Perang Cinta Dengan Manusia Kucing

Perang Cinta Dengan Manusia Kucing
Ch 11. Hidangan Enak


__ADS_3

๐‡๐š๐ฉ๐ฉ๐ฒ ๐‘๐ž๐š๐๐ข๐ง๐ ~


๐Œ๐จ๐ก๐จ๐ง ๐›๐ข๐ฃ๐š๐ค ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐š๐œ๐š, ๐ฒ๐š!


๐€๐ฎ๐ญ๐ก๐จ๐ซ ๐ง๐š๐ง๐ญ๐ข ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐š๐ซ๐ข ๐ค๐š๐ฅ๐ข๐š๐ง ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š, ๐ก๐ž๐ก๐ž. (*หŠแ—œห‹*)แต—แ‘‹แตƒแขแต แตžแต’แต˜


ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ


Di sebuah ruangan, tampak dua orang tengah saling berhadapan. Seorang wanita dengan paras cantik terus menatap ke lantai, tangannya ber gemetar hebat serta jantung yang terus berdetak kencang.


"Mengapa kau hal melakukan ini?" tanya pria di hadapannya dengan lantang.


Qui menggeleng, masih belum mengaku kalau dirinya yang sudah memberikan data penting perusahaan Couse Grup pada sosok pria asing.


"Aku akan menaikkan gaji mu, jika kau mau mengaku," tawar Harley, ia mengeluarkan beberapa amplop berwarna coklat berisi uang penuh.


"Tapi Tuan, bukan aku yang melakukannya."


"Masih mau mengelak? Aku memiliki bukti."


Harley menunjukkan sebuah rekaman CCTV yang sempat terekam ketika Qui memberikan data perusahaan pada pria asing. Melihat rekaman video dengan kepala mata sendiri, membuat Qui tidak bisa lagi mengelak.


"Maaf, aku janji akan bertanggung jawab atas kesalahan ku. Tapi jika kau mau memberitahu โ€ฆ siapa yang pertama mengetahui ini?" tanya wanita itu, tatapan matanya tampak ragu melihat wajah Harley.


"Hayan, saudara mu sendiri. Lain kali, belajarlah dari dia, jika kau ingin tau โ€ฆ Hayan itu genius, skill yang dimiliki benar-benar diluar galaxy."


Qui berdecih kesal, lalu dirinya meminta izin untuk kembali ke meja kerja. Tentu karena ingin segera menyelesaikan tugas perusahaan yang jumlahnya tidak cukup banyak.


Sementara itu, suasana kantin perusahaan tampak ramai dengan orang-orang yang tengah sibuk mengisi perut masing-masing. Terlihat seorang wanita berambut pendek yang tak lain adalah Hayan. Wanita itu sibuk dengan ponsel genggamnya.


"Hayan!!" teriak seseorang dari arah belakang, reflek membuatnya langsung menoleh.


"Lui, ada apa?" tanya Hayan bergegas menghampiri Lui rekan kerjanya.


"Bukankah tugas mu sudah selesai? Kenapa masih ada di sini? Kau mendapat diskon tugas hari ini โ€ฆ jika aku menjadi dirimu, aku pasti sudah beristirahat di rumah," papar Lui cengengesan.


"Ah, benar juga. Lebih baik aku pulang sekarang."

__ADS_1


Belum sempat menjawab, Hayan lantas berjalan pergi meninggalkan Lui yang masih berdiri di tempatnya semula, tentu membuat wanita itu merasa heran.


Tiba di lantai ruang kerjanya, Hayan langsung meraih tas kecil yang biasa ia bawa ketika bekerja. Siang itu dirinya akan pulang lebih awal lantaran telah usai mengerjakan tugas perusahaan.


Namun sesuatu yang tak diinginkan terjadi, Qui saudara tirinya tiba-tiba menghampiri Hayan dan menghalangi pintu lift dimana Hayan akan masuk ke dalamnya.


"Ada apa, sih?!! Menyebalkan sekali!" lontar Hayan merasa jengkel.


"Kau mengadu pada tuan Harley, kan?" ucapnya, kontan kedua bola mata Hayan terbelalak lebar.


"Siapa bilang?"


Di saat Qui sedang lengah, wanita berambut pendek itu langsung masuk ke dalam lift dan bergegas menutupnya. Benar, kesempatan tidak akan datang dua kali.


"Berani kabur, ya?"


*****


Waktu yang cukup lama berada di perjalanan, membawa Hayan tiba di kediaman Casta. Rumah dengan gerbang besar yang mewah membuatnya sedikit kewalahan saat membuka gerbang. Tak biasanya si satpam pergi ketika sedang berjaga.


