PERAWAN TUA MENIKAHI BERONDONG

PERAWAN TUA MENIKAHI BERONDONG
Mengenal Lebih Dekat


__ADS_3

Arjuna semakin merasa tercengang. Setelah dia bersandiwara di depan Tuan Arga prihal hubungannya dengan wanita bernama Airin, kini dia di buat terkejut saat wanita itu benar-benar meminta dirinya untuk menikah dengannya.


Apakah wanita ini sedang melamarnya? Atau, ini hanya sebagian dari sandiwara yang baru saja mereka lakukan? Laki-laki berparas tampan itu semakin merasa heran. Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran Airin Saraswati. Dalam mimpi sekalipun dia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menikah muda, terlebih menikahi wanita hebat seperti dia.


"A-apa maksud ibu? Menikah?" tanya Arjuna dengan nada suara terbata-bata.


"Iya, Juna. Aku benar-benar telah jatuh cinta pada pandangan pertama, kamu telah membuat hidupku merasa tidak tenang. Kamu--"


"Cukup, bu. Mana mungkin ibu langsung meminta saya untuk menikahi ibu di saat kita belum saling mengenal satu sama lain? Kita baru bertemu 2 kali, apakah itu masuk akal?" tanya Arjuna.


"Kamu menolak aku, Juna?"


"Tidak, bukan begitu?"


"Jadi kamu menerima aku dan bersedia menikah denganku?"


"Bukan seperti itu juga."


"Lalu? Kamu tidak menolak aku, tapi kamu juga tidak ingin menikah dengan aku? Maksud kamu bagaimana? Aku bingung."


"Saya pikir kamu wanita dewasa, tapi ternyata sifat anda seperti anak kecil, ibu Airin."


"Aku hanya ingin menuntut kejelasan. Kamu bersedia menikah denganku, atau tidak. Simpel 'kan?"


"Begini, apa Anda tahu saya laki-laki seperti apa? Apa Anda tahu sifat saya, karakter saya bagaimana? Kalau ternyata saya bukan laki-laki baik bagaimana? Anda hanya jatuh cinta kepada wajah tampan saya saja. Satu lagi, Anda juga tidak bertanya apakah saya sudah punya kekasih, atau belum?"

__ADS_1


Airin seketika memundurkan langkah kakinya. Kenapa dia Sampai melupakan hal itu? Apa yang baru saja di katakan oleh laki-laki ini seluruhnya benar. Ada apa dengan Airin Saraswati? Apakah dia sudah di butakan dengan cinta? Cinta yang belum tentu akan membuatnya bahagia, karena dia hanya mengenal sekilas saja, laki-laki yang dia cintai itu.


"Maaf, aku telah hilang kendali dan membuat kamu merasa tidak nyaman. Kamu boleh pulang sekarang," lirihnya kemudian menundukkan kepalanya.


"Dengarkan saya, jangan salah paham dulu, Bu."


"Jangan panggil aku dengan sebutan ibu. Aku bukan ibu kamu," celetuk Airin memalingkan wajahnya.


"Kalau kita ingin menaiki sebuah gunung, maka kita harus naik dari bawah. Tidak mungkin 'kan kita tiba-tiba saja berada di atas tanpa tahu jalan menuju puncak itu sendiri?"


"Bisa saja. Kita bisa naik helikopter ke puncak."


"Astaga, Anda masih belum mengerti apa yang saya maksud, Airin."


Wanita itu seketika menoleh dan menatap wajah Arjuna. Mendengarnya memanggil namanya tanpa embel-embel Mbak, atau ibu membuatnya merasa senang jujur saja.


"Maksudnya bertele-tele?"


"Banyak pasangan di luaran sana yang menjalin hubungan selama bertahun-tahun, tapi akhirnya putus juga. Banyak juga yang menjalin hubungan sampai melakukan hubungan suami istri segala, tapi ujung-ujungnya menikah dengan orang lain. Itu sebabnya aku malas berpacaran sampai sekarang," jelas Airin panjang lebar.


Pemuda bernama Arjuna seketika tersenyum kecil. Dia pun berjalan mendekati Airin lalu berdiri tepat di depannya kini. Pemuda itu seketika meraih pergelangan tangannya lalu menggenggamnya erat. Kedua mata Arjuna pun menatap lekat wajah Airin membuat wanita itu seketika merasa gugup tentu saja.


"Dengarkan saya. Kita bisa memulainya dari nol. Saling mengenal satu sama lain, jujur ... Saya juga suka sama kamu, Airin Saraswati."


"Benarkah?" tanya Airin balas menatap wajah pemuda itu lekat.

__ADS_1


"Mana mungkin saya tidak merasa terpesona dengan wanita seperti kamu? Cantik, wanita karir, berkarisma lagi. Suatu kebanggan bagi saya jika kamu benar-benar menyukai saya, tapi jika harus menikah, kita tidak bisa melakukannya begitu saja. Butuh waktu, butuh proses, kita harus saling mengenal satu sama lain dulu."


"Terutama kamu, Airin. Kamu harus tahu siapa saya, dan tahu kelebihan serta kekurangan saya, begitu pun sebaliknya. Ingat, penampilan seseorang hanyalah cangkang. Apa yang kita lihat dari luar, belum tentu baik di dalamnya. Jangan hanya menilai manusia dari penampilannya saja, Airin."


Wanita bernama Airin seketika merasa terkesima. Pemuda ini ternyata memiliki pemikiran yang lebih matang dari usianya. Dia tidak hanya tampan sempurna, tapi juga dewasa dan pemuda ini adalah laki-laki yang selama ini dia cari.


"Kamu mengerti sekarang?" tanya Arjuna lagi, seketika membuyarkan lamunan panjang seorang Airin.


"Jadi maksud kamu, kita pacaran dulu begitu?" tanya Airin semakin lekat menatap wajah Arjuna.


"Kurang lebih seperti itu."


Wanita itu seketika tersenyum lebar. Dia pun melingkarkan tangannya di leher Arjuna mesra. Keduanya pun saling menatap satu sama lain juga saling melempar senyuman. Sampai akhirnya satu kecupan pun mendarat di bibir masing-masing.


Ceklek!


Seketika itu juga pintu ruangan pun di buka dari luar, seseorang masuk ke dalamnya kemudian. Sontak saja hal tersebut membuat Airin dan juga kekasihnya merasa terkejut juga mengurai jarak di antara mereka.


"Astaga, kalian?"


BERSAMBUNG


...****************...


PROMOSI NOVEL

__ADS_1



__ADS_2