
Seorang wanita cantik tampak sedang berusaha membuka matanya perlahan, kepalanya yang merasa pusing membuatnya sulit untuk bangkit dari tempat perpaduan nya.
"Syukurlah kamu sudah sadar, Bell!" Suara bariton om Yogi membuat wanita itu langsung memeluk oleh ke arah paman nya itu.
Terlihat om Yogi duduk di kursi penjaga menatap dingin dirinya, meski ada raut wajah khawatir dari guratan wajah nya.
"Om, kenapa aku bisa ada si sini?"
Bella bertanya saat melihat sekeliling nya yang bernuansa serba putih, dia menebak bahwa saat ini wanita itu sedang berada di rumah sakit.
"Kamu pingsan tadi di kampus," balas Om Yogi seadanya membuat Bella membuka matanya lebar.
Wanita itu teringat terakhir kali dirinya sadar Reynal mencium paksa dirinya, ingatan masa lalunya kembali pada saat dirinya merasa pusing sebelum pingsan.
Bayangan di mama Reynal dan dirinya kerap kali berdebat karena masalah biduk rumah tangga nya. Banyak masalah serta kepahitan yang Bella alami saat bersama dengan Reynal terekam jelas di kepalanya .
Bagaikan sebuah film membuat Bella merasa sesak, rasa sakit, kecewa dan perasaan nya kala itu masih terasa sama.
"Kak Reynal," lirih Bella pelan namun masih dapat di dengar oleh om Yogi membuat pria paruh baya itu langsung mengepalkan tangannya erat.
Dada Om Yogi bergemuruh hebat karena merasa takut bila hal buruk terjadi pada Bella, setelah wanita itu sadar dan ingat tentang ingatan masa lalu nya.
Bukan kenapa-kenapa, Om Yogi hanya tak ingin Bella kembali mengenang dan menatap rasa sakit yang pernah di toreh oleh Reynal.
"Kamu mengingat semuanya?" Om Yogi bertanya dengan nada dingin.
__ADS_1
Pria itu menatap serius wajah Bella membuat gadis itu langsung menundukkan wajah nya, berusaha menyembunyikan mata nya yang sudah mengembun.
Dia tak ingin Om yogi melihat dirinya yang hancur oleh ingatan masa lagunya yang kembali membuat hati Bella terasa remuk.
"Aku ingat semuanya, Om. Bahkan rasa sakitnya masih sama!"
Bella membalas dengan suara yang serak. Wanita itu berusaha sekuat mungkin untuk tak menangis.
"Menangis lah! Jangan di tahan!"
Om Yogi memeluk erat tubuh Bella, membawa wanita bertubuh mungil itu ke dalam pelukannya.
Hiks.
Tangis Bella pecah karena pelukan Om Yogi. Wanita cantik itu tak dapat lagi berpura-pura untuk bersikap baik-baik saja. Nyatanya saat ini hatinya hancur berkeping-keping.
"Tidak ada, selain rasa sakit yang bertubi-tubi. Apa aku tidak layak mendapatkan cinta suami ku sendiri? Apa kurang ku? Kenapa dia selingkuhin aku?"
"Padahal aku sudah berusaha menjadi istri yang baik dan penurut, agar dia bisa jatuh cinta sama aku! Apa aku gak layak untuk di cintai?"
Bella menumpahkan rasa sesak nya yang selama dua tahun lalu saat dia menjalani kehidupan rumah tangga bersama Reynal pada Om Yogi.
Untuk pertama kalinya wanita itu menceritakan semua perasaan sakit yang ua tahan pada orang lain. Selama bersama dengan Reynal, tak sekali pun Bella menceritakan nya pada siapapun.
Karena dia berusaha menjaga keburukan Reynal di hadapan keluarganya. Dia tahu betul siapa keluarganya yang bisa menghancurkan Reynal dengan mudah.
__ADS_1
Begitulah naluriah manusia yang akan rela melindungi orang yang mereka cintai. Bahkan, keburukan pasangan ditutupi agar orang-orang tak menilai buruk pasangan.
Akan tetapi, tidak semua orang bisa membalas mencintai dengan tulus.
"Tidak, bukan kamu yang salah! Tapi, dia yang tidak bersyukur atas kehadiran kamu, dia tak layak dicintai karena dia telah mengkhianati mu."
"Kesalahan yang paling menyakitkan adalah pengkhianatan. Sekali berkhianat maka tak menutup kemungkinan dia akan kembali berkhianat."
"Cukup sekali teguk untuk merasakan air laut itu asin, percuma meminum nya berkali-kali karena rasa nya akan tetap asin. Begitu pula dengan pengkhianat, cukup sekali kita di khianati oleh seseorang, jangan sampai di khianati untuk kedua kalinya oleh orang yang sama."
"Karena pengkhianatan pertama itu cobaan, sedangkan yang kedua itu kebodohan diri kita sendiri karena mau percaya pada pengkhianat tanpa melihat dia benar-benar berubah menjadi baik!"
Om Yogi berusaha membuka pikiran Bella agar wanita itu tak lagi mengharapkan pria seperti Reynal. Karena baginya wanita tulus seperti Bella, layak mendapatkan lelaki yang lebih dari Reynal.
*
*
*
Wkwkwk author udah UP tuga bab, doakan semoga bisa cepat kontrak biar bisa crazy up setiap hari.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh 🥰