
Baca sampai selesai.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah sebulan berlalu pasca Bella di lamar Dika. Saat ini pernikahan megah digelar mewah di gedung hotel milik keluarga Lubis. Semua orang tersenyum manis ketika melihat Bella bersanding dengan Dika di atas ballroom.
"Akhirnya aku bisa memilikimu, Bell. Beruntungnya aku!" Dika membelai pipi Bella lembut menatap dalam bola mata cantik wanita yang baru saja sah menjadi istrinya.
"Aku yang beruntung, aku janda tapi dapat suami perjaka!" balas Bella menggoda Dika membuat pria tampan itu tertawa lebar. Mereka tak menghiraukan para tamu yang melihat tingkah laku mereka.
Saat ini dunia bagaikan milik mereka berdua. Dika yang merasa gemas pun mencium bibir Bella lembut.
Para tamu bersorak gembira melihat adegan romantis itu. Mereka merasa senang akhirnya Bella bahagia bersama dengan pilihan nya. Bukan di jodohkan lagi seperti dulu.
Berbeda dengan seorang pria tampan berkacamata hitam menatap sendu pemandangan di hadapannya. Untung saja ia memakai kacamata, bila tidak orang-orang akan melihat bagaimana rapuhnya pria itu karena matanya berkaca-kaca menyimpan kesedihan dan penyesalan yang amat dalam.
Reynal.
Pria itu adalah Reynal mantan suami Bella yang dulunya dengan tega mengkhianati Bella dan menyakiti wanita itu hingga menyebabkan trauma mendalam.
"Semoga kamu bisa mengambil pelajaran dari pengalaman, Rey. Kedepannya kalau ada wanita yang mencintaimu dengan tulus, sepantasnya kamu juga mencintai nya. Dicintai itu lebih baik daripada mencintai!"
"Menikahlah dengan wanita yang mencintaimu. Jangan seperti Bella, dia menikahi pria yang dicintai, tapi tidak mencintai nya. Hingga, pernikahan nya kandas karena luka batin yang di deritanya!" tegas Brahmana ayahnya Reynal seraya menepuk pundak sang anak sulung nya.
"Papa, menyindirku!" ujar Reynal datar berusaha bersikap tegar di depan sang ayah meski hatinya saat ini sedang hancur.
"Terserah kalau kamu menganggap nya begitu! Papa hanya ingin mengingatkanmu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan."
"Jangan menyakiti apalagi menyia-nyiakan wanita yang tulus mencintaimu." Brahmana menambahkan berusaha memberikan nasehat bijak pada sang anak agar tak mengulangi kesalahan yang sama.
"Aku pergi dulu!" pamit Reynal bergegas beranjak dari acara.
"Kamu mau ke mana, Rey?" tanya sang ayah tak digubris olehnya.
Seiring langkahnya Reynal meneteskan air matanya. Pria itu merasa sesak dalam hatinya, dia menyesal. Amat menyesal, tetapi waktu tidak bisa di ulang kembali. Takdir tak mau memberikan kesempatan untuknya lagi.
***
Reynal mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pria tampan itu tak memperdulikan rambu lalu lintas. Saat ini dalam pikirannya adalah mengemudi dengan kecepatan tinggi meluapkan emosi nya.
"Akkk … kenapa aku sangat bodoh? Merelakan berlian demi batu kali? Sekarang aku tidak bisa bersatu dengan Bella lagi!" Reynal berteriak dalam mobil nya, pria tampan itu merasa sangat marah pada dirinya sendiri.
Kebodohan nya di masa lalu menyebabkan dirinya jatuh ke dalam jurang penyesalan yang amat dalam. Rasa sakit yang tak mampu tertahankan membuat Reynal nekat mengemudi dengan kecepatan tinggi.
"Aku cinta sama kamu, Bell. Tapi, bodohnya aku baru sadar setelah kamu nggak ada!" Reynal menangis pilu seorang diri. Selama ini dia selalu berpura-pura tegar di depan banyak orang karena tak ingin menunjukkan seberapa hancur hatinya.
Tetapi, di kala sendiri Reynal tak segan menangis meluapkan emosinya. Ada stigma yang mengatakan bahwa pria tak boleh menangis karena nanti akan terlihat lemah.
Menurut penelitian di dunia ini yang paling banyak bunuh diri dan gila adalah para pria. Karena mereka tak bebas dalam mengekspresikan perasaan.
Sedikit mengeluh, di bilang tak bersyukur. Bila menangis di bilang mirip perempuan. Lemah sedikit di nilai bukan lelaki sejati.
__ADS_1
Itulah yang Reynal rasakan, dia tak bisa mengekspresikan perasaan nya, bahkan pada orang tuanya sendiri. Dia hanya bisa menangis bila sendirian berteman sepi dan keheningan.
"Aku menyesal, Bell. Aku nyesel udah khianatin kamu dulu!" gumam Reynal pelan.
Titttt.
Suara klakson truk tangki Pertamina berbunyi membuat Reynal membelalakkan matanya. Hujan deras turun menyebabkan jalanan licin, mobil Reynal yang melaju ugal-ugalan membuat dia tak sadar menerobos lampu merah membuat truk tangki Pertamina dari arah kanan menabrak mobilnya dari samping.
