
Degg.
Bella tersentak saat melihat Kenzo dan Reynal tidur berpelukan di lantai dengan posisi Kenzo di atas tubuh pria itu. Kondisi ruangan tersebut lebih kacau, boneka Spongebob dan robot-robotan sudah ke mana-mana.
Bahkan, pakaian yang di kenakan oleh Reynal sudah kusut. Dapat di nilai oleh Bella bahwa sang anak amat merepotkan mantan suaminya itu.
Hhuff
Bella menghela nafas panjang, dia segera berjongkok. Mau tak mau dia harus membangunkan mereka karena tak ingin Dika menunggu terlalu lama.
Bella menyentuh lengan Reynal membuat pria itu sontak membuka matanya lebar karena terkejut. Reynal adalah tipikal yang gampang terjaga bila ada suara berisik atau seseorang menyentuh tubuhnya. Hal itu terjadi semenjak kepergian Bella.
Reynal sering bangun secara tiba-tiba karena mimpi buruk. Dia menatap Bella lalu menghela nafas berat.
"Kamu, Bell. Aku kira siapa tadi!" ujar Reynal pelan dengan suara serak khas bangun tidur.
Dia melirik ke arah Kenzo yang masih tertidur pulas di atas tubuhnya.
"Kenzo, tidur … apa tidak boleh besok saja aku pulangin dia ke rumah kamu?" Reynal bertanya pada Bella penuh harap.
Bella melihat wajah Reynal yang tampak kelelahan. Pria itu masih terlentang di lantai karena takut bergerak membangunkan sang anak nantinya.
"Tapi, besok Kenzo harus sekolah!" balas Bella pelan membuat Reynal mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Sekolah apa, Bell? Kenzo belum cukup umur untuk sekolah paud atau TK. Lalu sekolah apa?" tanya Reynal heran.
"Sebenarnya bukan sekolah sih. Cuma semacam tempat perkumpulan para balita yang sedang berusaha berjalan dan berbicara. Itu semua agar mereka lebih mudah bergaul nanti saat sekolah."
"Nanti ada pembimbing mereka juga!" jelas Bella membuat Reynal mengerti.
Pria itu mengira Bella terlalu keras mendikte Kenzo agar menjadi anak yang cerdas.
"Aku kira sekolah apa! Aku tidak mau kalau Kenzo sekolah terlalu dini … dia masih sangat terlalu kecil! Biarkan dia jadi anak yang bahagia tanpa harus memikirkan matematika atau bahasa asing!"
"Dia anakku dan aku pintar! Gen kepintaran ku pasti nanti akan menurun padanya. Aku tidak ingin Kenzo merasakan apa yang aku rasakan dulu! Di paksa menjadi anak pintar!" jelas Reynal cepat berharap Bella mengerti.
Reynal dulunya di paksa menjadi anak yang cerdas dan pintar. Tak ada waktu untuk bermain seperti anak-anak lainnya. Bahkan, bermain hujan atau lumpur saja Reynal tak pernah.
Itulah yang Reynal rasakan di masa kecilnya. Dia tak ingin Kenzo merasakan apa yang ia rasakan dulu.
Bella yang mendengarnya pun menghela nafas berat. Dia merasa kesal dengan perkataan Reynal. Jelas saja dia tidak akan mau mendikte anaknya harus cerdas karena dia sendiri tidak suka di dikte.
"Tenang saja, aku bukan orang tua yang ambisius, rela merebut kebahagiaan anak demi kepuasan batin ku semata!" Bella membalas perkataan Reynal dengan cepat membuat pria tampan itu menarik sudut bibirnya melengkung ke atas.
Dia melihat wajah Bella yang semakin hari semakin cantik. Bella yang salah tingkah pun menarik rambutnya ke belakang telinga.
Degg.
__ADS_1
Senyuman di wajah Reynal langsung pudar di kala melihat cincin yang di pakai oleh Bella di jari tengah. Sebuah cincin yang sangat indah dan tentunya Reynal cukup pintar menebak cincin apa itu.
"Bella."
"Hmm."
"Apa Dika baru saja melamar mu?" tanya Reynal serius dengan nada lirih membuat Bella tersentak kaget.
*
*
Wih … babang Reynal, nyesek sih nyesek tapi kembali lagi ke realita. Gimana rasa sakit yang Bella rasakan dulu karena ulah mu.
🤧🤧🤧
Author galau ini … apa kalau tidak Reynal di kasih jodoh lain aja ya?
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
__ADS_1