
Arjuna seketika membulatkan bola matanya. Dari mana istrinya itu tahu bahwa dirinya menemui seorang Perawat di Rumah Sakit? Apakah Airin diam-diam mengikuti dirinya semalam? Arjuna mengepalkan kedua tangannya merasa kesal.
"Dari mana kamu tahu bahwa--" Arjuna tidak meneruskan ucapannya.
"Jadi benar? Astaga!" Airin mengusap wajahnya kasar.
"Kamu mengikuti saya?!"
"Kenapa? Kamu gak suka?"
"Tentu saja saya tidak suka. Laki-laki mana yang suka jika gerak geriknya di perhatikan, di ikuti dan di intai. Saya harap kamu tidak melakukan hal itu lagi. Saya gak suka," ketus Arjuna penuh penekanan.
"Apakah itu penting sekarang? Seharusnya kamu menjelaskan kepadaku siapa wanita itu? Kamu tega meninggalkan aku sendirian di hotel demi wanita itu!"
"Astaga, Airin. Ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Wanita itu bukan siapa-siapa saya."
"Lalu kenapa kalian berpelukan segala?"
"Saya sudah bilang tadi, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu bayangkan."
"Tidak seperti yang aku bayangkan gimana? Kalian jelas-jelas berpelukan, berjalan mesra segala. Apa itu namanya? Dia pacar kamu? Atau, selingkuhan kamu? Jawab aku Arjuna, kita baru menikah satu hari lho, jangan sampai aku--"
"Cukup! Saya harus pergi dulu," sela Arjuna, dia pun bangkit lalu berjalan menuju pintu. Laki-laki itu menatap sekilas wajah istrinya, setelah itu dia benar-benar membuka pintu lalu keluar dari dalam kamar.
"Kamu luar biasa, Arjuna. Jika kamu memang memiliki wanita lain, kenapa kamu menikahi aku? Kenapa?!" gumam Airin merasa kecewa.
* * *
__ADS_1
Keesokan harinya.
Arjuna benar-benar tidak kembali lagi ke hotel di mana mereka menginap selama 2 hari ini. Airin dengan setia menunggu suaminya, meskipun rasa kecewa itu masih menyelimuti relung hati dan perasaanya. Bodohnya lagi, wanita itu masih saja mencintai suaminya meskipun dia telah melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri Arjuna berpelukan dengan wanita lain. Gila bukan?
Airin mengusap wajahnya kasar. Tatapan matanya lurus menatap keluar jendela kamar hotel dimana pemandangan indah tersaji di luar sana. Gedung-gedung tinggi nampak berjejer rapi, kendaraan terlihat memadati jalanan di bawah sana.
Ceklek!
Pintu kamar hotel di buka lebar. Arjuna suaminya masuk ke dalam kamar kemudian. Airin hanya menatap sekilas wajah suaminya lalu kembali menatap keluar jendela.
"Cepat ganti pakaian kamu. Kita akan pergi ke suatu tempat," pinta Arjuna tanpa basa-basi.
"Pergi kemana?" jawab Airin tanpa menoleh sedikit pun.
"Ke Rumah Sakit."
"Mau apa kamu membawa aku ke Rumah Sakit? Kamu mau mengenalkan aku dengan wanita itu? Pacar kamu?!" tanya Airin, bola matanya seketika memerah.
"Kamu akan tahu nanti. Sekarang cepat ganti pakaian kamu dan ikut dengan saya."
Airin memejamkan kedua matanya. Apakah dia akan siap menerima kemungkinan terburuk nantinya? Wanita itu mencoba untuk menguatkan diri juga mempersiapkan hatinya. Lebih baik pernikahannya berakhir sekarang, dari pada nanti di saat perasaanya sudah semakin dalam.
"Baiklah, aku akan ikut dengan kamu ke Rumah Sakit," jawabnya kemudian.
* * *
Sesampainya di Rumah Sakit.
__ADS_1
Airin berjalan memasuki Rumah Sakit dengan wajah datar. Jujur, jantungnya berdetak kencang kini. Perasaanya pun tidak karuan. Apakah ini adalah akhir dari segalanya? Akhir dari cintanya, akhir dari rumah tangganya yang baru seumur jagung? Entahlah, kita lihat saja nanti.
"Bang Juna!"
Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita memanggil nama suaminya. Kedua orang itu sontak menoleh dan mencari sumber suara. Seorang wanita berpakaian Perawat nampak berjalan menghampiri dengan wajah ceria, tapi tetap saja dia menatap wajah Airin dengan tatapan mata tidak suka.
"Nanda," sapa Arjuna tersenyum ramah.
Grep!
Wanita itu seketika memeluk Arjuna erat, tentu saja laki-laki itu segera melepaskan pelukannya seraya melirik ke arah Airin. Dia tidak ingin kalau sampai istrinya itu salah paham. Wanita bernama Nanda itu pun merasa kesal tentu saja. Lagi-lagi dia melirik wajah istri dari laki-laki bernama Arjuna dengan tatapan mata sinis kali ini.
'Siapa dia? Apakah wanita ini adalah wanita kaya raya itu?' batin Nanda menatap dari ujung kaki hingga ujung rambut tubuh Airin.
"Kenalin, Nan. Dia Airin, istri saya," ucap Arjuna akhirnya memperkenalkan istrinya.
Airin yang saat ini memasang wajah masam seketika mengulurkan telapak tangannya hendak memperkenalkan diri. Namun, uluran tangannya diabaikan oleh wanita itu. Nanda mengacuhkan wanita bernama Airin, dia melingkarkan tangannya di pergelangan tangan Arjuna mesra.
Merasa kesal, Airin menarik pergelangan tangan suaminya dan mengurai jarak di antara mereka. Tatapan matanya nampak tajam menatap wanita bernama Nanda itu dengan tatapan mata tajam.
"Sekarang jelaskan kepadaku siapa wanita ini?" tanya Airin penuh penekanan.
BERSAMBUNG
...****************...
PROMOSI NOVEL
__ADS_1