Perang Cinta Dengan Manusia Kucing

Perang Cinta Dengan Manusia Kucing
Ch 12. Kejutan Karyawan Magang


__ADS_3

๐‡๐š๐ฉ๐ฉ๐ฒ ๐‘๐ž๐š๐๐ข๐ง๐ ~


๐Œ๐จ๐ก๐จ๐ง ๐›๐ข๐ฃ๐š๐ค ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐š๐œ๐š, ๐ฒ๐š!


๐€๐ฎ๐ญ๐ก๐จ๐ซ ๐ง๐š๐ง๐ญ๐ข ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐š๐ซ๐ข ๐ค๐š๐ฅ๐ข๐š๐ง ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š, ๐ก๐ž๐ก๐ž. (*หŠแ—œห‹*)แต—แ‘‹แตƒแขแต แตžแต’แต˜


ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ


Perut yang telah terisi kenyang dengan makanan membawa Hayan pergi ke kamarnya. Wanita itu tampak terbaring di atas ranjang dengan kedua bola mata yang terbuka menatap setiap sudut kamar.


"Kenapa tuan Harley memberitahu Qui?" gumam Hayan, namun sepertinya terdengar oleh Gabriel yang baru saja masuk ke dalam ruang kamar.


"Hei, kau kenapa?" tanya pria itu seraya duduk di atas ranjang, mengusap dengan lembut kepala Hayan hingga membuatnya merasa geli.


"Gabriel, kau darimana saja tadi siang?" tanya Hayan penasaran.


"Rahasia."


Merasa kesal, Hayan lantas memukul kepala Gabriel dengan keras, hingga mengakibatkan rasa pusing pada kepalanya.


*****


Langit terus berjalan sampai menampakkan sebuah cahaya matahari yang terbit dari arah timur. Cahaya itu mampu membangunkan sosok orang yang tengah terlelap di atas ranjang.


Perlahan Hayan membuka kedua bola mata dan menatap ke arah jendela yang telah terbuka lebar. Merasa terkejut dengan jendela itu membuatnya langsung bangkit dari ranjang dengan langkah tergesa-gesa.


"Hei, Gabriel! Dimana kau?!!!" teriak Hayan.


Kedua bola matanya berkeliaran menatap seisi halaman kediaman Casta, mencari seorang pria berwajah imut yang semalam tidur satu ranjang bersamanya.


Begitu menatap ke ujung kanan yang di sana terdapat sebuah ayunan kecil, ia pun bisa melihat sosok Gabriel tengah duduk di atas ayunan tersebut. Hingga kedua bola mata mereka saling bertemu dari arah yang cukup jauh.


"Kemarilah!!!" teriak nya dengan tangan yang melambai ke arah pria di bawah sana.


Tanpa harus berpikir, Gabriel langsung merubah wujud menjadi seekor kucing dan memanjat ke atas pohon. Begitu melompat, kakinya pun berhasil mendarat di jendela kamar Hayan yang terletak di lantai dua.


"Ada apa, Tuan Putri?" tanya Gabriel meledek.

__ADS_1


Reflek sebuah pukulan keras langsung mendarat di sebelah pipinya. Menciptakan bekas merah yang terasa perih.


"Aku hanya bertanya, tau!!"


"Aku harus berangkat kerja. Awas saja jika kau keluar dari kamar di saat aku pergi," ucap Hayan ketus, lalu dibalas anggukan pelan oleh pria di hadapannya.


******


Beberapa waktu kemudian, Hayan akhirnya tiba di perusahaan dengan kondisi wajah yang terlihat bahagia. Sepanjang perjalanan menuju lantai enam, ia terus menebarkan senyum lebar pada beberapa rekan kerja, membuat mereka sedikit heran dengan perangainya yang tidak biasa.


Hingga tiba di lantai tujuan, Hayan melihat kerumunan orang-orang seperti hari kemarin. Mereka saling berkerumun di bagian ujung jendela. Merasa penasaran Hayan lantas menghampiri orang-orang itu.


Namun begitu mendekat, Hayan hanya melihat rekan kerjanya saja. Dia tidak melihat sosok bos seperti kemarin saat terjadi sebuah perselisihan antara perusahaan Couse Grup dengan perusahaan lain.


"Kalian sedang apa?" Hayan bertanya pada seorang wanita yang duduk menjadi pusat obrolan.


"Sedang membicarakan soal pria tampan. Pagi ini aku melihat pria itu sedang mengobrol bersama tuan Harley di ruangannya. Dia memiliki bola mata berwarna biru, rambutnya hitam dan โ€ฆ badannya terlihat kekar," jawabnya.


Hayan terdiam sejenak, berusaha menebak pria dengan ciri-ciri seperti yang baru saja dikatakan oleh rekan kerjanya.


