Penyesalan Mantan Suami

Penyesalan Mantan Suami
Tamu Reynal


__ADS_3

Reynal mengepalkan tangannya erat. Pria itu mengamuk di dalam kamarnya. Dia merasa marah pada dirinya sendiri karena gagal mendapatkan Bella kembali.


Prang.


"Ah … kenapa harus seperti ini? Seharusnya kita berdua sekarang masih berstatus suami istri, Bell!"


Reynal berteriak keras meluapkan emosinya yang tertahan sedari tadi di restoran. Tak sengaja Reynal menjatuhkan bingkai foto kecil yang berisikan foto USG Bella dulu saat anak mereka masih 6 bulan.


Prang.


"Baby boy!" Reynal terkejut lalu segera mengambil bingkai foto tersebut. Pria tampan itu meneteskan air matanya saat melihat foto sang buah hati yang masih di dalam perut Bella dulu.


"Papa, yakin kalau kamu masih hidup, Boy! Maafkan papa yang sudah gagal menjadi kepala keluarga, maafkan papa yang sudah menyakiti mama kamu."


"Maafkan papa yang sudah membuat kamu tidak memiliki keluarga yang utuh." Reynal menangis penuh penyesalan.


Saat pria itu sendirian tidak ada waktu selain menghabiskan waktunya untuk meratapi kesalahannya di masa lalu.


Andai saja dia bisa mengulangi waktu pasti dia tidak akan melakukan kesalahan fatal dengan meninggalkan Bella dulu.


Di satu sisi dia menyesal, tetapi di sisi lain dia merasa bersyukur karena dengan hadirnya Reynal di Malaysia, dia bisa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana perangai mantan kekasihnya itu di belakangnya.

__ADS_1


"Papa, mohon. Jangan benci papa nanti saat kamu dewasa kalau kamu tahu apa yang telah papa perbuat di masa lalu. Demi Tuhan, papa sangat menyayangi kamu, Boy. Meski saat kamu hadir rasa cinta papa untuk mama kamu belum hadir benih-benih nya."


Begitulah, Reynal bola seorang diri. Dia kerap kali menangis hingga tertidur karena menyesali perbuatannya. Di saat sedang menangis, seseorang mengetuk pintu kamarnya.


"Den Reynal, di depan ada tamu, Den!" ujar pelayan membuat Reynal segera menghapus air matanya.


"Bilang kalau saya tidak mau di ganggu, Bi!" teriak Reynal agar suaranya terdengar keluar kamar.


"Sudah, Den. Tapi, tamunya tetap kekeh ingin bertemu, Aden. Katanya ada hal penting yang harus di omongin sama, Aden!"


Reynal pun menghela nafas berat. Terpaksa pria itu melangkah gontai keluar kamarnya. Padahal saat ini dia sangat ingin sendiri meluapkan emosi nya.


"Dimana tamunya, Bi?" tanya Reynal pada wanita paruh baya yang telah mengasuhnya sedari kecil.


Reynal pun segera melangkah menuruni anak tangga menuju ruang tamu karena penasaran dengan tamu yang datang.


Padahal pria itu merasa tak ada tamu penting dalam jangka waktu dekat. Sebab, Reynal sedang dalam masa menyendiri, bahkan untuk bekerja saja Reynal sering di rumah.


Saat tiba di ruang tamu, Reynal melihat seorang wanita bertubuh tinggi dan ramping berdiri membelakangi nya.


"Anda siapa?" tanya Reynal dengan nada dingin. Dahinya berkerut karena merasa tak asing dengan postur tubuh tamunya itu.

__ADS_1


Wanita tersebut berbalik lalu tersenyum manis ke arah Reynal, membuat pria tampan itu tersentak kaget.


"Apa kabar, Sayang?" tanya wanita itu manja seraya dengan senyuman manis terpasang di wajahnya.


"Untuk apa kamu menemuiku lagi?" Reynal bertanya dengan nada dingin, mata pria itu menatap tajam wanita di hadapannya yang tak lain adalah mantan kekasih nya.


Reynal mengepalkan tangan nya erat, dadanya bergemuruh ketika teringat pengkhianatan yang di lakukan oleh Meylin.


"Apa salah aku menemui kekasihku?" tanya Meylin balik dengan wajah tanpa dosa.


*


*


*


Wkwkwkwk… si Memey udah keluar nih, gengg 🤣🤣🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2