PERAWAN TUA MENIKAHI BERONDONG

PERAWAN TUA MENIKAHI BERONDONG
Berpisah


__ADS_3

Airin kembali memeluk tubuh Karmila sang adik. Jujur, dia merasa tersentuh dengan ketulusan juga sikap dewasa gadis yang masih berusia 12 tahun itu. Dirinya akan merasa sangat kehilangan jika Karmila sampai meninggalkan kediamannya.


"Sulit, Mil. Sulit sekali untuk memaafkan kesalahan kakak kamu itu, tapi Mbak benar-benar berterima kasih karena kamu telah sudi untuk meminta maaf mewakili Arjuna. Mbak sangat menghargai itu," ucap Airin mendekap erat tubuh sang adik.


"Iya aku paham, Mbak. Terima kasih karena telah mengizinkan aku untuk tinggal di rumah ini. Aku benar-benar bersyukur karena sempat merasakan memiliki kaka ipar seperti Mbak," jawab Karmila, buliran air mata itu seketika berjatuhan membasahi wajah cantiknya.


* * *


Malam hari.


Dret! Dret! Dret!


Suara ponsel yang bergetar seketika membuyarkan lamunan panjang seorang Airin. Dia pun meraih ponsel tersebut, lalu membuka pesan yang baru saja masuk di ponselnya itu. Kedua matanya seketika membulat sempurna.


Bagaimana tidak, pesan tersebut berisi sebuah pemberitahuan bahwa sejumlah pengeluaran baru saja dilakukan oleh kartu kreditnya. Itu berarti, ada orang lain yang sedang menggunakan kartu kreditnya itu. Siapa lagi orangnya kalau bukan Arjuna, karena kartu miliknya itu tertinggal di Pulau Dewata Bali, begitu pun dengan kartu lainnya yang dia miliki.


"Benar-benar brengsek kamu, Arjuna," gumam Airin melemparkan benda pipih itu sembarang di atas ranjang.


Apakah suaminya itu sedang bersenang-senang dengan seorang wanita di sana? Uang yang dikeluarkan dalam jumlah yang lumayan besar. Hati seorang Airin seketika dilanda rasa gundah.


"Aku harus menemui si Nanda. Aku butuh kejelasan," gumamnya kemudian. Wanita itu pun seketika bangkit lalu turun dari atas ranjang. Dia akan menemui wanita bernama Nanda tidak peduli meskipun malam sudah semaki larut.

__ADS_1


* * *


30 menit kemudian.


Airin akhirnya sampai di Rumah Sakit di mana wanita bernama Nanda bekerja sebagai Perawat. Semoga saja wanita itu bekerja malam ini, dengan begitu usahanya tidak akan sia-sia setelah dia jauh-jauh datang ke tempat itu.


"Airin?" Sapa Nanda dari kejauhan.


Airin yang mendengar namanya di panggil tentu saja segera memutar badan. Dia menatap wajah Nanda lalu menghampiri wanita itu. Wajahnya terlihat datar, wanita ini adalah sumber masalah di dalam rumah tangganya.


"Kamu ke sini mau menemui aku?" tanya Nanda sesaat setelah Airin tiba di depannya kini.


"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu? Apa kamu sedang sibuk?" tanya Airin dengan wajah datar.


Airin menganggukkan kepalanya. Keduanya pun berjalan menuju taman yang berada di halaman Rumah Sakit. Semilir angin malam terasa dingin membasuh permukaan kulit masing-masing, langit malam terlihat gelap mencekam tanpa adanya bulan maupun bintang. Keduanya duduk di kursi taman secara berdampingan.


"Aku--" Airin dan juga Nanda secara bersamaan.


"Eu ... Kamu duluan, Airin."


"Tidak, kamu saja."

__ADS_1


"Kamu sudah jauh-jauh datang kemari. Jadi, silahkan kamu katakan apa yang ingin kamu bicarakan dengan aku."


"Oke ... Aku bicara duluan. Begini, Nanda. Aku mendengar semua yang kalian bicarakan di telpon," ucap Airin tidak ingin terlalu banyak basa-basi.


"Apa? Kamu--" Nanda tidak meneruskan ucapannya.


"Iya, aku tahu kalau kamu hamil darah daging suamiku."


Nanda seketika menunduk merasa malu tentu saja.


"Aku akan segera mengajukan gugatan cerai. Kamu bisa menuntut pertanggung jawab sama si Arjuna itu."


"Kamu tidak membenci aku?" tanya Nanda menatap wajah Airin dengan tatapan mata sayu..


"Siapa bilang? Tentu saja aku membenci kamu, Nanda. Namun, sebagai seorang wanita aku masih punya hati dan nurani. Aku tahu bagaimana perasaan kamu sekarang. Kamu juga tidak sepenuhnya salah di sini. Ingat, ketika seorang wanita hamil di luar nikah, maka jangan hanya menyalahkan si wanitanya saja karena dia tidak bisa menjaga kesuciannya, tapi ingat juga bahwa ada si laki-laki yang telah tega merenggut kesucian wanita itu. Kalian melakukannya berdua, maka yang salah adalah kalian berdua."


Nanda seketika tertegun. Dia tidak menyangka bahwa wanita bernama Airin ini memiliki hati seperti malaikat. Mana mungkin ada wanita yang masih bisa bersikap baik kepada wanita yang telah dihamili oleh suaminya?


'Kamu benar-benar wanita yang luar biasa, Airin,' batin Nanda merasa kagum.


BERSAMBUNG

__ADS_1


...****************...


__ADS_2