
Bella tersentak kaget mendengar pertanyaan Reynal. Ada rasa tak enak dalam hatinya, tetapi segera di tepis karena wanita itu tak ingin berlarut-larut dalam kenangan masa lalu.
"Iya." Bella menjawab singkat membuat hati Reynal bak di tusuk ribuan jarum. Pria tampan itu tertawa getir, harapannya untuk kembali dengan Bella benar-benar telah kandas.
"Bagus, semoga kamu bahagia hidup bersama dia." Reynal tersenyum paksa berusaha menahan rasa sakit dalam hatinya.
Bella yang mendengarnya pun tersenyum kecil. Dia menganggukkan kepalanya cepat tak berani menatap wajah Reynal yang kini berubah sendu.
"Doa yang sama juga ku panjatkan untuk kamu. Semoga kamu mendapatkan wanita yang mencintaimu dengan tulus dan membahagiakanmu kelak, sampai hari tuamu!" ujar Bella pelan membuat Reynal tertawa getir dalam hati.
'sayang nya wanita baik itu adalah kamu, Bell. Hanya saja aku goblok telah menyia-nyiakan mu.' batin Reynal sedih.
Suasana kembali hening. Reynal menatap langit-langit kamar sedangkan Bella mer*mas ujung dress-nya.
"Kalau begitu aku pulang dulu! Jangan lupa besok pagi-pagi buta antar pulang Kenzo!" pamit Bella lalu beranjak keluar dari ruangan Reynal.
Tinggallah Reynal bersama dengan Kenzo.
Tes
Setetes air mata keluar dari sudut mata Reynal. Dia merasa sesak yang amat dalam karena sebentar lagi mantan istrinya sudah memiliki pengganti dirinya. Sedangkan Reynal masih bergelut dengan penyesalan masa lalunya.
"Kenapa takdir hidup ku begini, Tuhan? Apa ini termasuk skenario hidup yang dulunya engkau tulis untuk ku atas persetujuan ku?"
"Kalau dulunya aku setuju untuk memilih jalan ini, lalu kenapa hati ini sakit saat melihat Bella bahagia bersama pria lain?"
"Apa tidak ada kesempatan untuk ku, Tuhan?"
__ADS_1
Reynal menangisi kisah percintaan nya yang amat buruk. pria tampan itu menyesali semua perbuatannya di masa lalu. Andai saja dia bisa melihat masa depan, pasti dia tidak akan melakukan hal yang akan membuatnya menyesal seperti ini.
"Aku mohon, Tuhan. Berikan aku sedikit kebahagiaan dalam percintaan!" pinta Reynal pelan berharap Tuhan mau mendengarkan permintaan nya itu.
*
*
Bella keluar dari perusahaan Reynal, ia segera masuk ke dalam mobil calon suaminya. Dika yang melihat Bella tak membawa Kenzo pun merasa heran.
"Kenzo mana?" tanya Dika penasaran.
"Kenzo nginap di rumah papa nya. Besok pagi-pagi buta Kenzo bakal di antar pulang ke rumah!" balas Bella pelan membuat Dika mengerti.
Dia melirik ke arah Bella dan melihat raut wajah sendu terpatri di wajah calon istrinya. Tampak Bella seperti sedang memikirkan sesuatu.
Wanita itu menggelengkan kepalanya cepat. Dia menatap lembut wajah tampan Dika.
"Tidak ada! Hanya saja aku sedang mikirin masa depan dia!" ujar Bella ambigu.
"Reynal maksud kamu?" Dika berusaha menarik membuat Bella menganggukkan kepalanya.
"Iya … aku lihat dia benar-benar menyesali perbuatannya dulu! Hatinya seperti terluka tapi tak berdarah!" jelas Bella membuat Dika merasa cemburu karena calon istrinya itu memikirkan mantan suaminya.
Maklum saja, Dika hanya takut kalau Bella kembali lagi ke dalam pelukan Reynal.
"Kamu mau ninggalin aku dan balikan sama Reynal?" tanya Dika tanpa basa-basi membuat Bella tersedak ludah.
__ADS_1
Dengan cepat wanita itu menggelengkan kepalanya tak pernah bermaksud balikan dengan Reynal.
Dia tetap pada pendiriannya, bila Reynal pergi dari rumah kala itu maka saat itu pula Bella tidak akan mau kembali lagi merajut kasih dengan mantan suaminya.
"No … aku tidak pernah mau balikan sama dia! Luka yang dia berikan masih membekas dalam hati dan kepalaku. Tidak pernah sedikitpun aku berangan-angan balikan sama dia!" bantah Bella cepat membuat Dika merasa tenang.
"Terus kenapa kamu mikirin dia terluka atau tidak?" tanya Dika datar.
"Aku hanya merasa khawatir saja dia bisa move on atau tidak, Sayang. Apa dia bisa bahagia atau tidak! Itu saja … bagaimanapun dia pria yang dulunya aku cintai! Terlebih lagi dia adalah papa kandung nya Kenzo."
"Kasihan Kenzo nya juga nanti kalau setelah dewasa dan melihat papa nya tidak bahagia! Itu saja … nggak lebih!" jelas Bella membuat Dika tersenyum kecil.
"Jangan takut … dia punya Tuhan yang lebih sayang sama dia. Lebih tahu apa yang dia butuhkan! Kalau memang sudah waktunya, nanti Tuhan juga bakal beri dia jodoh yang baik, kok."
"Ini hanya masalah waktunya saja! Cepat atau lambat dia pasti akan move on dari kamu! Bagaimanapun hidup terus berjalan, Sayang!" ujar Dika bijak berusaha menenangkan keresahan hati Bella.
Tentu saja wanita itu merasa sangat senang setelah mendengar penjelasan calon suaminya.
*
*
Maaf telat up ya, Kak.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