
Kedua kaki Airin seketika merasa lemas. Sayang? Siapa yang baru saja di panggil sayang oleh suaminya itu? Apakah tebakannya benar adanya, bahwa ada hati lain yang sedang dia jaga? Dada seorang Airin seketika merasa sesak. Buliran air mata pun berjatuhan dengan begitu derasnya.
Dia pun benar-benar membuka pintu kamar hotel secara perlahan, Arjuna nampak berjalan di lorong yang terlihat sepi tanpa ada siapapun. Wanita itu pun bertekad akan mengikuti kemana suaminya itu pergi. Meskipun jujur, dia belum siap dengan kemungkinan terburuk yang akan dia terima nantinya.
* * *
Airin mengikuti motor ninja Kawasaki yang di kendarai oleh suaminya di depan sana. Dia dengan sengaja memberi jarak antara mobil dirinya dan juga motor suaminya, agar laki-laki itu tidak menyadari bahwa dirinya diam-diam mengikuti dia dari belakang.
Perlahan motor tersebut mulai melipir dan memasuki halaman parkir sebuah Rumah Sakit. Seketika itu juga, mobil yang dikendarai oleh Airin melakukan hal yang sama. Dia memasuki area parkir dan berhenti tidak jauh dari tempat dimana Arjuna memarkir motor miliknya itu.
"Rumah Sakit? Siapa yang sakit?" gumam Airin, menatap tubuh suaminya yang saat ini berjalan memasuki Rumah Sakit tersebut.
Airin melakukan hal yang sama. Dia membuka pintu mobil lalu hendak keluar dari dalamnya. Namun, wanita itu seketika menghentikan langkah kakinya saat melihat hal yang mengejutkan dari kejauhan. Samar-samar terlihat di antara temaramnya lampu parkiran, seorang wanita berpakaian Perawat sedang menunggu kedatangan Arjuna.
Grep!
__ADS_1
Mereka berdua seketika saling berpelukan. Suaminya itu bahkan mengusap punggung sang Perawat terlihat mesra. Setelah itu, mereka pun berjalan saling bergendengan tangan semakin memasuki Rumah Sakit tersebut.
"Siapa wanita itu, Juna? Kamu diam-diam memiliki pacar di belakang aku?" gumam Airin, air mata itu kembali membasahi wajahnya.
Rasanya sakit sekali melihat laki-laki yang baru saja sah menjadi suaminya berpelukan bahkan terlihat sangat mesra dengan wanita lain. Dada Airin semakin merasa sesak saja. Rasanya dia tidak sanggup jika harus melihat hal yang lebih menyakitkan dari ini. Dia pun memutuskan untuk menyudahi pengintaian. Semuanya sudah jelas baginya. Arjuna meninggalkan dirinya di malam pertama mereka karena ada hati yang sedang dia jaga.
Airin kembali menutup pintu mobil dengan hati yang kacau. Dia pun menyalakan mesin mobil lalu melesat meninggalkan area parkiran Rumah Sakit dengan hati dan perasaan terluka. Dia akan kembali ke hotel dan akan berpura-pura tidak tahu tentang apa yang telah dilakukan oleh suaminya itu.
* * *
"Arjuna, sedang apa kamu?" tanya Airin, menoleh dan menatap wajah suaminya seraya mengerutkan kening. Jemari suaminya itu sedang bermain-main di bawah sana. Mengobrak-abrik area sensitifnya yang kini.
Grep!
Airin menggenggam pergelangan tangan suaminya mencoba untuk menghentikan. Kedua matanya nampak terpejam sempurna. Jika boleh berkata jujur, hasratnya benar-benar menggelora kini. Gairahnya benar-benar naik kepermukaan. Ini adalah pertama kalinya area sensitifnya di jamah oleh seorang laki-laki.
__ADS_1
"Kenapa, sayang? Sakit?" tanya Arjuna, menatap wajah sang istri dengan tatapan mata sayu juga dengan napas yang berhembus tidak beraturan.
Airin hanya menggelengkan kepalanya seraya mengigit bibir bawahnya keras.
"Lalu?"
'Siapa wanita yang kamu temui di Rumah Sakit, suamiku?'
Pertanyaan itu hanya terlontar di dalam hatinya. Bibirnya terasa kelu untuk di gerakan. Jiwanya benar-benar mulai terbuai dengan apa yang sedang dilakukan oleh suaminya. Sialnya, tubuhnya tidak bisa di ajak kompromi.
Di saat hatinya ingin menuntut kejelasan tentang wanita idaman lain sang suami, tubuhnya seolah menginginkan untuk di jamah, jiwanya seolah benar-benar terbuai. Dia pun seketika pasrah saat telapak tanganya di turunkan perlahan oleh Arjuna. Area itu kembali di jamah lembut dan tubuhnya seketika melengkung. Suara des*han pun seketika lolos begitu saja dari bibir mungil seorang Airin.
"Akhh ... Juna!" Airin mengigit bibir bawahnya keras.
BERSAMBUNG
__ADS_1
...****************...