Begitu masuk ke dalam ruang kamar, Hayan yang tidak melihat kucing tampan itu seketika panik. Dia berlari keluar dari kamarnya menuju lantai dasar. Namun di sana, ia juga tidak melihat sosok kucing tersebut.


"Gabriel!!! Kau dimana??!!" teriak Hayan, dirinya mencari Gabriel ke setiap kolong meja hingga beberapa ruangan lain yang tertutup. Namun sekeras apapun Hayan berusaha, hasilnya tetaplah nihil lantaran Gabriel tidak berada di sana.


Tidak ingin menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari keberadaan pria itu, Hayan akhirnya memutuskan untuk membersihkan tubuh yang terasa lengket setelah setengah hari bekerja.


Ia mengusap sabun beraroma buah lemon ke setiap anggota tubuh, lemon adalah aroma sabun kesukaannya.


Belum lama membilas tubuh menggunakan air, pintu kamar terdengar terbuka. Hayan menoleh ke arah jendela yang memperlihatkan antara kamar mandi dengan pintu kamar, di sana ia terkejut melihat Gabriel tengah memandang ke arahnya.


Kontan Hayan berteriak keras, meminta pria berpakaian serba abu-abu di depan sana untuk keluar dari kamarnya.


"Sial, kenapa di waktu yang tidak tepat, sih?" kesal Hayan dalam hati.


Selang beberapa waktu kemudian, Hayan akhirnya tampak rapih dengan mengenakan baju kasual. Wajah yang telah di hias menggunakan make up mampu menampakkan visual cantiknya. Wanita itu berjalan pelan menuju ruang makan yang terletak di lantai sama dengan kamar miliknya.


Begitu tiba di ruangan tersebut, Hayan dikejutkan dengan deretan makan malam yang telah di hidangkan hingga memenuhi seisi meja.

__ADS_1


Dia berlari mendekati seluruh makanan di sana, dan bertemu dengan Gabriel. Pria itu tampak menggunakan celemek pada tubuh kekar nya, membuat Hayan tertawa lepas hingga mengeluarkan air mata.


"Hahaha!!! Apa itu? Jangan berpura-pura jadi koki jika tidak bisa memasak," sindir nya seraya menunjuk celemek yang tengah di pakai.


"Ayolah, jangan bicara sembarangan. Bagaimana jika mencobanya dahulu?"


Gabriel memberi tiga buah alat makan, yaitu sendok, garpu, dan pisau untuk memotong daging beserta satu buah piring kosong pada wanita di hadapannya.


Tanpa harus berpikir, Hayan langsung menerima pemberian Gabriel. Pertama ia meneguk segelas jus anggur segar, kemudian memasukkan daging babi itu ke dalam mulutnya.


Kini Hayan tak bisa berkata apa-apa usai merasakan kemewahan pada makanan yang dimasak oleh pria itu. Jika saja ia memiliki bisnis makanan, mungkin semuanya akan laku keras hanya dalam waktu setengah hari.


"Bagaimana, enak?" tanya Gabriel seraya mendekatkan Hayan imutnya pada Hayan.


"Inwi enwak sekwalwi," balas Hayan dengan mulut penuh berisi makanan.


Gabriel mengangguk, meskipun sebenarnya dia tidak bisa mendengar jelas apa yang baru saja dikatakan oleh wanita itu.


Tak โ€ฆ tak โ€ฆ tak โ€ฆ


Suara langkah kaki akibat hentak kan dari sepatu hak yang di kenakan nya membuat dua orang di lantai dua itu terkejut secara bersamaan. Gabriel bergegas merubah wujud menjadi seekor kucing, lalu mengumpat di bawah kolong meja.


"Hai, kauโ€“ "


Sosok wanita berdiri di sisi tangga, menatap Hayan yang tengah melahap beberapa makanan di atas meja. Matanya menatap heran, tak menyangka bahwa saudara tirinya memasak banyak hidangan makan malam.


"Siapa yang membuat ini?" tanya Qui melangkah mendekati meja makan. Tangan kecilnya meraih sepotong roti panggang, dan hendak memasukkan ke dalam mulut.


"Tunggu!!! Itu milikku!" lontar Hayan, membuat wanita di hadapannya reflek berhenti.


"Apa semua ini hanya untukmu? Benar-benar rakus."


Qui duduk di atas kursi kosong, meraih beberapa makanan dengan acak lalu melahap nya cepat-cepat.


"Anggap saja ini sebagai permintaan maaf mu karena telah melaporkan soal pelaku yang telah mencuri data perusahaan pada tuan Harley."


Bersambung ...

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karya ini~ (เน‘`โœชฬคโ—กโœชฬค)โ—žแƒฆิตีฐษ‘ีฒฦ˜ีแƒฆ


__ADS_2