Penyesalan Mantan Suami

Penyesalan Mantan Suami
Masa Lalu


__ADS_3

Bella tersenyum hambar melihat Reynal yang meneteskan air mata karena bisa bertemu dengan Kenzo. Dia tahu betul kalau mantan suaminya itu sangat menyayangi Kenzo, karena sedari dulu Reynal yang paling antusia saat mengetahu kalau Bella hamil. Meski pada awalnya Reynal ngeblank takt ahu harus berekspresi seperti apa.


MASA LALU


Bella terjaga di tengah malam karena merasakan perutnya mulas, dia berlari ke kamar mandi lalu memuntahkan semua isi perutnya. Ternyata hanya cairan berwarna kuning yang keluar membuat Bella bingung.


“Kenapa? Kamu sakit, Bell?” Reynal bertanya dengan suara serak seraya memijat tengkuk Bella tanpa rasa jijik. Dia terbangun saat tak merasakan kehadirah Bella di atas ranjang.


“Nggak tahu, Kak. Tapi, perut aku seperti di aduk-aduk gitu,” jawab Bella lemas karena terlalu banyak mengeluarkan cairan.


“Kamu salah makan kali?” tebak Reynal membuat Bella menggelengkan kepalanya.


“Nggak, Kak. Aku tadi Cuma makan nasi uduk buatan, Bibi!” ujar Bella membuat Reynal mengernyitkan dahinya.


“Nasi uduk? Kamu makan nasi uduk tadi maghrib?” tanya Reynal heran karena biasannya nasi uduk itu menjadi sarapan pagi bukan makan malam.


“Iya, aku lagi pengen aja!” balas Bella pelan membuat Reynal langsung merangkul pinggang Bella.


“Macam orang hamil aja kamu,” gumam Reynal peelan membuat Langkah mereka berdua terhenti. Keduanyan terdiam beberapa saat lalu menatap satu sama lain. Hanya ada suara jangkrik di tengah malam membuat suasana lebih hidup.


“Kita ke rumah sakit sekarang!” ujar keduanya serentak membuat Bella langsung Kembali kuat, begitu juga dengan Reynal mencari jaket nya. Setelah itu keduanya berlari keluar dari kamar ingin segera tiba di garasi. Tetapi, saat melewati  dapur keduanya di cegat oleh pembantu rumah tangga mereka.


“Mau ke mana, Den, Nona?” tanya Bibi penasaran tengah malam melihat majikannya berlariaan sepeerti orang yang ingin mengambil hadiah kupon.


“Kami mau ke rumah sakit, Bi!” jawab Reynal cepat membuat bibi menaikkan alisnya.

__ADS_1


“Tapi, ini udah lewat tengah malam, Den. Hampir subuh lagi!” ungkap Bibi membuat keduanya pun segera melihat jam besar terpajang di dinding.


“Jam 03:45 WIB,” gumam keduanya pelan.


“Besok aja, Den. Kalau memang nggak ada urusan yang genting karena nggak bagus melakukan perjalanan larut malam, apalagi jaman sekarang banyak begal nya!” Bibi memberikan saran membuat keduanya pun mengangguk lemah.


Reynal dan Bella segera balik ke dalam kamar dan membuka jaket mereka Kembali. Keduanya merebahkan tubuh di atas ranjang.


“Bell,” panggil Reynal pelan.


“iya, Kak.”


“Kamu bisa tidur?” tanya Reynal tidur menyamping kanan berhadapan dengan Bella.


Sejenak keduanya terdiam saling menatap satu sama lain, Bella membayangkan kalau memang dirinya hamil sedangkan Reynal belum juga mencintainya, apakah dia bisa mencintai dan menyayangi anaknya nanti, bila memang benar Bella hamil.


“Kak.”


“Heumm.”


“Kalau aku hamil gimana? Apa kakak akan nyuruh aku buat gugurin?” tanya Bella pelan membuat Reynal melebarkan matanya lalu menjitak kening Bella.


Tuk.


“Aww.” Bella meringis kesakitan seraya mengelus keningnya.

__ADS_1


“Gila kamu … ya mana mungkin aku tega nyuruh kamu bunuh darah daging ku sendiri, jangan ngaco deh, Bell. Mungkin perlakuan aku selama ini memang keterlaluan karena udah selingkuhin kamu, tapi aku nggak sampai hati buat bunuh anak kita!” sentak Reynal membuat Bella tersenyum lebar karena Reynal tak sejahat yang ia kira.


“Berarti kamu bakal seneng kalau aku nanti beneran hamil?” tanya Bella serius membuat Reynal tersenyum lebar, tanpa sadar tangan nya terulur mengelus perut rata Bella.


“Mesi aku bukan suami yang baik untuk kamu, tapi aku janji akan jadi ayah yang baik untuk anak kita. Itupun kalau kamu beneran hamil, siapa tahu setelah di periksa dokter kamu Cuma masuk angin!” ujar Reynal santai membuat Bella mendengus kesal.


“Ya, siapa tahu juga angin nya bisda buat aku hamil!” sungut Bella membuat Reynal tertawa mengejek.


“Fuhhh … fuhhh …” Reynal meniut perut Bella membuat wanita itu mengernyitkan dahinya.


“Kakak, lagi apa?” tanya Bella heran.


“Niup perut kamu, siapa tahu angin dari mulut ku bisa buat kamu hamil anak kembar!” ujar Reynal membuat Bella tertawa lepas.


*


*


Hehehe … author kasih flashback, karena emang si Reynal sayang banget sama kandungan Bella. Tapi, tenang aja karena mereka nggak bakal balik lagi, sebab ya posisikan sebagai Bella. Di tinggalin pas lagi butuh. Tappi, ada kisah nyata juga yang suami nya selingkuh tapi si istri mau di ajak balikan, dan si suami juga bener-bener taubat. Jadi, kita nggak bisa tutup mata akan hal itu.


Tetap belajar berikan kesempatan kedua untuk orang yang mau berubah, sebab orang yang dulunya ingin membunuh Rasulullah, kini makam nya berada di samping makam Rasulullah. Beliau adalah Sayyidina Umar Bin Khattab.


Kesempatan kedua itu banyak artinya, bisa dalam hal memaafkan atau mencoba menerima Kembali. Author buat kkarakter Bella yang mau memaafkan, bukan menerima.


Jangan lupa llike, komentar Vote dan rate 5 yah kakak.

__ADS_1


__ADS_2