Perang Cinta Dengan Manusia Kucing

Perang Cinta Dengan Manusia Kucing
Ch 16. Kebakaran Perusahaan


__ADS_3

๐‡๐š๐ฉ๐ฉ๐ฒ ๐‘๐ž๐š๐๐ข๐ง๐ ~


๐Œ๐จ๐ก๐จ๐ง ๐›๐ข๐ฃ๐š๐ค ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐š๐œ๐š, ๐ฒ๐š!


๐€๐ฎ๐ญ๐ก๐จ๐ซ ๐ง๐š๐ง๐ญ๐ข ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐š๐ซ๐ข ๐ค๐š๐ฅ๐ข๐š๐ง ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š, ๐ก๐ž๐ก๐ž. (*หŠแ—œห‹*)แต—แ‘‹แตƒแขแต แตžแต’แต˜


ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ


Suara bel peringatan tanda kebakaran berbunyi, membuat para karyawan perusahaan langsung berlarian tanpa arah tujuan. Beberapa dari mereka ada yang menggunakan lift, namun hanya sebagian. Orang yang bijak lebih memilih jalur tangga daripada menaiki lift.


Hayan berlari secepat mungkin keluar dari ruangan tersebut. Wanita itu tidak perduli apa yang akan terjadi pada Gabriel nantinya. Asalkan dia sendiri bisa menyelamatkan diri.


Jika memikirkan sosok Gabriel, sudah tentu pria itu akan selamat. Seluruh kemampuan yang dimiliki benar-benar diluar akal pikiran manusia.


Tiba di halaman perusahaan, Hayan bisa melihat langsung bagian lantai yang terbakar. Lantai tersebut tampak mengeluarkan banyak asap serta api yang menjalar hingga menyebabkan kebakaran semakin luas.


Sudah beberapa menit berlalu sejak dirinya keluar, ia masih belum melihat Gabriel bersama Belle.


"Teโ€“ temanku masih ada di dalam!" teriaknya sukses menyita perhatian orang-orang di sekitar, termasuk para petugas damkar yang baru saja tiba.


"Siapa temanmu?" tanya salah seorang petugas damkar.


"Dia seorang pria, dan satunya lagi wanita. Aku tadi sempat melihat mereka di ruangan kosong perusahaan!" ungkapnya.


Lantas sebagian petugas damkar tersebut masuk ke dalam bangunan untuk mengevakuasi orang-orang yang masih terjebak di dalam.


Dan ada beberapa petugas yang berjaga diluar, mereka akan memadamkan api yang berada di lantai dua belas dari empat puluh lantai yang ada.


"Bagaimana ini? Apakah Gabriel akan selamat?" gumam Hayan penuh rasa khawatir.


Sudah cukup lama berdiri di sana menanti kedatangan pria itu, Hayan masih belum melihatnya. Ia pun nekat masuk melalui pintu utama perusahaan.


Banyak orang melihat aksinya ketika Hayan menerobos tanda larangan. Mereka berteriak menghalangi Hayan untuk masuk ke dalam sana, termasuk petugas damkar yang juga berteriak memanggil sosoknya.


"Pasti mereka masih di sana!" pikirnya.


Hayan berjalan menaiki tangga hingga akhirnya tiba di lantai dua. Di sana ia berjalan cepat menuju ruangan saat sebelumnya melihat Gabriel bersama Belle si rekan kerja.

__ADS_1


Namun tampaknya, ruangan itu telah kosong. Pikiran negatif seketika memenuhi isi benaknya. Benar saja, Hayan menjadi panik. Hal itu membuatnya berlarian tanpa arah tujuan demi menemukan sosok pria kucing.


Sementara itu, keadaan di luar perusahaan semakin mencekam. Banyak karyawan yang masih terjebak di lantai dua belas membuat rekan kerja mereka berinisiatif nekat masuk mencari rekan masing-masing.


Yah, seperti yang sebelumnya dilakukan oleh Hayan. Beberapa orang di luar sana juga ikut berlarian masuk mencari rekan kerja mereka.


Beberapa saat berlalu, tampak seorang petugas damkar yang keluar dari dalam perusahaan dengan membawa dua orang.


Tak lain orang yang berhasil diselamatkan adalah Gabriel bersama Belle. Namun keadaan Belle saat itu tengah pingsan akibat terlalu banyak menghirup asap kebakaran.


Belle langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan sebuah mobil ambulance yang telah ada.


"Permisi, apa ada yang melihat perempuan berambut pendek? Dia โ€ฆ kekasihku," tanya Gabriel pada salah seorang pria yang berdiri di luar perusahaan.


"Ah, tadi aku melihat dia berlari masuk. Dia bilang ingin mencari temannya," balas pria itu.


Gabriel terkejut mendengar bahwa Hayan menerobos masuk ke dalam perusahaan demi ingin menyelamatkan dirinya.