Brakk.
Mobil Reynal terpental menabrak trotoar, hingga terbalik membuat beberapa mobil yang dari belakang kembali menabrak mobil Reynal lagi. Kecelakaan beruntun terjadi dalam sekejap mata.
Banyak pengendara sepeda motor menjadi korban kecelakaan tersebut. Tak sedikit pula pengendara mobil yang terluka parah.
Suara riuh terdengar, jeritan orang-orang sekitar yang menyaksikan kecelakaan maut itu terdengar samar-samar oleh telinga Reynal yang mengeluarkan darah.
"Ak … tolong, Pak."
"Panggil ambulance!"
"Tolong … tolong!"
Nafas Reynal tak beraturan, darah mengucur deras dari kepala, hidung, mulut dan telinga nya. Wajahnya yang tampan kini tertutupi oleh darah. Reynal tersenyum kecil seolah menerima semua luka yang ia rasakan.
Tes.
Air mata bercampur darah keluar dari matanya. Dia menatap lurus ke depan, semua kesalahannya pada Bella terlintas begitu saja, berputar bak sebuah film.
"Aku butuh, Kakak. Sebentar lagi aku melahirkan! Anak kita akan lahir, Kak."
"Kalau kakak pergi sekarang … aku bersumpah tidak akan mencintai dan memaafkan kakak!"
Reynal kembali meneteskan air matanya. Dia membayangkan wajah kecil Kenzo yang tersenyum manis. Wajah lugu itu membuat hati Reynal menghangat.
"Maafin aku, Bell. Karena udah jahatin kamu du-dulu!"
"Maafin Papa, Ken. Karena nggak ada saat pertama kali kamu lahir ke dunia ini!"
"Pa-pa, sayang kamu!" lirihnya pelan sebelum menutup matanya perlahan.
*
*
TAMAT.
Assalamu'alaikum, semuanya.
Sesuai dengan judul nya, Reynal menyesal di akhir hidupnya. Ini pertama kali author buat novel sad ending. Semoga kakak semua bisa mengambil hikmah dari novel ini.
__ADS_1
Kalau ada yang nanya, kenapa si Reynal nggak kasih kesempatan buat balikan sama Bella, Thor?
Jawabannya: kesempatan kedua itu memang ada. Tapi, tidak semua orang bisa mendapatkan nya. Begitupun dengan Reynal.
Coba baca di awal cerita, Bella udah kasih kesempatan berkali-kali pada Reynal. Termasuk saat dia tahu Reynal selingkuh dengan Meylin, Bella terus berusaha menggapai hati Reynal.
Tapi, Reynal aja yang tidak peka. Karena memang karakter nya author buat seperti itu. Dari semua karya author, baru Reynal yang karakternya jahat dengan istrinya.
Author cuma mau kasih warna yang berbeda di kisah ini.
Kalau menikah dengan orang yang kita cintai tapi dia tidak mencintai kita itu sangat sulit.
Bahkan salah seorang ulama mengatakan, author lupa siapa nama beliau. "Salah satu ciri kebodohan adalah mencintai orang yang tidak mencintai kita."
Begitupun dengan Bella. Memang ada sebagian cerita novel maupun kisah nyata tentang cinta tumbuh sendirinya setelah pernikahan.
Tetapi, itu sangat jarang terjadi. Kalaupun ada, pasti pasangan yang menikah tanpa saling mencintai itu mengalami pertengkaran atau perdebatan terlebih dahulu.
Author cuma mau memberikan sudut pandang author saja. Bahwa, tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan, walau kita berusaha untuk mendapatkan nya.
Sama seperti Bella yang mencintai Reynal sebelumnya.
Begitupun, tidak semua wanita mau memaafkan suaminya yang selingkuh dan jahat seperti Reynal.
Walaupun ada itu hanya 10 dari 1000. Yang namanya luka pasti membekas, bedanya luka fisik bisa di obati dan bekasnya akan hilang seiring berjalan nya waktu.
Sedangkan luka batin sangat sulit di obati kecuali dengan ikhlas.
Pertanyaanya adalah, apakah semua orang bisa ikhlas? Jawabannya, adalah tidak.
Dari cerita ini author cuma mau mengingatkan, hargai kehadiran orang-orang yang tulus menyayangi dan mencintai kita. Walau terkadang mereka menjengkelkan atau menyusahkan.
Jangan sampai mereka merasa tidak dihargai kehadirannya, lalu pergi meninggalkan kita. Karena bila saat orang tulus mencintai pergi, maka jangan tanyakan kapan mereka kembali? Jawabannya adalah mustahil.
Walaupun mereka kembali, pasti dengan sikap yang berbeda. Tidak tulus dan polos dalam mencintai lagi.
Kalau yang nanya Reynal meninggal atau tidak? Itu semua author serahkan pada khayalan kakak semua. Tergantung keinginan kakak, mau hidup tapi cacat atau amnesia. Bisa pula meninggal.
Mohon maaf apabila ada kesalahan kata. Maaf pula kalau novel ini jarang up karena memang beberapa waktu yang lalu author lagi sibuk.
Ikuti Novel author yang baru. mohon dukungan nya.

Love you all.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️