam ruang pribadinya yang sudah di sulap menjadi kamar anak-anak.


Matanya berkaca-kaca, sekuat tenaga dia menahan nya agar tak jatuh. Dia telah berjanji untuk tak menangisi Bella lagi.


Sedangkan Bella menatap punggung Reynal dengan tatapan yang sulit di artikan.


"I hope you happy!" gumam Bella pelan lalu berbalik melangkah keluar dari ruangan Reynal.


Keduanya sedang berusaha keluar dari rumitnya derita masa lalu mereka. Bella berusaha bangkit dari keterpurukannya, sedangkan Reynal berjuang untuk keluar dari lautan penyesalan.


Keduanya sedang tak baik-baik saja. Akan tetapi, untuk kembali? Tentu saja jawabannya tidak karena Bella tak ingin mengulangi kisah lama.


"Papa nanis? Tenapa nanis?" Kenzo mengusap pipi Reynal yang basah. Hati bocah kecil itu sakit melihat sang ayah menjatuhkan air matanya.

__ADS_1


"Papa nangis karena rindu sama Kenzo! Habis Kenzo nya lama nggak ketemu papa." Reynal mengelak menampilkan raut wajah merajuk membuat Kenzo tersenyum tanpa dosa.


"Tapi, kan kita nggak ketemunya cuma ceminggu!" ujar Kenzo polos.


"Seminggu itu seperti setahun untuk papa, Ken." Reynal mendudukkan sang anak di mainan kuda lumping nya.


"Kalau gitu Ken akan setiap hali ke sini, bial papa ndak sedih!" Kenzo tersenyum manis seraya membelai pipi brewok sang ayah.


Keduanya pun tertawa bersama, Reynal bekerja di ruangan nya seraya memantau sang anak bermain.


Ada rasa bahagia dan hangat melihat buah hatinya bermain dengan riang di kantor nya.


"Andai kita masih bersama, Bell. Pasti momen ini akan lebih hangat dan manis!"


"Tapi, tidak apa-apa. Aku cinta sama kamu, kamu bahagia akupun bahagia. Meski bahagiamu bukan bersamaku!" gumam Reynal pelan dalam hati.


**


Halo semuanya. Maaf baru hadir lagi! Insya Allah author akan nulis seperti biasanya.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak

__ADS_1


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2