Perang Cinta Dengan Manusia Kucing

Perang Cinta Dengan Manusia Kucing
Ch 6. Cerita Masa Lalu


__ADS_3

๐‡๐š๐ฉ๐ฉ๐ฒ ๐‘๐ž๐š๐๐ข๐ง๐ ~


๐Œ๐จ๐ก๐จ๐ง ๐›๐ข๐ฃ๐š๐ค ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐š๐œ๐š, ๐ฒ๐š!


๐€๐ฎ๐ญ๐ก๐จ๐ซ ๐ง๐š๐ง๐ญ๐ข ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐š๐ซ๐ข ๐ค๐š๐ฅ๐ข๐š๐ง ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š, ๐ก๐ž๐ก๐ž. (*หŠแ—œห‹*)แต—แ‘‹แตƒแขแต แตžแต’แต˜


ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ


Sepuluh tahun lalu, dimana Hayan masih berusia sembilan tahun dan duduk di bangku Sekolah Dasar. Keluarganya sempat terpuruk lantaran mengalami masalah berat.


Sebelumnya, mereka adalah keluarga yang selalu berkecukupan. Lio sang ayah berkerja sebagai manager di sebuah perusahaan besar di kota nya.


Hingga suatu ketika, Lio mengalami sakit keras, dirinya membutuhkan biaya operasi yang cukup tinggi. Karena tidak lagi sanggup bekerja, pria itu akhirnya keluar dari perusahaan. Di sisi lain, Hayan juga keluar dari sekolahnya dengan alasan tidak bisa membayar uang tagihan sekolah.


Sementara itu, Lea sebagai satu-satunya orang yang masih bisa diandalkan pun pergi ke kota sebelah untuk bekerja.


Di kota C, Lea berhasil mendapat sebuah pekerjaan. Dirinya menjadi seorang asisten rumah tangga di keluarga Casta, untuk melayani Guinan Casta yang terkenal dengan aset kekayaannya.


Di malam hari ke empat nya bekerja, Lea mendapat sebuah panggilan dari Hayan. Hatinya terguncang hebat, ketika mengetahui bahwa sang suami telah tiada.


Wanita berusia tiga puluh tahun itu berlari menuju kamarnya, mengemasi barang-barang untuk kembali ke kota A, kota asal tempat tinggalnya.


"Azalea, kau mau kemana?" tanya Guinan, melihat asisten rumah tangganya membawa sebuah koper besar dengan tas kecil di lengannya.


Matanya yang sudah dipenuhi oleh air mata tentu menyita perhatian pria itu.


"Suโ€“ suamiku โ€ฆ suamiku meninggal. Tuan, tolong izinkan aku kembali ke kota A untuk sementara waktu, anakku butuh sosok ibu sekarang ini," ucap Lea diiringi rintihan tangis.


Guinan mengangguk pelan, kepergian Lea untuk sementara waktu kala itu dirasa cukup berat baginya. Meskipun baru beberapa hari menjadi asisten rumah tangga, namun Guinan benar-benar sudah nyaman dengan Lea yang melayaninya dengan sepenuh hati.


"Ambillah uang ini untuk perjalanan mu ke kota A, dan kembali lagi bersama anakmu jika sudah selesai mengurus pemakanan suami mu. Maaf, aku tidak bisa menemani kau ke kota A," tuturnya pelan.


Guinan memberi beberapa lembar uang kertas, yang jumlahnya tidak main-main. Meskipun merasa berat menerima uang sebanyak itu, namun Lea tetap menerimanya lantaran memang sedang membutuhkan benda berbahan kertas itu.


*****

__ADS_1


Dua bulan telah berlalu, Lea akhirnya kembali ke kota C untuk bekerja, setelah sekian lama merasa frustasi atas kepergian sang suami.


Namun kedatangannya hari itu sempat mengejutkan Qui Emilia Casta, anak semata wayang sekaligus satu-satunya keluarga yang masih dimiliki oleh Guinan. Qui terkejut melihat si asisten rumah tangganya kembali dengan membawa seorang anak perempuan yang seumuran dengannya.


"Siapa kau?!!" tanya Qui menaikkan nada bicaranya, menunjuk Hayan yang masih berdiri di pintu utama rumah tersebut.


"Aโ€“ aku, aku Hayan."


Di saat suasana sedang mencekam, Guinan tiba-tiba muncul dari lantai atas. Tangannya membawa segelas teh hangat serta makanan ringan. Pria itu kontan terkejut melihat kedatangan Lea.


Seketika kakinya langsung berlari mendekati orang-orang yang masih berdiri di depan pintu masuk itu.


"Kau, benar kembali, Lea?" tanya Guinan, reflek meraih tangan mungil Lea.


"Iya, seperti katamu, aku kemari dengan membawa anakku," sahut nya.


Namun tampak wajah Hayan yang masih merasa ragu untuk menginjakkan kaki di lantai rumah besar bagai istana.


