Penyesalan Mantan Suami

Penyesalan Mantan Suami
Kedatangan Reynal


__ADS_3

Sejak Reynal pulang dari rumah sakit, pria itu banyak merenung dan tak jarang menangisi kesalahannya di masa lalu. Dia tak pernah menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Dia mengira Bella akan selalu mencintainya dan mau menerimanya kembali seperti masa dulu.


Dulu Reynal juga banyak melakukan kesalahan. Tetapi, Bella mau memaafkan dirinya karena cinta Bella sangatlah besar. Dia terlalu nyaman dengan cinta Bella.


Sehingga, membuatnya yakin bahwa apapun yang terjadi Bella tak akan pernah meninggalkan nya.


“Aku salah … ternyata aku terlalu nyaman dengan cinta yang kamu berikan, Bell. Aku kira kamu akan mau memaafkan ku, tapi kenyataan nya untuk bertemu saja kamu udah gak mau lagi sama aku, Bell!”


Reynal memandangi foto pernikahannya dengan Bella. Ada rasa sesal dalam hatinya yang paling dalam karena telah mensia-siakan permata seindah Bella.


Reynal membayangkan Bella yang sudah bercerai dengannya lalu menikah dengan pria lain membuat pria itu tak mau bila itu terjadi.


Buru-buru Reynal menepis pikiran tersebut karena tak ingin menjadi kenyataan. Pria itu tak sanggup bila melihat wanita yang amat ia cintainya bersanding dengan pria lain.


“Tidak … aku tidak mau, membayangkan nya aja aku nggak sanggup, lebih baik aku ke rumah Bella, bagaimanapun aku harus minta maaf dan menyatakan perasaan ku padanya.”


“Bella sudah ingat semuanya, aku yakin dia pasti mau memaafkan aku!” 


Reynal berkata dengan penuh tekad, prtia itu tak gentar bila bertemu dengan keluarga Bella yang saat ini sedang perang dingin dengannya.


Reynal segera mengambil kunci mobilnya lalu beranjak pergi menuju ke rumah Bella.


*


*

__ADS_1


Saat tiba di kediaman Bella, Reynal di tahan oleh sekuriti karena tak diizinkan masuk, sebab Kemal sudah memberi perintah untuk tak memperbolehkan Reynal masuk ke dalam rumah mereka.


“Biarkan aku masuk!” pinta Reynal dengan nada dingin. Pria itu memandang tak suka dua sekuriti berkepala botak yang menahan dirinya di gerbang rumah Bella.


“Maaf, Tuan. Anda tidak di perbolehkan masuk karena ini perintah dari Tuan Besar!” ujar sekuriti itu tak kalah dingin dari Reynal.


Reynal mengepalkan tangannya erat karena merasa geram. Dia tak habis pikir bagaimana bisa dirinya tak diperbolehkan masuk.


Padahal dulu saat Reynal datang ke sana pasti semua orang menyambutnya dengan hangat dan ramah. Tapi, sekarang semuanya benar-benar berbeda dari dulu.


“Katakan pada papa Kemal kalau aku ingin bertemu dengan, Bella. Ada hal penting yang harus aku sampaikan padanya!” titah Reynal sungguh-sungguh.


Mau tak mau sekuriti itu pun segera menghubungi telepon rumah Kemal dan yang mengangkatnya adalah pelayan.


*


*


“Baik, Tuan.”


Pelayan itu pun menghubungi sekuriti penjaga gerbang untuk mengizinkan Reynal masuk ke dalam rumah.


Tak seberapa lama Reynal pun masuk. Pria itu memasang tampang ramah seperti biasanya. Mungkin bila dulu Kemal akan merasa senang menyambut menantunya yang dikira nya sopan itu.


Ternyata kesopanan Reynal hanya topeng belaka.

__ADS_1


“Apa kabar, Pa!” Reynal hendak mencium tangan Kemal. Tetapi, pria paruh baya itu langsung menarik tangannya.


Degg.


Reynal tak menyangka bahwa kemarahan Kemal separah ini. Padahal dulu hubungan Reynal dan Kemal seperti ayah kandung dan anak kandung.


Mereka bermain golf dan catur bersama. Tak jarang mereka memancing bersama dengan saudara iparnya. Reynal sangat menyukai moment itu, sebab dia seperti memiliki keluarga baru yang harmonis dan humoris.


“Pa,” panggil Reynal dengan nada lirih.


“Tidak sudi tangan ku di cium oleh orang yang sudah menyakiti putriku!” ujar Kemal dengan nada dingin mampu menusuk jantung Reynal, membuat pria itu terdiam membeku.


*


*


*


Bersambung.


Mau 4 bab sehari?


Ayo dukung author dengan cara berikan komentar terbaik, vote, like, dan rate 5 yah kakak.


Salem Aneuk Nanggroe Aceh.

__ADS_1


__ADS_2