Setelah cukup lama berpikir, Hayan masih belum bisa membayangkan wajah pria tersebut. Hingga akhirnya waktu jam pekerjaan dimulai, membuat semua orang di lantai itu berlarian menuju meja kerja masing-masing.


"Halo-halo, aku ingin memberi sedikit informasi pada kalian," lontar seorang pria, posisinya adalah sebagai manager perusahaan tersebut, Domini.


Suaranya yang terdengar keras sukses menyita perhatian semua orang di dalam sana. Termasuk Hayan dan Qui, keduanya terkejut secara bersamaan melihat sosok pria bersurai hitam legam dengan bola mata berwarna biru.


Tepat sekali, pria itu adalah pria yang sempat digosipkan oleh rekan kerja Hayan tadi pagi. Matanya terlihat fokus menatap satu orang, yaitu Hayan.


"Dia adalah karyawan magang di sini," tutur Domini seraya menunjuk pria di sebelahnya.


"Hai, mohon bimbingan dalam pekerjaan. Aku masih pemula โ€ฆ namaku Lonnie Gabriel," ucap nya tersenyum lebar, mampu meluluhkan hati para kaum wanita.


"Gabriel! Kenapa dia bisa bekerja di sini"


"Gabriel? Dia โ€ฆ adalah pria yang waktu itu โ€ฆ " ucap Qui terkejut dalam hatinya.


Dia adalah Gabriel, menjadi seorang karyawan magang di perusahaan tempat Hayan bekerja tidaklah sulit baginya. Semua akan ia lakukan demi bisa bertemu dengan satu wanita.

__ADS_1


Usai dua pria pergi meninggalkan lantai tersebut, Gabriel langsung duduk di sebuah meja kosong. Lebih tepatnya itu adalah meja yang telah dipersiapkan oleh pemimpin perusahaan.


Seketika para wanita berlarian menuju ke arah meja kerjanya, menempel dengan sentuhan lembut untuk bisa menggoda pria itu.


"Kau adalah pria yang tadi pagi aku lihat! Apa kau mantan trainee? Atau calon trainee?" tanya Belle cepat.


"Maaf, tapi aku bukan siapa-siapa. Aku hanya pacar dia," tutur Gabriel, tangannya menunjuk sosok Hayan yang sedari tadi murung lantaran merasa jengkel.


Kontan para wanita di sana terkejut, begitu mengetahui bahwa sosok pria di hadapan mereka ternyata adalah kekasih Hayan, wanita biasa yang bahkan pacarnya saja tidak bisa bertahan.


"Benar dugaanku, dia memang pacar Hayan. Sial, kenapa bisa dia mendapat pria setampan itu?" gumam Qui penuh rasa kesal, kedua tangannya mengepal erat ingin sekali memukul saudara tirinya.


"Hei, Hayan!! Kenapa kau diam saja? Dia pacarmu?" tanya Hellen tidak percaya.


"Sebenarnya โ€ฆ dia bukan siapa-siapa ku."


"Dia hanya malu karena aku menjadi pacarnya," timpal Gabriel percaya diri.


Tidak hanya para wanita itu saja, Sheliia sebagai rekan kerja sekaligus sahabat terdekat Hayan bahkan tidak menyangka, kalau Hayan bisa memiliki seorang kekasih yang sangat imut, sampai wajahnya saja tidak bisa ditolak oleh siapapun.


"Hayan, kenapa kau tidak pernah cerita padaku soal hubungan kalian?" tanya Sheliia tepat di sebelah telinga wanita itu.


"Ahh, kami tidak pacaran kok."


"Mengaku lah, atau aku akan menjadi milik wanita lain," tutur Gabriel sukses mengejutkan seluruh orang di dalam sana.


"Cuโ€“ cukup! Ikut aku!"


Hayan langsung menarik lengan Gabriel, membawanya menuju toilet perusahaan yang terletak di lantai yang sama.


Wanita itu mendorong tubuh Gabriel dengan keras hingga terpojok ke sudut tembok, kini keduanya saling bertatapan dengan jarak dekat. Jantung berdetak kencang tak terkendali, pikirannya buyar kemana-mana dan menjadi salah tingkah. Itulah yang dirasakan Hayan saat ini.


"Kau โ€ฆ sedang menggoda ku, kan?"


Gabriel memutar balikkan posisi, membuat Hayan yang sekarang menjadi terpojok. Bibirnya dengan cepat langsung mendarat pada bibir wanita itu, tidak ada diantara mereka yang mengelak.


Bersambung ...

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karya ini~ (เน‘`โœชฬคโ—กโœชฬค)โ—žแƒฆิตีฐษ‘ีฒฦ˜ีแƒฆ


__ADS_2