Di dinding rumah tersebut, terpampang jelas banyak sebuah lukisan indah. Benar, itu adalah karya lukisan milik Guinan, seniman yang amat terkenal di kota C.


"Namamu siapa?" tanya Guinan, menatap wajah seorang anak yang seumuran dengan Qui.


"Kau sangat cantik, sama seperti ibumu."


Qui tersentak kaget, mendengar ucapan sang ayah memuji seorang anak di depannya. Bahkan selama ini, Qui tidak pernah mendapat pujian bahwa dirinya memiliki wajah yang cantik.


"Ayah, aku ingin ke kamar," ucap Qui langsung memutar pandangannya. Anak itu berjalan menaiki tangga dengan cepat, sampai tak terlihat sedikitpun batang hidungnya.


Usai kepergian Qui, Guinan langsung memeluk Hayan. Ini kali pertamanya bagi Hayan dipeluk oleh seorang pria asing, yang bahkan tidak ia kenal.


Dengan bersemangat, pria itu langsung meraih tiga buah koper di genggaman Lea. Menariknya menuju sebuah ruangan tanpa cahaya.


"Mulai sekarang, kalian jangan ragu untuk tinggal di sini. Anggap saja kalau ini adalah rumah kalian. Oh ya, untuk Hayan, kau bisa memanggilku Ayah, aku akan menyekolahkan mu sampai lulus."


Sepasang ibu dan anak itu terkejut, mendengar ucapan dari majikannya yang tak biasa.

__ADS_1


"Sepertinya Tuan Casta berlebihan," sahut Lea.


"Tidak apa, aku senang jika bisa membantu kalian. Dan sekarang, kau Lea tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah yang berlebihan. Kau bisa bersantai dengan kami jika ada waktu," imbuhnya.


Seketika air mata langsung keluar dari kedua bola mata wanita itu, ia reflek memeluk tubuh kekar sang tuan dengan erat.


"Teโ€“ terima kasih, aku sangat berterima kasih pada Tuan Casta."


Yah, mungkin Lea beruntung bisa bertemu dengan pria sebaik itu. Sejak awal bekerja di kediamannya, Lea selalu mendapat pujian setiap kali membereskan pekerjaan rumah.


Bulan demi bulan berlalu, hingga akhirnya hari itu adalah hari ke satu tahun Hayan tinggal di kediaman Casta.


Meskipun selama ini dia tidak pernah akur dengan sosok Qui, namun dimata Guinan dan Lea mereka selalu akrab. Tidak tau kalau sebenarnya hubungan mereka sangat berantakan.


Malam itu di sebuah restoran besar, Lea mendapat kejutan besar yang hingga saat ini tak pernah ia lupakan. Guinan Casta, melamar Azalea untuk menjadi pendamping hidupnya mulai saat itu.


Tak pernah terbayangkan jika Lea bisa hidup tenang setelah menikah dengan pria yang sebelumnya adalah tuannya.


"Sejak pertama kali kau bekerja di rumahku, aku selalu menatap mata mu yang indah, sangat indah. Dan aku berharap akan bisa menikah dengan mu. Tapi โ€ฆ setelah aku tau kau adalah wanita bersuami, aku selalu berusaha menjaga pandangan ku," ungkap Guinan, matanya penuh dengan cairan bening yang membasahi seluruh pipinya.


"Malam ini, mungkin adalah kesempatan untukku bisa melamar mu, Azalea."


"Aโ€“ apa?!! Ayah melamar pembantu cantik ini? Andai dia tidak memiliki seorang anak, mungkin aku setuju," pikir Qui seraya menatap wajah Hayan yang tengah duduk berseberangan dengannya.


"Apa kau mau menjadi istriku, Lea?" Guinan meraih kedua telapak tangan wanita itu, lalu menciumnya dengan lembut.


"Iya, aku mau. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik, dan tidak membebani dirimu. Aku berjanji, akan tetap melayani suamiku seperti aku melayani tuanku," papar Lea, bibirnya itu mengukir senyum lebar.


"Terima kasih."


Acara pernikahan Guinan bersama Lea akhirnya digelar, di sebuah hotel terbesar di kota C. Banyak di antaranya adalah teman lama Guinan. Dan beberapa tamu undangan lainnya adalah pengusaha hebat di kota tersebut.


Mereka melihat wajah Lea yang begitu sempurna. Cantik, putih, imut bagai bidadari dunia. Meskipun sebelumnya adalah orang biasa, namun Lea memiliki wajah begitu sempurna, yang seharusnya dimiliki oleh orang yang tepat.


"Aku mencintaimu, Lea. Aku berjanji akan selalu mencintaimu."

__ADS_1


Bersambung ...


Mohon dukungannya untuk karya ini~ (เน‘`โœชฬคโ—กโœชฬค)โ—žแƒฆิตีฐษ‘ีฒฦ˜ีแƒฆ


__ADS_2