Jantungnya berdetak hebat memikirkan wanita berambut pendek yang selama ini bersamanya.


Merasa masih ada kesempatan untuk mencari wanita itu, Gabriel lantas berlari menuju pintu utama perusahaan. Namun siapa sangka kalau dirinya akan dicegah masuk oleh petugas damkar.


"Sial! Apa yang harus aku lakukan?" gumam Gabriel semakin panik.


Karena hanya terisa cara terakhir, Gabriel pun berlari menjauh dari kerumunan orang-orang. Dia mengubah sosoknya menjadi seekor kucing, lalu berlari mendekat ke arah gedung perusahaan.


Di saat tidak ada seorang pun yang melihatnya, Gabriel masuk ke dalam perusahaan tersebut.


Ia berlari sekencang mungkin dan akhirnya bertemu dengan sekumpulan orang yang salah satunya adalah petugas damkar. Mereka tampak berjalan menuju pintu keluar perusahaan.


"Apakah Hayan ada diantara orang-orang itu?" pikirnya.


Gabriel berlari mendekati kerumunan orang itu, namun ia sama sekali tidak melihat sosok Hayan wanita yang tengah dicari.


Kini dirinya bergegas menaiki tangga dan tibalah di lantai dua. Pria itu mengubah wujud menjadi seorang manusia lagi. Hanya dengan cara itu, ia bisa menemukan Hayan lebih cepat.


"Hayan!!! Dimana kau?!!" teriak nya seraya berjalan ke setiap ruangan di lantai tersebut.

__ADS_1


"Kenapa tidak ada, sih!" kesal Gabriel.


Saat tengah berlari, Gabriel tak sengaja menjatuhkan benda pipih miliknya. Tepat sekali, dia bisa menggunakan benda itu untuk mencari keberadaan Hayan.


Gabriel membuka layar ponsel dan mencari nama seseorang di dalamnya. Tidak menggunakan waktu lama, ia langsung menghubungi nomor Hayan.


Namun sesuatu yang tidak diduga terjadi. Gabriel mendengar nada dering ponsel wanita itu dalam jarak yang begitu dekat.


Masih belum mengakhiri panggilan, Gabriel mencari sumber suara nada dering. Dan ia berhasil menemukan sebuah ponsel tergeletak di lantai di bawah runtuhan bangunan. Tak lain itu adalah ponsel milik Hayan.


Tapi sayang, tak ada sosok wanita yang ia cari di sana. Yang ditemukan hanya sebuah ponsel masih menyala.


"Hayan!!! Dimana kau?!!" teriaknya lagi.


Dari arah kejauhan, seorang petugas damkar melihat Gabriel berada di dalam sana. Dengan langkah cepatnya, pria petugas itu berlari menghampiri Gabriel yang berdiri mematung.


"Hei! Sedang apa kau? Ayo keluar!" Ia menarik lengan Gabriel, hingga menyeretnya jauh dari tempat ketika dirinya menemukan ponsel milik Hayan.


"Sebentar! Kekasihku masih ada di dalam sini! Aku menemukan ponsel dia tergeletak di sana, tapi โ€ฆ dia sudah tidak ada," tutur Gabriel menunjuk ke sebuah runtuhan bangunan.


"Baiklah, aku akan mencarinya. Kau keluar saja!" tegas pria itu.


"Aku ikut!"


"Jika kau ikut, siapa yang akan menjagamu? Orang jaman sekarang, yang dipikirkan hanya kekasihnya saja."


Si petugas berjalan meninggalkan Gabriel. Merasa kesal telah di acuhkan, dia lantas berubah kembali menjadi seekor kucing dan membuntuti pria itu dari belakang.


Tiba di dapur kantin perusahaan, mereka akhirnya bisa melihat sosok wanita. Wanita yang sejak tadi dicari, ialah Hayan. Pria petugas damkar itu mengangkat tubuh Hayan dan membawanya berjalan menuju arah keluar.


Sementara Gabriel, dirinya justru berubah menjadi seorang manusia demi bisa mengangkat tubuh wanita yang selama ini telah menjadi penopang hidupnya.


"Pak! Biar aku yang mengangkat dia saja!" teriak Gabriel, kontan mengejutkan petugas tersebut.


"Eh? Masih ada di sini? Baiklah, angkat dia dan bawa keluar. Aku akan mencari yang lain!"


Gabriel mengangkat tubuh Hayan dan langsung memeluknya erat. Sedangkan si petugas berjalan kembali menaiki tangga. Sosoknya langsung menghilang sesaat menaiki tangga menuju lantai atas.

__ADS_1


Bersambung ...


Mohon dukungannya untuk karya ini~ (เน‘`โœชฬคโ—กโœชฬค)โ—žแƒฆิตีฐษ‘ีฒฦ˜ีแƒฆ


__ADS_2