
Satu bulan kemudian.
Airin menjalani rumah tangga yang bahagia sejauh ini. Meskipun suaminya masih belum mendapatkan pekerjaan tetap, tapi Arjuna pandai sekali dalam memainkan perannya sebagai seorang suami meskipun hanya seorang pengangguran.
Mereka kerap kali menghabiskan waktu dengan berkencan setiap akhir pekan. Sesuatu yang belum sempat mereka lakukan karena keduanya memutuskan langsung menikah tanpa ada waktu untuk berpacaran. Sepasang suami-istri istri itu bahkan merencanakan untuk berbulan madu ke suatu tepat dalam waktu dekat ini.
Airin nampak sedang berkutat dengan pekerjaannya di kantor. Dia ingin segera pulang agar bisa bertemu dengan Arjuna sang suami tercinta. Rasa cintanya kepada laki-laki itu semakin dalam saja setiap harinya.
Ceklek!
Pintu ruangan pun di buka, Rosa sekertaris sekaligus sahabatnya masuk ke dalam ruangan dengan membawa berkas penting untuk di tanda tangani olehnya. Dia berjalan menghampiri lalu berdiri tepat di depan meja. Wanita itu menatap wajah bosnya tersebut seperti hendak mengatakan sesuatu.
"Ini berkas penting yang harus ibu tanda tangani," ucap Rosa, meletakkan beberapa lembar kertas di atas meja.
"Baik, terima kasih, Rosa," jawab Airin dengan wajah ceria.
"Eu ... Boleh aku berbicara dengan kamu sebagai sahabat, bukan sebagai sekretaris?"
"Hmm! Tumben, apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Maaf sebelumnya jika apa yang aku bicarakan ini menyinggung perasaan kamu, Rin. Eu ... Apa suami kamu masih belum mendapatkan pekerjaan?" tanya Rosa merasa tidak enak sebenarnya, tapi sebagai seorang sahabat dia merasa patut untuk memperingatkan wanita bernama Airin itu.
"Belum, kenapa memangnya?"
"Nggak apa-apa sih. Apa kamu baik-baik saja memiliki suami seorang pengangguran? Aku hanya takut kalau kamu hanya di manfaatkan oleh suami kamu ini. Dia itu 'kan lulusan Universitas, punya gelar juga. Masa iya sampai sekarang masih belum mendapatkan pekerjaan? Aku hanya--"
__ADS_1
"Cukup! Kamu boleh keluar sekarang!" sela Airin, merasa tidak suka jika suaminya di jelekkan sedemikian rupa.
"Rin ...!"
"Rosa, kamu memang sahabat aku. Kamu juga tahu betul siapa aku, tapi bukan berarti kamu berhak ikut campur dengan urusan rumah tangga aku dong. Aku yang menjalaninya dan aku tahu betul siapa suamiku, jadi berhenti menjelek-jelekan dia. Paham?" tegas Airin merasa tidak terima.
"Aku hanya memperingatkan kamu, Rin. Aku gak mau kalau kamu terluka nantinya. Suami kamu itu--"
"Aku bilang cukup!" Airin menaikan suaranya.
"Baik, aku minta maaf kalau aku telah melewati batas. Namun, aku harap kamu tidak menyesal nantinya," ketus Rosa berbalik dan hendak pergi.
"Terima kasih atas perhatian kamu, Rosa. Aku sangat menghargainya, tapi sekali lagi aku tegaskan aku tahu siapa suamiku. Dia suami yang baik meskipun dia hanya seorang pengangguran."
Rosa hanya tersenyum menanggapi dan hendak kembali melanjutkan langkah kakinya.
Rosa kembali menghentikan langkah kakinya.
"Akhir pekan ini aku berencana untuk bulan madu ke suatu tempat. Semua pekerjaan aku serahkan kepada kamu."
"Baik, bu Airin," jawab Rosa mengangguk patuh. Dia pun meneruskan langkah kakinya dan benar-benar keluar dari dalam ruangan tersebut.
* * *
Akhir pekan ini Airin benar-benar pergi berbulan madu bersama suaminya. Pulau Dewata Bali menjadi pilihan mereka berdua. Sebuah Vila pribadi pun sengaja Airin pesan agar dirinya bisa dengan leluasa melakukan aktifitas apapun bersama Arjuna Syailendra.
__ADS_1
Ceklek!
Pintu Vila pun di buka lebar. Sepasang suami-istri itu masuk ke dalam ruangan dengan bergandengan tangan mesra. Senyuman lebar terukir dari kedua sisi bibir masing-masing.
"Waaah! Ruangannya luas juga, tempatnya juga bersih," ujar Arjuna memasuki lebih dalam area Vila tersebut.
"Aku sengaja memilih Vila ini agar kita bisa bebas melakukan apapun, sayang. Di sini hanya ada kita berdua, aku dan kamu," jawab Airin, berjalan ke arah samping lalu membuka pintu yang menghubungkan antara ruangan tersebut dengan area kolam renang.
"Ada kolam renangnya juga?" kedua mata Arjuna seketika berbinar.
"Ada dong. Kolam renang ini juga bersifat pribadi, jadi hanya kita berdua yang boleh berenang di kolam ini."
"Kamu serius? Hanya kita berdua yang boleh berenang di kolam ini?" tanya Arjuna, berjalan menghampiri istrinya lalu memeluk tubuh rampingnya dari arah belakang.
"Serius dong, mau coba berenang? Kebetulan cuacanya panas banget ini." Airin seketika memutar badan, berdiri saling berhadapan dengan suaminya.
Cup!
Satu kecupan kecil pun mendarat di bibir masing-masing. Keduanya saling melemparkan senyuman termanis yang mereka miliki. Arjuna seketika berbisik di telinga istrinya seraya melingkarkan kedua tangannya di pinggang Airin mesra.
"Hah? Gila kamu," ujar Airin seketika merasa terkejut setelah mendengar permintaan suaminya.
"Ya apa masalahnya? Katamu di sini hanya ada kita berdua? Kita bebas melakukan apapun dong, namanya juga bulan madu. Kita bisa mencoba sesuatu yang baru."
"Ya tapi gak kayak gitu juga kali. Masa kita berenang tanpa memakai apapun? Telanjang bulat gitu? Kalau nanti ada pelayan yang masuk gimana?"
__ADS_1
BERSAMBUNG
...****************...