PERAWAN TUA MENIKAHI BERONDONG

PERAWAN TUA MENIKAHI BERONDONG
Malam Pertama


__ADS_3

Sepasang pengantin baru itu benar-benar melakukan ritual malam pertama mereka. Arjuna berhasil membuka segel istrinya meskipun sulit pada awalnya. Airin meremas kuat sprei yang kini telah berantakan. Rasanya sakit sekali ternyata.


Akan tetapi, bak seorang pemain handal Arjuna benar-benar pandai dalam bermain di atas ranjang. Istrinya itu di manjakan sedemikian rupa, permainannya pun di buat sehalus mungkin. Airin yang awalnya merasa kesakitan seketika merasakan hal yang sebaliknya.


Suara de*ahan demi des*han pun mulai terdengar saling bersahutan. Peluh dan keringat membasahi raga keduanya, jiwa seorang Airin benar-benar di buat melayang ke awang-awang saat pelepasan itu berhasil dia dapatkan.


Tubuhnya seketika melengkung. Jantungnya berdetak kencang kini. Dia pun memejamkan kedua mata, rasanya? Benar-benar di luar dugaan. Pantas saja banyak pasangan di luaran sana yang rela melakukan hal seperti ini meskipun mereka belum sah menjadi suami istri, karena memang kenikmatan yang disuguhkan benar-benar membuat jiwa manusia terasa melayang, inilah yang banyak orang sebut dengan kenikmatan surganya dunia.


'Gimana rasanya, nikmat bukan? Saya akan membuat kamu ketagihan dan akan memintanya lagi besok, besok, dan seterusnya, Airin,' batin Arjuna tersenyum puas.


Bruk!


Tubuh Arjuna terkulai tepat di samping istrinya. Napasnya berhembus tidak beraturan. Jiwanya benar-benar merasa puas, tubuh istrinya itu telah membuatnya melayang ke angkasa. Rasanya sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah tidur dengannya.


"Maaf karena saya pulang hampir dini hari," ucap Arjuna menatap lekat wajah sang istri.


"Sebenarnya kamu habis dari mana, Juna?" tanya Airin menatap sayu wajah suaminya.


"Ada urusan yang sangat penting malam tadi."


"Apa itu?"


"Maafkan saya, karena saya tidak bisa menceritakan urusan penting saya itu. Saya akan menceritakannya nanti, saya janji."

__ADS_1


'Siapa wanita itu, Juna?'


Sial, lagi-lagi pertanyaan itu hanya bisa dia tanyakan di dalam hati seorang Airin. Ada apa dengan wanita ini sebenarnya? Kenapa sulit sekali untuknya menanyakan hal itu secara langsung. Apa mungkin jauh di lubuk hati seorang Airin dia merasa takut akan kehilangan Arjuna?


Takut di tinggalkan? Takut jika suaminya itu lebih memilih wanita lain di bandingkan dirinya? Entahlah, Airin sendiri tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya. Wanita itu merekatkan selimut tebal untuk menutupi tubuh polosnya itu.


"Apa kamu marah sama saya?" tanya Arjuna, menopang kepala menggunakan kepalan tangannya.


"Aku hanya tidak suka jika kamu menyembunyikan sesuatu dariku. Kita sudah menjadi suami istri, sudah sepatutnya aku tahu setiap urusan penting suaminya. Apa diam-diam kamu memiliki wanita lain?"


"Hah? Hahahaha! Mana mungkin saya memiliki wanita lain di saat saya sudah memiliki wanita yang teramat sangat sempurna seperti kamu, sayang?" jawab Arjuna tertawa ringan.


"Kamu pasti bohong?"


"Bohong? Saya tidak bohong sama sekali. Saya berani bersumpah demi apapun, sayang. Hanya kamu cintanya saya, hanya kamu wanita yang ada di dalam hati saya. Hanya kamu Airin Saraswati."


Satu kecupan pun mendarat di bibir mungil Airin. Wanita itu hanya tersenyum getir. Baiklah, jika memang suaminya itu masih tidak mau berkata jujur, dia akan melihat sejauh mana sang suami akan membohongi dirinya.


"Kita istirahat, sayang. Kamu pasti lelah banget," pinta Arjuna dan hanya di jawab dengan anggukan oleh istrinya. Keduanya seketika memejamkan kedua mata dan terlelap saat itu juga.


* * *


Keesokan harinya.

__ADS_1


Airin merentangkan kedua tangannya. Dia pun mengedipkan kedua matanya pelan, mencoba menyesuaikan sinar matahari yang terasa hangat menyentuh permukaan wajahnya kini. Airin menatap ke arah samping dengan mata yang disipitkan, suaminya itu nampak sudah tidak berada di tempatnya.


"Juna!" Airin memanggil suaminya.


Ceklek!


Pintu kamar hotel pun di buka, Arjuna masuk ke dalam kamar dengan membawakan sarapan untuk sang istri. Satu piring nasi goreng lengkap dengan telur dadar juga segelas susu putih hangat dia sajikan di atas nampan. Dia pun meletakan nampan tersebut di atas meja kemudian.


"Kamu dari mana?" tanya Airin, duduk di atas ranjang, menutup tubuh polosnya dengan selimut tebal.


"Saya habis sarapan di bawah, mau bangunin kamu gak tega. Tidur kamu nyenyak banget soalnya, saya bawain sarapan untuk kamu, sayang," jawab Arjuna tersenyum manis.


Airin menatap tubuh suaminya dari ujung kaki hingga ujung rambut yang terlihat rapi. Apakah suaminya itu mau menemui wanita Perawat itu lagi? Batin Airin kembali bergejolak.


"Kamu mau kemana? Udah rapi saja? Mau pergi lagi?" tanya Airin memberanikan diri untuk bertanya.


"Saya mau pergi sebentar."


"Ke mana?"


Arjuna diam tidak menjawab pertanyaan istrinya. Laki-laki itu memalingkan wajahnya menatap ke arah lain. Airin semakin yakin bahwa suaminya itu memiliki wanita lain di luar sana.


"Kenapa kamu diam saja, Arjuna? Apa kamu mau pergi ke Rumah Sakit untuk menemui Perawat itu?" tanya Airin membuat Arjuna seketika merasa terkejut tentu saja.

__ADS_1


BERSAMBUNG


...****************...


__ADS_2